Belasan Wartawan Gadungan ‘Serbu’ West Point Hotel Bandung

20170218_120045-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Belasan orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan atau biasa disebut wartawan gadungan ‘menyerbu’ acara Grand Opening West Point Hotel, Sabtu, (18/2/2017), di jalan Garuda No.63 Bandung.

Walaupun wartawan gadungan tersebut tidak diundang oleh manajemen West Point Hotel Bandung, mereka tetap berani bergerombol dan duduk-duduk di lobi hotel, mereka datang karena melihat karangan bunga dan keramaian di hotel bintang empat tersebut.

Modus wartawan gadungan tersebut adalah berpura-pura mewawancarai manajemen West Point Hotel Bandung secara bergerombol, selanjutnya salah seorang wartawan gadungan memberikan secarik kertas berisi nama-nama media yang sudah tentu fiktif.

Belasan wartawan gadungan tersebut dalam melakukan aksinya, tidak pernah mencantumkan nama, nomor handphone, maupun email di atas kertas, dan hanya menuliskan nama media fiktifnya.

Seusai memberikan kertas kepada manajemen West Point Hotel Bandung, mereka akan terus bergerombol di hotel tersebut dan tidak akan keluar sampai diberi uang oleh pihak manajemen hotel.

Salah satu manajemen hotel West Point Hotel Bandung yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak hotel terpaksa memberikan sejumlah uang kepada gerombolan wartawan gadungan karena mereka terus memaksa, seharusnya pihak hotel memanggil pihak keamanan hotel untuk selanjutnya melaporkan ke Polsek terdekat.

Gerombolan wartawan gadungan ini sudah beroperasi di kota Bandung selama bertahun-tahun dan tidak pernah tersentuh oleh hukum, karena tidak ada satupun pihak yang diperas melapor ke Polisi.

Ke depannya, bagi pihak-pihak yang mengadakan suatu acara di hotel maupun tempat keramaian lainnya, bila diperas oleh gerombolan wartawan gadungan, harus berani melaporkan ke pihak kepolisian, karena bila didiamkan, sudah tentu mereka akan terus mencemarkan profesi wartawan dan jurnalis khususnya di kota Bandung.

Langkah Dewan Pers di tahun 2017 yang melakukan sertifikasi kepada Media dan Wartawan di seluruh Indonesia patut diapresiasi, karena akan membatasi gerak wartawan gadungan dalam melakukan aksi pemerasan. (BRH / A1)

Comments are closed.