Rachmad Imbang: Lulusan Polban Jarang Jadi Pegawai Negeri Sipil

polban 1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktur Politeknik Negeri Bandung (Polban) Dr.Ir.Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T., mengatakan, lulusan Polban sangat unik, karena sangat jarang mahasiswa Polban setelah lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal ini diungkapkan Imbang saat Konferensi Pers Dies Natalis Ke-38 Politeknik Negeri Bandung (Polban), Rabu, (26/4/2017), di Lantai 3 Gedung Direktorat Polban jalan Gegerkalong Hilir Ciwaruga Bandung.

“Kebanyakan lulusan Polban memiliki bekal yang cukup untuk berwiraswasta, karena lulusan Polban sudah berkaliber regional,” kata Imbang, “Kalau  tidak mampu berwiraswasta, apa artinya sebuah pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Imbang mengatakan, pihak Polban terhadap para mahasiswanya selalu menekankan pentingnya membangun kejujujuran, sifat dapat dipercaya, dan kemampuan bekerja sama, “Apabila mahasiswa Polban ketahuan menyontek, maka pintunya sudah jelas, dan bila bolos 38 jam dalam satu semester, maka sudah pasti tidak bisa menjadi mahasiswa Polban,” tegas Imbang. “Prestasi akademik para mahasiswa kita kawal betul, sekali mahasiswa mendapat nilai E, maka akan kita lepas statusnya dari mahasiswa Polban,” ujarnya.

Imbang mengungkapkan, saat ini Polban telah membangun sebuah Center di Taiwan yang disebut ITC (Indonesia Taiwan Center), “Kami membangun Center di Taiwan karena pendidikan Vokasi di sana bagus,” ujarnya, “Pendidikan Vokasi tidak hanya terampil di tangan saja, tapi keterampilan berpikir dan mengambil keputusan juga penting,” kata Imbang.

Imbang menegaskan, Sarjana Terapan (D4), seharusnya mampu mendesain dan membuat mesin, “Hasil desain mesin dari Sarjana Terapan supaya bisa masuk ke hilir merupakan tugas kita bersama,” ujar Imbang, “Namun Sarjana Terapan bila cerdas tapi tidak bisa bekerja sama akan menyusahkan, jadi harus jujur, dapat dipercaya, mampu bekerja sama, dan cerdas dalam berkomunikasi,” tegasnya.

polban 2

Mengenai perkembangan di Polban, Imbang mengungkapkan, minggu kemarin Polban mendapat juara umum Elektromedik di Yogyakarta, “Saat ini Polban terus memperjuangkan pembuatan robot bawah air, dan Polban terus mengembangkan alat untuk membantu nelayan di Indonesia agar mengetahui posisi perahunya apakah sudah mencapai tapal batas negara tetangga,” ungkapnya.

Mengenai daya tampung Polban, Imbang menjelaskan, saat ini Polban memiliki daya tampung sekitar 1800 mahasiswa, “Jurusan di Polban semua favorit, termasuk jurusan Bahasa Inggris, karena mahasiswa diharuskan membuat buku, misalkan tentang kota Bandung dalam Bahasa Inggris,” ungkap Imbang.

“Pastinya Polban membuka jurusan sesuai dengan kebutuhan Industri, bila industri tidak butuh, kita tidak buka jurusan,” kata Imbang, “Saat ini Electromedik memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Mengenai Dosen di Polban, Imbang mengatakan, walaupun Dosen Polban sudah meraih gelar Master, tetap harus latihan terlebih dahulu ketika akan mengajar di Polban, “Dosen mesin ya harus bisa permesinan,” pungkas Imbang.

Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-38 Politeknik Negeri Bandung (Polban), Dra. Sri Dewiyanti.,M. Ed.,MA, mengatakan, Dies Natalis Polban merupakan perayaan ulang tahun Polban ke-38, “Perayaan ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen, mahasiswa, Industri dan masyarakat sekitar Polban,” kata Dewi, “Kegiatan perayaan ulang tahun Polban ke-38 dimulai sejak Februari 2017 dengan mengadakan seminar kesehatan yang melibatkan masyarakat baik eksternal dan internal,” ujarnya.

“Rangkaian acara lainnya adalah lomba maskot Polban dengan juri Alfonso dari FSRD ITB, dan lomba poster,” kata Dewi, “Selain itu Sabtu, (29/4/2017), akan ada jalan sehat yang melibatkan masyarakat sekitar Polban di Ciwaruga, dan temu Alumni,” kata Dewi, “Rencananya jalan sehat akan dibuka Sekda Jabar Iwa Karniwa,” ujarnya.

polban 3

“Rangkaian selanjutnya akan ada Upacara Hardiknas, lomba futsal antara dosen dan tenaga kepegawaian Polban, Open House, Pameran karya dosen dan mahasiswa,” kata Dewi.

“Puncak perayaan ulang tahun Polban ke-38, adalah Seminar Nasional,(12/5/2017), yang rencananya akan dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani,” pungkas Dewi.

Sidang Terbuka Senat Politeknik Negeri Bandung (Polban) dalam rangka Dies Natalis ke-38, digelar, Rabu, (26/4/2017), di Gedung Pendopo (Gedung Tonny Soewandito) jalan Gegerkalong Hilir Ciwaruga Bandung.

Sidang Terbuka Senat Politeknik Negeri Bandung (Polban) diawali sambutan dari Direktur Politeknik Negeri Bandung Dr.Ir.Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T., dilanjutkan orasi ilmiah berjudul “Dari RFID menuju NFC: Peluang dalam Pengembangan Aplikasi” oleh Dr.Ir.Noor Cholis Basjaruddin, M.T., dan diakhiri orasi ilmiah berjudul, “Peranan Bahasa Inggris di Tempat Kerja di Indonesia” oleh Dr.Drs.Deddy Setiawan, M.A., M.Ed.

Saat ini Politeknik Negeri Bandung telah menyelenggarakan pendidikan untuk 10 Jurusan dengan 41  Program Studi, Jenjang Program Studi Diploma III/Ahli Madya sebanyak 18 program studi, Jenjang Program Studi  Diploma IV/Sarjana Terapan sebanyak 18 program studi, dan 2 Program Magister Terapan (S-2) untuk Program Magister Rekayasa Infrastruktur dan Program Magister Keuangan dan Perbankan Syariah.

Prestasi yang sudah ditoreh oleh Polban di tingkat nasional di tahun 2017 diantaranya, juara Kontes Robot Cerdas Indonesia, dan Trinity College International Robot Contest, College In Hardford Connceticut, USA, untuk tingkat internasional. (Bagoes Rinthoadi).

Comments are closed.