Andra Semesta: Lukisan Saya Terinspirasi Vincent Van Gogh

andra1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Seniman beraliran Ekspresionisme Abstrak Andra Semesta mengatakan, lukisan-lukisan yang dibuatnya banyak  terinspirasi dari pelukis kelas dunia Vincent Van Gogh.

Hal ini dikatakan Andra Semesta seusai Press Conference Pameran Tunggal “Mind Reflection”, Art Exhibition by Andra Semesta, Kamis, (27/4/2017), di Lawangwangi Creative Space jalan Dago Giri Bandung, turut hadir Kurator dari Ruang Kolaborasa Galih Sedayu.

“Pameran lukisan “Mind Reflection” yang berlangsung 27 April hingga 2 Mei 2017 di Lawangwangi banyak berhubungan dengan musik,” kata Andra Semesta di awal wawancara, “Setiap insipirasi dan visualisasi yang saya dapatkan akan saya gambarkan,” ujarnya.

“Salah satu proyek melukis yang paling natural adalah saat saya mendengarkan musik, karena bentuk dan warna yang timbul akan terlihat sangat ekspresif,” kata Andra Semesta.

Lebih lanjut Andra Semesta mengatakan, Pameran lukisan “Mind Reflection” merupakan pameran tunggalnya yang ketiga, “Pameran sebelumnya berlangsung di Jakarta, sedangkan pameran ini pertama kali diadakan di Bandung, dan saya akan memamerkan 71 karya lukisan,” ujarnya.

Andra Semesta mengatakan, dirinya mulai mendalami melukis sambil mendengarkan musik sejak 2010, “Pada saat itu diri saya penuh emosi dan akhirnya saya salurkan lewat lukisan,” kata Andra Semesta.

“Ketika saya merasa sedih, dan hati sedang bergejolak maka akan terobati salah satunya ketika saya mendengarkan Album Weezer berjudul “Pinkerton”, kata Andra Semesta, “Saya sangat merasakan apa yang dipancarkan album-album musik yang saya dengarkan ketika melukis, dan saya akan mengekspresikannya lewat kanvas, karena kedalaman pikiran menjadi suatu keindahan di atas kanvas,” tegasnya.

Andra Semesta mengungkapkan dirinya banyak mendengarkan musik Rock, Folk, Alternative, dan eksperimental, “Sebenarnya musik Indonesia juga bisa saya dengarkan seperti Maliq & D’Essentials dan Mocca, yang penting saya suka musik tersebut,” ujarnya.

andra2

Mengenai banyaknya orang yang membandingkan dirinya dengan pelukis dunia Vincent Van Gogh, Andra Semesta mengatakan, dirinya memang menyukai lukisan-lukisan Vincent Van Gogh, “Jadi ketika ada yang membandingkan saya dengan Van Gogh adalah suatu hal yang membanggakan, karena Van Gogh memang menginspirasi karya kesenian¬† saya,” ujarnya.

“Vincent Van Gogh lebih figuratif, dan sebenarnya saya secara teknik lebih ter-Connect dengan pelukis Wassily Kandinsky dari Rusia, karena Kandinsky melukis Abstrak sambil mendengarkan musik juga seperti saya,” tegasnya.

“Tapi yang pasti Lukisan Van Gogh memang memberikan inspirasi dan sangat hebat, seperti lukisan Van Gogh berjudul “The Starry Night” yang gejolak warna dan Force of Naturenya dapat Van Gogh transfer ke dalam lukisan,” kata Andra Semesta.

Andra Semesta mengatakan, secara teknikal lukisannya  beraliran Ekspresionisme Abstrak yang terinspirasi oleh musik.

“Proyek yang saya kerjakan saat ini adalah Music Mandalas dan berhubungan dengan konsep lingkaran, “Melukis lingkaran bagi saya lebih natural, karena sisi lingkaran tidak ada angle dan lebih terpusat,” kata Andra Semesta, “Saya juga suka filosofi mandala yaitu lambang alam semesta dan Cycle of the Universe,” ujarnya.

Kurator dari Ruang Kolaborasa Galih Sedayu mengatakan, Andra Semesta sudah sejak lama memuja musik dan bahkan terhubung intim dengan musik, “Musik menjadi jendela ide dan sahabat sejati bagi Andra Semesta,” kata Galih, “Musik selalu menemani Andra Semesta berkarya dalam setiap sapuan kuas di atas kanvas,” ujarnya.

“Karya-karya lukis Andra Semesta yang cenderung abstrak, ekspresif dan penuh warna, dihasilkan berkat kemampuan sinestesia, himpunan nada dan suara yang Andra dengar dari sebuah lagu,” pungkas Galih.

Andra Semesta sebelum berpameran di Bandung, telah mengadakan pameran tunggal di Jakarta, yaitu Mandala: Visualisasi Musik di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (22-29/5/2015), dan Pameran Tunggal “Peleburan Rupa, Nada dan Kata” di Cemara 6 Galeri (29/3 – 11/4/2016). (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.