NuArt Sculpture Park Gelar Bandung Drawing Festival 2017

20170420_173429

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pembukaan Bandung Festival Drawing 2017 akhirnya digelar, Kamis, (20/4/2017), di NuArt Sculpture Park jalan Setraduta Raya No. L-6 Sarijadi Bandung, Festival ini berlangsung (20/4 – 5/7/2017).

Turut hadir, Pemilik NuArt Sculpture Park Nyoman Nuarta, Seniman Tisna Sanjaya, Exhibition Curated Rikrik Kusmara, dan Weekend Programs Curated Angga Atmadilaga.

“Bandung Festival Drawing diadakan karena saya punya ambisi untuk membuat even Drawing di kota Bandung,” kata Exhibition Curated Rikrik Kusmara di awal paparannya, “Dua tahun yang lalu saya pernah mendatangi Taman Budaya Jawa Barat untuk mencoba melakukan kerjasama kegiatan ini, tapi banyak kendala teknis sehingga tidak jadi,” ungkapnya, “Saya juga pernah mendiskusikan dengan Galeri Nasional Indonesia tapi tidak terlaksana dengan baik,” ujarnya.

“Pada perkembangannya saya bertemu dengan Angga, dan di tahun 2016 bertepatan dengan dibukanya NuArt Sculpture Park, saya melihat ternyata ada Museum dan Galery, dan akhirnya saya bebincang dengan Nyoman Nuarta tentang acara Bandung Festival Drawing, ternyata Nyoman Nuarta Concern dengan ruang publik budaya, karena agar masyarakat bisa mengakses kegiatan budaya,” ungkap Rikrik.

“Selanjutnya saya dan Angga bersepakat membuat Festival Drawing, memang bibitnya sudah ada, tapi acara ini merupakan yang pertama kali, dan diadakan dengan skala yang lebih besar,” kata Rikrik.

Lebih lanjut Rikrik mengatakan, dirinya bersama teman-teman seniman dan NuArt berharap kegiatan Bandung Festival Drawing 2017 bisa menjadi kegiatan tahunan dan menjadi kegiatan unggulan Kota Bandung, “Saya pernah bekerja beberapa kali dengan Bekraf, dan mereka selalu bertanya, apa kegiatan besar yang bisa diunggulkan di Kota Bandung,” ungkap Rikrik.

“Mengenai konten kegiatan ini, sebenarnya Drawing sangat sederhana, karena setiap orang pernah menggambar sejak Sekolah Dasar hingga dewasa,” kata Rikrik, “Kuncinya adalah, apa yang coba saya sodorkan di acara Bandung Drawing ini bisa di bawa ke publik secara luas,” tegasnya.

20170420_172951

Rikrik menjelaskan, dalam dunia seni rupa, menggambar disebut Drawing karena ada pendekatan teknik dan material, “Inilah yang membuat Drawing menjadi menarik,” kata Rikrik.

“Drawing memiliki kelugasan, karena dapat mengungkapkan bahasa dengan gambar,” kata Rikrik, “Drawing berkembang oleh pelaku kreatif dan profesional menjadi output yang berdimensi kompleks secara kultural,” ujarnya.

“Di acara ini saya ingin menunjukkan pelebaran Drawing, mulai dari pendekatan sederhana yaitu dengan membawa pensil, ballpoint, dan kertas, hingga turunan yang lebih jauh,” kata Rikrik, “Selain pameran, akan ada varian Drawing, sketsa, pembuatan komik, Live Drawing, dan Digital Drawing,” ungkapnya.

“Harapan kami di acara ini adalah, publik bisa melihat dimensi Drawing, dan anak-anak terinspirasi, sehingga menimbulkan gagasan baru, dan perspektif wacana Drawing di Indonesia maupun dunia,” pungkas Rikrik.

Beragam kegiatan dan karya-karya yang ditampilkan di Bandung Festival Drawing 2017 diharapkan mendorong diskusi, reinterpretasi, inspirasi, dan produktivitas, sehingga diharapkan menjadi titik berangkat bagi pelaku profesional maupun publik luas menemukan celah-celah potensi drawing.

Seniman drawing yang berpartisipasi di acara Bandung Festival Drawing 2017 diantaranya, Ahdiyat Nur Hartata, Aliansyah Chaniago, Andreas Camelia, Anton Susanto, Averroes, Cinanti Astria Johansjah, Dede Wahyudin, Deden Sambas, Dikdik Sayahdikumullah, Freddy Sofyan, Gangga Saputra, Indah Arsyad, Indarto Agung, Isa Perkasa, Maharani Mancanegara, Masagoeng D.N, Michael Binuko a.k.a Koxis Verserken, Mufti “Amenk” Priyanka, Muksin M.D, Muhammad Sabil H, Muhammad Vilhamy, Nandanggawe, Pupuk Daru Purnomo, R.Yuki Agriardi, R.E. Hartanto, Rega Ayundya Putri, Rendra Santana, Rendy Pramudya, Restu Taufik Akbar, Rosid, T. Sutanto, Tisna Sanjaya, Triyadi Guntur, Veri Apriyatno, Wahyudi Pratama, Willy Himawan, Windi Apriani, dan Yosefa Pratiwi Aulia.

Fenomena Drawing memang selalu menarik untuk dicermati sebagaimana seni lainnya, proses Drawing berevolusi dan berkembang seiring perjalanan kebudayaan dan peradaban, mulai dari pemanfaatan material alam pada gambar-gambar primitif, hingga ditemukannya teknologi material kertas, mixed media drawing, drawing digital, dan eksplorasi teknik drawing. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.