West Java Travel Mart 2017 Butuh Dana Setengah Miliar

20170312_141254

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Event pariwisata West Java Travel Mart (WJTM) 2017 yang akan dilaksanakan, (12-14/5/2017), di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka oleh Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kordinator Wilayah III DPD Jawa Barat ternyata masih membutuhkan dana setengah miliar rupiah atau sekitar Rp.558 juta.

Hal ini terungkap saat Konferensi Pers WJTM 2017, Minggu, (12/3/2017), di Grand Pasundan Convention Hotel jalan Peta Bandung.

Turut hadir, Ketua Panitia WJTM 2017 Agung Harisucipto, Penasehat WJTM 2017 Deasz Alexandrie, Penanggung jawab WJTM 2017 Taufik Hidayat, dan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan kota Bandung Pagat Risjanwar.

“Target peserta West Java Travel Mart (WJTM) 2017 yaitu 75 Seller pelaku wisata domestik, 25 Seller pelaku wisata internasional, dan 200 Buyer Travel Agent Domestic & International yang berpotensi,” kata Penanggung jawab WJTM 2017 Taufik Hidayat di awal paparannya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, WJTM 2017 akan mendatangkan Buyer dari Singapura, Malaysia, dan Thailand, “Sedangkan tujuan WJTM 2017 adalah memperkenalkan potensi wisata yang ada di Jawa Barat khususnya di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka,” kata Taufik, “Diharapkan tempat wisata tersebut menjadi destinasi wisata baru dan menambah PAD daerah masing-masing,” ujarnya.

Di akhir paparannya Taufik mengungkapkan, mengingat Event WJTM 2017 mengundang pelaku wisata domestik dan internasional serta mengajak banyak masyarakat untuk menonton, maka dibutuhkan dana yang sangat besar, “Kami membutuhkan dana sebesar setengah miliar atau sekitar 558 juta rupiah,” pungkas Taufik.

Ketua Panitia WJTM 2017 Agung Harisucipto mengatakan, penyelenggaraan WJTM telah memasuki tahun kedua, “Acara ini dibuat memang untuk mengembangkan wisata yang ada di wilayah III Cirebon, yang nantinya akan menjadi tempat pemberhentian ketika pembangunan Bandara International Jawa Barat (BIJB) selesai,” kata Agung.

Agung mengatakan, salah satu rangkaian WJTM 2017 adalah Caruban Carnival, “Carnival ini mengangkat seni di wilayah Cirebon, bahkan The Caruban Carnival sudah diadakan tiga kali,” ujarnya, “Kami ingin The Caruban Carnival di Cirebon Booming dan sama seperti Festival Jember serta Festival Banyuwangi,” tegasnya.

Penasehat WJTM 2017 Deasz Alexandrie (Alex) yang juga Ketua ASPPI DPD Jabar mengatakan, WJTM 2017 merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu, “Mengapa kami memakai nama West Java karena kami mengundang Buyer dari luar negeri, selain itu agar terhindar dari friksi,” tegasnya.

Lebih lanjut Alex mengatakan, pihaknya selain mengundang Buyer dari Singapura, Malaysia, dan Thailand, juga akan mengundang Buyer dari Skandinavia.

Mengenai mengapa WJTM 2017 diadakan di Jawa Barat wilayah timur, menurutnya karena BIJB akan hadir, “BIJB sangat fenomenal dan masyarakat disana sangat mendukung,” tegasnya.

“Ke depannya WJTM 2017 akan berlangsung di tempat lain, dan sepertinya Subang sudah siap mengadakan WJTM untuk dua tahun ke depan,” pungkas Alex.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan kota Bandung Pagat Risjanwar mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan men-support WJTM 2017, “Karena memang sudah waktunya kita mempromosikan obyek-obyek wisata yang ada di Jawa Barat dan jangan dibatasi wilayah,” ujarnya.

“Mari bersama-sama mempromosikan wisata Jawa Barat hingga ke Eropa dan Amerika, karena saat ini wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih didominasi oleh wisatawan Asia,” kata Pagat.

Pagat berharap, kegiatan WJTM 2017 dapat menyatukan semua pelaku wisata yang ada di Jawa Barat, “Jabar pariwisatanya harus maju, dan kota Bandung terkadang iri karena daerah lain punya wisata alam, sedangkan kota Bandung hanya punya wisata perkotaan,” ungkapnya.

“Kota Bandung harus bisa menjual wisatawan untuk berkunjung ke Cirebon namun belanjanya di kota Bandung, yang penting saling menguntungkan,” pungkas Pagat.

Peserta yang akan menghadiri acara West Java Travel Mart (WJTM) 2017 diantaranya Travel Owner domestik maupun Internasional atau biasa disebut dengan buyer, ke depannya para buyer akan mempromosikan segala potensi wisata yang sudah diperkenalkan di acara West Java Travel Mart (WJTM) 2017.

Pelaku wisata lokal daerah
(Cirebon, Majalengka, Kuningan) dapat berperan juga sebagai Seller untuk mempromosikan produknya, sehingga menjadi peluang bisnis bagi keduanya (Buyer dan Seller).

Di samping untuk mempertemukan Buyer dan Seller, West Java Travel Mart (WJTM) 2017 dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun jaringan kerja Domestic Tour, Inbound Domestic, serta Inbound Mancanegara, sehingga terjadi Travel Exchange. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.