Dubes Yuddy Chrisnandi Dukung Eka Santosa di Pilgub Jabar 2018

20170326_125044

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Kiev-Ukraina Yuddy Chrisnandi mengikuti langkah Sesepuh Jawa Barat Solihin GP mendukung Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018

Hal ini terungkap saat acara, “Ngajajap Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI di Kiev-Ukraina Yuddy Chrisnandi, Minggu, (26/3/2017), di Bale Gede Julang Ngapak Kawasan Ekowisata Alam Santosa Pasir Impun Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Saat ini hutan-hutan di Jawa Barat banyak dijadikan Apartemen, Villa, dan perumahan, maka tidak heran bila banjir terjadi,” kata Yuddy Chrisnandi saat sesi Press Conference, “Gubernur Jawa Barat yang akan datang harus punya komitmen kepada lingkungan dan selaras dengan relawan Gerakan Hejo,” ujarnya.

Lebih lanjut Yuddy mengatakan, Gubernur Jabar mendatang harus punya komitmen kesundaan, “Orang yang terpanggil dengan amanat Sunda akan saya dukung,” tegasnya.

Secara tersirat, Yuddy mendukung keputusan Sesepuh Jawa Barat Solihin GP memilih Eka Santosa menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, “Saya akan mengikuti langkah Kakek saya Solihin GP,” ujarnya.

Mengenai kriteria Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Yuddy mengatakan Cagub Cawagub harus nyunda dan harus Sunda beneran,”Calon Gubernur mutlak harus orang Sunda,” tegasnya, “Calon Gubernur sebaiknya paling nyantri dan takut kepada sang pencipta,” ujarnya.

20170326_125015

“Calon Gubernur jangan mengandalkan pencitraan, tetapi harus memiliki konsep, komitmen, dan mengikuti proses,” kata Yuddy, “Calon Gubernur jangan hanya ingin berkuasa di Gedung Sate, tetapi harus mengabdi pada rakyat.

Yuddy menegaskan Calon Gubernur Jabar harus bisa membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS), Concern infrastruktur, dan mengerti tata kelola pemerintahan, “Calon Gubernur Jabar Jangan sembarangan memberi ijin hotel dan apartemen,” tegasnya.

Yuddy mengungkapkan, hanya orang Sunda yang bisa menyelamatkan wilayahnya, “Partai Politik harus memperhatikan kebutuhan rakyat dan wilayah Jabar, jangan hanya ingin berkuasa dan ingin punya akses,” kata Yuddy.

Yuddy mengakui saat ini di Indonesia sedang berlangsung rezim kepartaian, “Sebaiknya Ridwan Kamil dan Eka Santosa mencari partai politik sebagai kendaraan di Pillgub Jabar,” kata Yuddy, “Namun apabila partai politik penuh dengan tipu muslihat, jalan terakhir adalah jalur independen.

“Jalur independen liku-likunya memang berat, karena bila ditemukan KTP palsu, maka Calon Gubernur dari jalur independen bisa gugur,” kata Yuddy, “Jadi saran saya buat Eka Santosa, segera berkomunikasi dengan partai politik,” pungkas Yuddy.

Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa menegaskan, dirinya siap maju menjadi Bakal Calon Wa­kil Gubernur Jawa Barat mendampingi Bakal Calon Gub­ernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diusung Partai Nasdem, “Saya ditugaskan Solihin GP untuk beberes Jawa Barat,” kata Eka.

20170326_125108

“Saya sangat menghormati Partai Nasdem yang mengusung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat,” kata Eka, “Tetapi mungkin hal tersebut bukanlah inisiatif dari Ridwan Kamil, dan Ridwan Kamil tidak bisa menolak setelah diusung Partai Nasdem menjadi Calon Gubernur Jawa Barat,” ujarnya.

“Majunya Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar merupakan bentuk dukungan masyarakat,” kata Eka, “Saya maju mencalonkan diri menjadi Jabar 2 adalah untuk menguatkan Ridwan Kamil,” ujarnya.

Eka menegaskan, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat bukanlah untuk menjadi petugas partai politik, “Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.

“Saya akan terus menjalin komunikasi secara personal maupun lembaga dengan pengurus PDIP,” kata Eka, “PDIP saya harap bisa menjadi kendaraan partai politik saya untuk maju di Pilgub Jabar,” ujarnya, “Apabila PDIP memberi restu, maka saya akan siap, karena PDIP merupakan partai politik terbuka dan ruhnya pergerakan masyarakat,” tegasnya.

“Agenda saya ke depan adalah menata Jawa Barat, menangani desa-desa, dan kultur lingkungan,” ungkap Eka, “Sedangkan Ridwan Kamil nantinya menjalin hubungan dengan pemerintah pusat, dan luar negeri,” pungkasnya.

Eka Santosa saat ini memilih menjadi aktivis lingkungan di Gerakan Hejo, dan gencar membahas berbagai permasalahan seperti Sungai Citarum, Hutan di Jawa Barat, isu lingkungan, dan yang terbaru fenomena banjir menahun di jalan Rancaekek yang diakibatkan oleh Pabrik Kahatex. (Bagoes Rinthoadi)