Mahasiswa STMIK LIKMI Antusias Sambut FOREXimf.com

20170209_123251

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sebanyak 86 mahasiswa/mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI sangat antusias menghadiri kuliah umum bertajuk, “Trading Forex: Fakta atau HOAX”, yang digelar perusahaan pialang berjangka resmi dari Indonesia PT International Mitra Futures atau biasa dikenal sebagai FOREXimf.com.

Hal ini terungkap saat acara program CSR FOREXimf.com sekaligus kuliah umum tentang pengenalan forex trading kepada mahasiswa, Kamis, (9/2/2017), di Auditorium STMIK LIKMI jalan Ir.H.Djuanda (Dago) Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Head of Market Analyst & Education PT International Mitra Futures (FOREXimf.com) Eko Trijuni, dan Wakil Ketua I STMIK LIKMI Djajasukma Tjahjadi.

“Sejarah perdagangan berjangka pertama kali muncul di Jepang tahun 1697 melalui Dojima Rice Market,” kata Head of Market Analyst & Education PT International Mitra Futures (FOREXimf.com) Eko Trijuni di awal paparannya.

Lebih lanjut Eko mengungkapkan, tahun 1848 Chicago Board of Trade (CBOT) didirikan setelah para petani menghasilkan produk pertanian yang melimpah, “Sedangkan di Indonesia, bursa berjangka yang pertama adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang didirikan 19 Agustus 1999 dan diresmikan tanggal 2 September 1999,” ujarnya.

“Fungsi Perdagangan berjangka adalah tempat memperdagangkan kontrak berjangka, Price Discovery, Lindung Nilai (Hedging), dan pemutaran modal atau Spekulasi,” kata Eko di hadapan mahasiswa.

Eko mengatakan, platform perdagangan berjangka ada dua, yaitu, Online Trading (di mana saja, via Desktop atau Smartphone, transaksi dua arah, Leverage 1:100, 24 jam sehari, 5 hari seminggu), dan konvensional (harus datang ke tempat transaksi, tidak ada Leverage, waktu transaksi terbatas).

20170209_104930

Eko pun tidak lupa memberikan tips sukses trading kepada para mahasiswa, “Tips Sukses Trading diantaranya, pelajari bisnisnya, pelajari tekniknya, pelajari analisanya, kenali resiko dan peluangnya, buat perencanaan, terapkan risk management & money management, dan disiplin,” tegas Eko.

Eko pun mengingatkan mahasiswa agar mewaspadai investasi bodong, “Modus investasi bodong diantaranya, Janji keuntungan fantastis, tidak menjelaskan resiko, perusahaan tidak terdaftar dan tidak mendapat izin dari OJK maupun Bappebti, menggunakan skema piramida/ponzi, dan kalian diminta merekrut nasabah dan dijanjikan bonus perekrutan,” ungkap Eko di akhir kuliah umum.

Dalam wawancara dengan para awak media, Eko mengatakan dalam kuliah umum ini, FOREXimf.com dan STMIK LIKMI bekerja sama untuk memberikan edukasi pada mahasiswa tentang perdagangan berjangka komoditi, “Kita memberi penjelasan mengenai resiko penipuan investasi bodong, serta memberikan penjelasan bagaimana bertransaksi perdagangan berjangka yang benar,” kata Eko.

“Dari data yang FOREXimf.com miliki, banyak mahasiswa yang tertarik, bahkan sudah melakukan aktivitas trading,” kata Eko, “Namun masih banyak pula mahasiswa yang sama sekali belum mengenal bisnis forex trading,” ujarnya.

“Salah satu tujuan FOREXimf.com datang ke kampus STMIK LIKMI adalah memberikan edukasi dan informasi yang benar supaya para mahasiswa tidak terjerumus ke penipuan berkedok forex trading,” tegas Eko.

Eko menambahkan, yang paling banyak menyedot perhatian mahasiswa adalah peluang keuntungan forex trading, “Karena bagi mahasiswa forex trading dapat menjadi salah satu alternatif bisnis,” kata Eko, “Karena sekarang banyak mahasiswa yang mulai terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Mengenai maraknya kembali investasi bodong di Indonesia, Eko mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu bukti ternyata informasi yang sampai ke masyarakat tentang investasi dan forex trading masih banyak yang belum optimal, “Masih banyak masyarakat yang mudah tergiur keuntungan yang sangat besar,” ungkap Eko.

20170209_124052-1

“Dengan adanya edukasi forex trading yang rutin dilakukan FOREXimf.com, mudah-mudahan masyarakat tidak mudah tertipu oleh investasi bodong,” kata Eko,

Eko pun mengakui saat ini mahasiswa STMIK LIKMI belum banyak yang terlibat di perdagangan forex maupun saham, “FOREXimf.com berharap forex trading dapat dikenal secara luas terutama para mahasiswa, jangan sampai mahasiswa melakukan transaksi forex di tempat yang tidak semestinya atau dengan broker ilegal,” tegas Eko.

Di akhir wawancara Eko mengungkapkan, biasanya yang ikut forex trading adalah mahasiswa tingkat akhir, karena batasan umur ikut forex trading adalah berusia 21 tahun, “Ada harapan forex trading menjadi mata kuliah di kampus-kampus di Indonesia,” pungkas Eko.

Wakil Ketua I STMIK LIKMI Djajasukma Tjahjadi mengatakan, acara pengenalan forex trading yang diadakan FOREXimf.com di STMIK LIKMI sangat baik, karena menambah wawasan para mahasiswa khususnya di bidang forex trading.

“Selain memperluas wawasan mahasiswa, juga untuk mengetahui dan menyikapi dunia investasi, karena saat ini di masyarakat banyak investasi bodong,” kata Djajasukma, “Dengan adanya acara ini, membuat kita lebih bijak menyikapi investasi, selain itu mahasiswa STMIK LIKMI yang nantinya telah lulus dapat menginvestasikan dana yang mereka peroleh dari profesi masing-masing dengan bijak,” ujarnya.

“Kuliah umum forex trading memang belum pernah diselenggarakan disini sebelumnya, dan kami berharap mahasiswa STMIK LIKMI bisa bertambah wawasannya dan lebih bijak menentukan keputusan investasi di masa depan,” pungkas Djajasukma.

Mahasiswi STMIK LIKMI semester delapan Christine mengatakan, manfaat kuliah umum forex trading cukup banyak dan menambah wawasan para mahasiswa, “Acara seperti ini harus sering diadakan, karena informasinya sangat berguna bagi mahasiswa,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.