Landscape Indonesia Analisa Strategi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

20170415_150854-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Landscape Indonesia sebagai Terasnya Politik Anak Muda menggelar Diskusi Dwi Mingguan Pilgub Jabar 2018 bertajuk, “Memperkuat Identitas Politik Lokal Jawa Barat”, Sabtu, (15/4/2017), di Cafe Armor Piset Square Mall jalan Pelajar Pejuang Bandung.

Turut hadir, Adiyana Slamet (Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik), Bubun Bunyamin (Filosofi Politika), Soeryawan Masangang (Direktur Puskerda), Syahri Achyan Tanjung (Direktur Pendidikan Politik Landscape Indonesia), Saca Suhendi (Ketua DPD KNPI Jabar), dan Asep Komarudin (Direktur Eksekutif Landscape Indonesia).

“Terjunlah ke dunia politik karena kita bisa hidup di sana,” kata Direktur Pusat Kerja Untuk Pusat dan Daerah (Puskerda) Soeryawan Masangang di awal diskusi, “Masuk ke pihak yang menang atau pihak yang kalah merupakan suatu pilihan, tapi yang pasti pihak yang kalah akan puasa selama lima tahun,” ujar Soeryawan.

Lebih lanjut Soeryawan mengatakan, di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018, pihaknya menganalisa terdapat pasangan Gubernur yang akan dibiayai oleh pihak berkuasa saat ini dengan kekuatan uang sangat besar, “Saya analisa Ridwan Kamil pada akhirnya akan berpasangan dengan calon dari PDI Perjuangan,” kata Soeryawan.

“Selanjutnya, Bupati Purwakarta di Pilgub Jabar 2018 akan berpasangan dengan calon dari Partai Golkar, sedangkan Deddy Mizwar akan berpasangan dengan Netty Heryawan,” ungkap Soeryawan.

Lebih lanjut Soeryawan mengungkapkan tidak mungkin Ridwan Kamil berpasangan dengan Dedi mulyadi, tetapi ada kemungkinan terjadi bila ada campur tangan Megawati dan deal-deal politis, “Apabila Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar dan Deddy Mulyadi sebagai Calon Wakil Gubernur Jabar menang, saya analisa, ketika Pemilihan Presiden RI, Ridwan Kamil ditarik ke Jakarta menjadi Wakil Presiden berpasangan dengan Joko Widodo, maka akhirnya Dedi Mulyadi naik menjadi Gubernur Jawa Barat menggantikan Ridwan Kamil,” tegas Soeryawan.

“Saat ini semua survei Pilgub Jabar 2018 memunculkan Ridwan Kamil di posisi teratas,” kata Soeryawan, “Yang pasti di semua acara PDI Perjuangan dipastikan Ridwan Kamil hadir,” ungkapnya.

“Selain itu DPP Partai-Partai di Jakarta menentukan rekomendasi semua gubernur di Indonesia, karena DPP Partai sudah mengamati di semua lini, analisa saya PDIP akan bergabung dengan Hanura mendukung Ridwan Kamil,” ungkap Soeryawan.

“Namun saya menyoroti partai-partai yang selalu menanyakan berapa kemampuan uang calon Gubernur,” kata Soeryawan, “Visi misi nomor dua, yang penting uang, jadi Indonesia belum dikatakan sejahtera apabila politik uang masih bermain,” ungkap Soeryawan.

“Pastinya saat ini ada tiga tokoh nasional di Indonesia, yaitu Joko Widodo, Prabowo, dan Ridwan Kamil,” pungkas Soeryawan.

Direktur Pendidikan Politik Landscape Indonesia Syahri Achyan Tanjung mengungkapkan, saat Pilpres 2009 terjadi Tsunami Politik dengan kehadiran Partai Demokrat yang bukan siapa-siapa menjadi partai yang luar biasa, “Sedangkan di tahun 2014 terjadi kejutan politik,” ujar Achyan, “Banyak imbasnya kejadian tersebut ke daerah-daerah, contohnya terjadi ironi demokrasi ketika ada tukang ojek menjadi anggota legislatif,” pungkasnya.

Direktur Eksekutif Landscape Indonesia Asep Komarudin mengatakan, saat ini Bakal Calon Gubernur Jawa Barat membutuhkan dana sebanyak Rp.20 miliar, “Maka dipastikan setiap Bakal Calon Gubernur terdapat kapitalis di belakangnya, karena seorang bakal calon Gubernur harus bertemu dengan pemilik modal,” ungkap Asep.

“Maka ketika Pemilihan Gubernur Jabar usai, pembangunan bukan untuk masyarakat, tetapi untuk pemilik modal,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep mengatakan, Landscape Indonesia bukanlah lembaga riset, “Kita muncul di tahun 2013 karena keprihatinan, walaupun anggota Landscape Indonesia berbeda partai politik,” ungkap Asep.

“Landsacape Indonesia muncul karena adanya kegelisahan dengan hasil riset yang ada di media-media,” kata Asep, “Saat ini politik di negara kita sudah tidak rasional lagi,” ujarnya.

“Pada bulan Mei 2017, Landscape Indonesia akan menerbitkan rilis terbaru tentang Pilgub Jabar 2018, dan yang pasti Landscape Indonesia bukan pro Ridwan Kamil,” pungkas Asep.

Adiyana Slamet dari Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik mempertanyakan, mengapa Ridwan Kamil cepat-cepat melakukan deklarasi bersama Partai Nasdem, karena dipastikan RK bergabung dengan PDI Perjuangan, “Sinyal yang terjadi adalah di samping Gedung Merdeka (Cikapundung) diubah menjadi jalan Ir.Soekarno, dan RK pernah mengunjungi makam Bung Karno,” pungkas Adiyana.

Ketua DPD KNPI Jawa Barat Saca Suhendi mengatakan, banyak tokoh asal Jawa Barat yang bagus pengetahuan politiknya, tetapi hingga saat ini sulit menjadi pemimpin di Jawa Barat maupun Nasional, “Saat ini menjadi pemimpin cukup memakai amplop, maka saran saya jangan memilih Pemimpin sesaat,” pungkas Saca. (Bagoes Rinthoadi)