Ajay: Masyarakat Cimahi Tidak Boleh Menganggur

20170212_172959-1

ARCOM.CO.ID ,Cimahi. Calon Walikota Cimahi periode 2017-2022, Ir.H.Ajay Muhammad Priatna, MM mengatakan, masyarakat kota Cimahi seharusnya tidak boleh ada yang menganggur, karena terdapat 470 pabrik berskala besar di kota Cimahi.

Hal ini dikatakan Ajay dihadapan para wartawan, Sabtu, (11/2/2017), di Sekretariat Bersama Ajay-Ngatiyana jalan Raya Barat Cimahi.

“Memang terdapat 470 pabrik besar di Cimahi, namun kebanyakan bukan warga Cimahi yang bekerja di pabrik tersebut,” kata Ajay, “Kita sebagai pasangan no urut 3 akan konsentrasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Cimahi,” tegasnya.

Lebih lanjut Ajay mengatakan, ketika nanti dirinya terpilih menjadi Walikota Cimahi, ia akan segera membentuk Balai Latih Kerja (BLK), “Selama ini di Cimahi tidak ada BLK,” ujarnya.

“Selain itu, saya akan membantu usaha-usaha kecil di Cimahi dengan cara memberikan pinjaman modal,” kata Ajay, “Saya punya program bela beli, sebagai contoh, pengusaha kecil didorong membuat usaha kue basah, dan nantinya Pemkot Cimahi membeli kue basah tersebut untuk pertemuan dan rapat, karena anggaran makan-minum Pemkot Cimahi luar biasa besar,” ujarnya, “Nantinya Pemkot Cimahi tidak lagi membeli kue dari perusahaan besar,” tegasnya.

Ajay mengungkapkan, selama dirinya berkampanye 107 hari bersama Calon Wakil Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, pihaknya tidak melewatkan satu hari pun menyapa masyarakat Cimahi, “Ternyata masyarakat Cimahi semua menginginkan perubahan dan dinasti politik di Cimahi berakhir,” tegasnya.

20170212_173021-1

Mengenai permasalahan narkoba dan minuman keras, Ajay merasa heran, karena selama ini Pemerintah Kota Cimahi gencar mensosialisasikan bahaya narkoba dan minuman keras, namun di Cimahi tidak ada tempat bermain dan lahan terbuka hijau untuk melakukan hal-hal positif, “Oleh karena itu, ketika kami terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, kami akan membeli 15 lokasi untuk lahan terbuka hijau,” tegasnya.

Lebih lanjut Ajay mengatakan, selama ini masyarakat Cimahi mengeluhkan birokrasi yang ruwet bila mengurus KTP, Akte kelahiran, dan IMB, “Ketika terpilih kami akan membuat birokrasi di Pemkot Cimahi simpel tapi benar, dan saya berkomitmen di Cimahi tidak boleh ada lagi korupsi dan pungli,” tegas Ajay.

Mengenai tata ruang di Cimahi, Ajay mengakui Cimahi merupakan kota kecil tetapi padat, “Tata ruang di Cimahi sudah tidak terkendali karena Cimahi kota Urban, seharusnya perumahan di Cimahi di bangun ke atas,” ujarnya, “Pemerintah terdahulu memang kurang fokus di semua bidang, sehingga bila hujan, banjir pasti ada di Cimahi,” ujarnya, “Hingga saat ini saya bingung pemerintah Cimahi terdahulu apa saja yang dikerjakan,” tegasnya.

Ajay menegaskan, bila dirinya terpilih menjadi Walikota Cimahi, pihaknya akan memprioritaskan pendidikan sekolah 12 tahun, “Masyarakat Cimahi akan dibebaskan biaya sekolah selama 12 tahun atau hingga SMA,” tegasnya, “Hal ini dilakukan karena APBD Cimahi lumayan besar yaitu 1,7 triliun,” ujarnya, “Selain itu untuk menghindari pungli di sekolah-sekolah, kami akan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara, khususnya para guru,” ujarnya.

Mengenai identiknya kota Cimahi dengan kota militer, Ajay mengakuinya, “Saya cenderung ke depannya kota Cimahi akan identik dengan Cyber City atau kota pelajar,” tegas Ajay, “Karena Cimahi tidak punya sumber daya alam, dan hanya punya Sumber Daya Manusia (SDM),” ujarnya.

Ajay mengatakan, dirinya bersama Ngatiyana bila terpilih menjadi Walikota Cimahi dan Wakil Walikota Cimahi akan merubah Cimahi menjadi Cimahi Baru, “Nantinya Cimahi Baru akan lebih Agamis, Berbudaya Perilaku, dan perilaku aparatur pemerintahnya berubah,” tegas Ajay.

Di akhir paparannya, Ajay menegaskan pihaknya yakin menang di Pilwalkot Cimahi, karena menurut survei Jaringan Suara Indonesia, selama November 2016 hingga Januari 2017, pasangan nomor urut 3 Ajay-Ngatiyana mengungguli pasangan lainnya. (BRH / A1)