V Hotel & Residence Bandung Gelar Blood 4 Life

img_20161206_041050

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Manajemen V Hotel & Residence Bandung bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menggelar acara donor darah bertajuk, “Blood 4 Life”, Senin, (5/12/2016), di Vienna Meeting Room V Hotel & Residence jalan Terusan Sutami III No.1 Setrasari Bandung.

Turut hadir, General Manager V Hotel & Residence Bandung Aty Fadjariaty, dan Asst. Human Resources Manager V Hotel & Residence Bandung Lisbeth Simbolon.

“Acara donor darah bertajuk, Blood 4 Life, merupakan salah satu rangkaian menyambut hari ulang tahun V Hotel & Residence Bandung yang ke-4,” kata General Manager V Hotel & Residence Bandung Aty Fadjariaty di awal paparannya.

“Kami bersyukur karena selama empat tahun berdiri, V Hotel & Residence Bandung masih menjadi pilihan wisatawan dan pengusaha sebagai salah satu penyedia jasa akomodasi,” kata Aty.

img_20161206_041035

Lebih lanjut Aty mengatakan, acara donor darah bertajuk Blood 4 Life merupakan salah satu program CSR V Hotel & Residence Bandung, “Kita mengundang masyarakat umum dan sekitar, termasuk intern karyawan,” ungkapnya.

“Sebetulnya V Hotel & Residence Bandung dan PMI Kota Bandung rutin menggelar acara donor darah 3 bulan sekali,” ungkap Aty.

“Rangkaian acara Anniversary ke-4 V Hotel & Residence Bandung diawali program CSR donor darah mulai pukul 10 pagi sampai pukul 14 siang, dilanjutkan acara syukuran intern secara sederhana bersama Direksi, yaitu potong tumpeng,” kata Aty, “Sorenya seluruh karyawan akan mengadakan pengajian agar mendapat berkah,” ungkapnya.

“Hingga pukul 12.00 WIB kita baru menerima 15 pendonor, 10 karyawan hotel dan 5 orang dari masyarakat umum,” kata Aty, “Namun kami yakin pendonor akan terus bertambah, karena rencananya karyawan dari hotel lain akan ikut donor darah,” ujarnya.

img_20161206_041042

Mengenai tingkat hunian hotel (okupansi) pasca banjir di kota Bandung, Aty mengungkapkan, okupansi seluruh hotel di Bandung selama November 2016 mengalami penurunan, bahkan dapat dikatakan yang terburuk

“Setelah penyelenggaraan PON XIX di Bandung (September 2016) seharusnya trend tingkat hunian naik, namun karena banyak berita mengenai banjir di Kota Bandung, akhirnya para wisatawan yang telah memesan kamar membatalkan pesanannya,” ungkap Aty, “Dapat dikatakan selama November 2016 kita Loss Business,” kata Aty.

“Namun memasuki Desember 2016 tingkat hunian hotel naik lagi, karena para wisatawan tahu banjir tidak terjadi di semua wilayah Kota Bandung,” kata Aty.

Mengenai komunikasi pemerintah provinsi dengan pelaku industri pariwisata dan perhotelan, Aty mengungkapkan, pihaknya menyayangkan surat edaran dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang isinya mengatakan Provinsi Jawa Barat siaga darurat bencana hingga Mei 2017, “Surat edaran dari Gubernur Jabar bisa dikatakan Travel Bends, dan efeknya tidak baik bagi industri pariwisata dan perhotelan di Jawa Barat,” tegas Aty, “Komunikasi antara pemerintah provinsi dengan insan pariwisata masih banyak Miss,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.