Game Jermania Siap Diluncurkan Goethe Institut

img_20161214_041738

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Goethe-Institut Indonesien bekerja sama dengan Stiftung Digitale Spielkultur dan Asosiasi Game Indonesia siap meluncurkan aplikasi game edukasi yang diberi nama “Jermania”, dan Kementerian Luar Negeri Jerman mendukung penuh proyek pembuatan aplikasi game edukasi ini.

Untuk lebih menjelaskan proyek ini, Goethe-Institut Bandung menggelar Press Conference Jermania, Selasa sore, (13/12/2016), di Perpustakaan Goethe-Institut jalan RE Martadinata Bandung.

Turut hadir penanggung jawab perpustakaan Goethe-Institut Bandung Fita Andrianti, Project Manager Jermania Imansyah Lubis, CFO Nightspade Teddy Pandu Wirawan (Tepan), dan CEO Nightspade Garibaldy Wibowo Mukti (Gerry).

“Game edukasi Jermania merupakan Pilot Project Goethe Institute dengan Kementerian Luar Negeri Jerman,” kata Project Manager Jermania Imansyah Lubis di awal paparannya, “Kita memulai game ini dari nol, yaitu mulai dari scratch,” ujarnya.

img_20161214_041749

Lebih lanjut Imansyah yang juga seorang pengamat komik mengatakan, pihaknya belum mengajak Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kemenkominfo karena menunggu game Jermania menjadi Beta Version.

“Maunya, kita menawarkan project ini pada Bekraf dan Kemenkominfo, tapi nanti setelah game Jermania matang,” kata Imansyah.

Imansyah menegaskan, apabila pihaknya bisa membuat aplikasi game edukasi buat pemerintah Jerman, idealnya hal yang sama bisa dilakukan untuk pemerintah Indonesia.

Mengenai game Jermania, Imansyah menargetkan game ini dapat dimainkan untuk usia 16 hingga 25 tahun, “Supaya mereka tertarik mempelajari budaya Jerman,” ujarnya.

img_20161214_041745

“Jermania adalah Traveling Game, dimana kita harus pergi dari satu tempat ke tempat lain di Jerman, dan menyelesaikan berbagai tantangan,” kata Imansyah.

“Masih banyak yang harus kita kembangkan, dan kita masih mencari finalisasi kompresinya agar game Jermania tidak terlalu berat di-download di Playstore maupun App Store,” kata Imansyah, “Tantangan ketika Initial Workshop, peserta Workshop ingin game Jermania bagus, tapi installernya kecil, padahal hal ini bertentangan,” ungkapnya.

“Tantangan lainnya, Goethe Institut memasang standar tinggi, sehingga kita harus ikut standar Goethe Institut,” ungkap Imansyah, “Mudah-mudahan aplikasi game Jermania diluncurkan secara resmi akhir Maret 2017,” pungkas Imansyah.

Pengembang game Jermania dari Studio Nightspade Garibaldy Wibowo Mukti (Gerry) yang juga CEO Nightspade mengatakan, pihaknya membuat game Jermania lebih bermakna dan tidak anti sosial, “Game yang baik adalah harus ada interaksi sosial,” ujar Gerry.

img_20161214_041741

Sedangkan CFO Nightspade Teddy Pandu Wirawan (Tepan) mengatakan, pihaknya dalam membuat geme Jermania dibantu Developer Game asal Jerman yaitu Moritz Lehr dari Kunst-Stoff Studio dan Linda Kruse dari The Good Evil GmbH, “Jerman terkenal akan Board Game, namun di game Jermania kita mencari Top Five budaya Jerman,” ungkap Tepan.

“Game Jermania memperkenalkan bangunan dan kuliner yang ada di Jerman,” kata Tepan, “Game Jermania mirip game Happy Street dan Small Stret yang ada di Playstore,” pungkasnya.

Penanggung jawab perpustakaan Goethe-Institut Bandung Fita Andrianti mengatakan, Workshop Jermania pernah diadakan di Goethe-Institut Bandung pada 9 Desember 2016, “Sharing Sesion Jermania yang berlangsung hari ini (13/12/2016) diadakan untuk memberikan progress game Jermania pada khalayak umum sekaligus mempertontonkannya,” ujarnya.

“Apabila game Jermania rampung, aplikasi ini akan diperkenalkan di beberapa acara game di Indonesia dan sebuah acara di Jerman pada Februari 2017,” kata Fita, “Aplikasi Jermania akan diluncurkan secara resmi pada Maret 2017,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.