Goethe-Institut Berdayakan Pengembang Game Indonesia Lewat Jermania

20170322_171905

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Goethe-Institut Indonesien dan Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman memberdayakan pengembang game asal Indonesia Nightspade dalam pembuatan aplikasi edukatif wisata virtual bertajuk, “Jermania”.

Hal ini terungkap saat peluncuran secara resmi App Edukasi “Jermania”, Rabu, (22/3/2017), di Goethe-Institut Bandung jalan RE Martadinata.

Turut hadir dalam peluncuran ini, Direktur Goethe-Institut Asia Tenggara Heinrich Blomeke, Wakil Direktur Goethe-Institut Bandung Lisa Huber, Deputy Head of Mission Barkeling Hendrik, Project Manager Jermania Imansyah Lubis, dan CFO Nightspade Teddy Pandu Wirawan.

“Pembuatan App Edukasi Jermania merupakan keinginan dari Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman,” kata Project Manager Jermania Imansyah Lubis saat sesi Press Conference, “Jermania merupakan Pilot Project, dan akan ada proyek lanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut Imansyah mengatakan, Jerman membuat aplikasi edukasi Jermania dalam rangka menyebarkan budaya Eropa, “Tahun 2017 merupakan tahun penyebaran budaya Eropa ke seluruh dunia,” ujarnya, “Pemerintah Jerman yang mendanai, dan media yang dipilih adalah Game,” ungkapnya.

Mengenai aplikasi Jermania, Imansyah mengungkapkan, sementara ini Jermania hanya bisa didownload Smartphone region Indonesia, “Pengembangan Jermania di mulai di kota Bandung, dan rencananya akan Expand ke kota-kota lain,” ujarnya.

20170322_172500

Di akhir paparannya Imansyah mengungkapkan pemerintah Jerman meminta agar aplikasi Jermania memakai bahasa Indonesia, “Padahal kami sudah siap dengan modul bahasa Sunda,” pungkas Imansyah.

Gaming Jermania merupakan kerja kolaboratif Goethe-Institut Indonesien sebagai inisiator proyek, Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman sebagai penyokong dana, Nightspade sebagai pengembang game asal Indonesia, dan Studio kunst-stoff dan Good Evil sebagai pengembang game asal Jerman.

Gaming Jermania mengajak generasi muda Indonesia yang berminat pada bahasa dan budaya Jerman untuk berwisata virtual di beberapa kota di Jerman seperti, Berlin, Dresden, Freiburg, Cologne, dan Stuttgart.

Pemain Gaming Jermania diajak untuk melihat karnaval di Jerman, mengunjungi Brandenburger Tor, memotret gedung-gedung bersejarah, dan bermain memotong Currywurst, selain itu akan ada mini game yang dapat melatih bahasa Jerman para pemain Jermania.

Gaming Jermania sendiri sudah dapat didownload di Google Play dan Apple Store, dan pemain dengan skor tertinggi akan mendapatkan kursus bahasa Jerman selama satu semester di Goethe-Institut Bandung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI sudah seharusnya membuat game seperti Jermania untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata di Indonesia, Kemenpar harus bergerak cepat menghubungi para pengembang game asal Indonesia, sebelum mereka sibuk membuat game edukasi wisata virtual pesanan negara lain. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.