Kafe Kupu-Kupu Lembang Hadir Dengan Konsep Unik

20170325_142201-1

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung Barat. Akhirnya di kawasan Lembang telah hadir “Kafe Kupu-Kupu Lembang” yaitu Kafe dengan konsep unik dan memiliki spot terbaik untuk melakukan “Selfie” atau swafoto.

Pembukaan (Opening) Kafe Kupu-Kupu Lembang berlangsung, Sabtu siang, (25/3/2017), di Jalan Kolonel Masturi No 249 KM 11.

Turut hadir, Pemilik (Owner) Kafe Kupu-Kupu Lembang Sri Pujianti, Operasional Manager Kafe Kupu-Kupu Lembang Selly Guntari, dan Arsitek Kafe Kupu-Kupu Lembang Aryo Mahardika.

“Sewaktu kita diminta untuk mendesain Kafe Kupu-Kupu Lembang, struktur dan tiang sudah ada terlebih dahulu,” kata Arsitek Kafe Kupu-Kupu Lembang Aryo Mahardika dalam sesi wawancara, “Kami diminta Owner Kafe Kupu-Kupu Lembang untuk membuat eksterior, interior, dan furniture,” ujarnya.

20170325_142254

Aryo yang merupakan lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS) mengungkapkan, sementara ini Kafe Kupu-Kupu Lembang baru menggunakan satu lantai, “Ke depannya lantai dua akan dipergunakan, tinggal menunggu persetujuan Owner,” ujarnya.

Mengenai kapasitas pengunjung, Aryo mengatakan Kafe Kupu-Kupu Lembang mampu menampung 50 pengunjung, “Nantinya setelah lantai dua dibuka Kafe ini bisa menampung 90 pengunjung,” kata Aryo.

Mengenai konsep, Aryo menjelaskan, Bangunan Kafe Kupu-Kupu Lembang mengambil konsep kupu-kupu, “Kita ambil pola-pola dari sayap kupu-kupu,” ungkapnya. “Tampak depan kafe ini berbentuk sayap kupu-kupu yang lebih disederhanakan,” ujarnya.

“Sayap kupu-kupu bila di Zoom akan terlihat bintik kecil-kecil, konsep inilah yang kita ambil untuk interior,” kata Aryo, “Kami menggantung Polycarpe berwarna biru dan coklat, sehingga terlihat seperti sisik sayap kupu-kupu,” ujarnya, Interior kafe ini bisa dikatakan metaforanya kupu-kupu,” kata Aryo.

20170325_142003

“Untuk eksterior kami memberi warna hijau, karena kami ingin menjadikan Kafe Kupu-Kupu Lembang lebih rimbun dan segar,” kata Aryo.

“Untuk material interior, kami menggunakan papan kayu Re-use dari peti kemas, sehingga suasananya terlihat natural,” ujar Aryo.

“Kami juga berkolaborasi dengan seniman mural,” ungkap Aryo, “Mereka membuat konsep mural kupu-kupu, dengan menggambar pola, dan lekuk kupu-kupu,” kata Aryo.

Aryo menegaskan, di tempat lain tidak ada kafe yang menggunakan konsep kupu-kupu seperti Kafe Kupu-Kupu Lembang, “Orang-orang yang lewat dipastikan akan tertarik melihat Kafe Kupu-Kupu Lembang, karena adanya teknik Shading di bagian luar, sehingga bangunan kafe terlihat mengkilat,” ujarnya.

Di akhir paparannya Aryo mengatakan, di tahun 2017 trend bangunan kafe tidak bisa ditebak, “Tetapi ke depannya, orang-orang lebih senang berkunjung ke kafe yang mudah difoto, dan banyak tempat yang bagus untuk spot foto,” pungkas Aryo. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.