Rekening Dibekukan, Forkoma CSI Mengadu ke Ketua DPRD Jabar

img_20161222_104743

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Puluhan anggota Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah – Baitul Maal Wat Tamwil – Cakrabuana Sukses Indonesia) Sejahtera menemui Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari untuk mengadu karena rekening milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera dibekukan oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Mabes Polri.

Puluhan anggota Forkoma KSPPS BMT CSI yang mewakili 15.964 anggota dari seluruh Indonesia ditemui Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Selasa, (20/12/2016), di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat jalan Diponegoro Bandung.

“Kami harus mendapatakan data yang lengkap, agar kami menindak lanjuti masalah ini tidak setengah-setengah,” kata Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari di awal paparannya, “Serahkan data-data dan masukan pada kami,” tegasnya.

Lebih lanjut Ineu mengatakan, pihaknya akan mendata kasus-kasus seperti ini, “Kami sudah banyak menonaktifkan koperasi yang bermasalah, dan saya harap kasus seperti ini tidak terulang lagi,” kata Ineu.

“Saat ini kami sedang reses, namun secepatnya DPRD Jabar akan rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar untuk membahas masalah ini,” kata Ineu.

img_20161222_104751

Ineu mengungkapkan pihaknya baru mengetahui masalah yang menimpa KSPPS BMT CSI pada Selasa, (20/12/2016), “Kami baru menerima pemberitahuan pagi ini, kami belum tahu masalah ini,” ujarnya, “Yang penting beri kami data yang lengkap,” kata Ineu.

“Kami akan memperjuangkan masalah ini, saya tahu semua ingin cepat selesai, tetapi semua harus melalui mekanisme,” pungkas Ineu.

Ketua Forkoma CSI Hari Suharso mengatakan, pihaknya sebagai anggota koperasi tidak pernah melawan hukum, “Mengapa tiba-tiba OJK dan Kabareskrim menutup rekening kami,” ujar Hari.

“Dugaan dana koperasi yang dibekukan sekitar Rp.2,3 triliun, jika koperasi ini dimata OJK, Kementerian Koperasi, Polri, serta instansi lainnya dikatakan bermasalah, tolong peringatkan dan dibimbing, kami siap dibina tetapi jangan dibinasakan,” tegas Hari.

img_20161222_104748

“Berilah kami kepastian soal pembekuan rekening, dan bagaimana nasib penahanan pimpinan kami H.M Yahya dan Iman Santoso, karena hingga saat ini kami tidak bisa berkomunikasi,” kata Hari.

Pemberitaan tentang Koperasi CSI marak pada Januari 2016 dan sudah lama beredar di media massa, isu yang beredar koperasi ini beraktivitas seperti sebuah bank, dan diduga melakukan penggalangan dana hingga money laundering.

Fakta-fakta di lapangan, banyak masyarakat yang berpartisipasi karena iming-iming bunga 5% per bulan, perbedaan dengan koperasi biasa, pemutaran dana anggota melalui mitra PT CSI bekerjasama dengan pialang emas, “Mungkin keuntungan 5% per bulan menjadi daya tarik, bisa jadi OJK dan pihak Pembina koperasi mencermati kami dan puncaknya, pembekuan rekening,” kata Hari, ”

Secara terpisah, Ketua Gerakan Hejo Eka Santosa mengatakan, Puluhan anggota Forkoma KSPPS BMT CSI mendatangi kediamannya di Pasir Impun sebagai anggota koperasi, “Mereka datang ke Bandung untuk mencari keadilan, dan mendatangi legislatif merupakan langkah yang sesuai dengan konstitusi kita,” Kata Eka, “Yang penting, permasalahan ini ditampung, dan dicari segera jalan keluarnya segera,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)