Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat Terbentuk

20170427_104420-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menindaklanjuti terbentuknya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), yang merupakan kumpulan Perusahaan Media Online di Indonesia, akhirnya pengurus SMSI Jawa Barat terbentuk, Kamis, (27/4/2017), di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat jalan Wartawan II No. 44 Bandung.

Sosialisasi dan pembentukan pengurus SMSI Jawa Barat dihadiri Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi (Fokus Jabar), Ketua PWI Ciamis Anjar Asmara (Fokus Jabar), dan Ketua PWI Bandung Hardiansyah (ayobandung.com).

“Sebelum terbentuknya SMSI memang Media Online di Indonesia tidak terakomodir, karena menurut Dewan Pers masalah Media Online di Indonesia sangat pelik,” kata Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi yang juga pengurus pusat SMSI di awal paparannya, “Pembentukan SMSI adalah untuk mengisi kekosongan di Asosiasi Media Siber,” ujarnya.

“Agar SMSI diakui Dewan Pers maka persyaratannya SMSI harus ada di 17 Provinsi dan memiliki 300 anggota perusahaan Media Online,” ungkap Mirza, “Saat ini SMSI sudah terbentuk di 11 Provinsi,” ujarnya.

Mengenai kondisi Media Online di Indonesia, Mirza mengungkapkan, hingga saat ini baru 47 Media Online yang mendaftar ke Dewan Pers, “Sebaiknya Media Online lainnya cepat mendaftar agar Medianya dilindungi oleh Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999,” tegasnya.

Lebih lanjut Mirza mengatakan, ketika Media Online sudah terdaftar dan terverifikasi, maka bila terkena masalah pemberitaan, yang bertanggung jawab adalah Pemimpin Redaksi serta manajemennya, jadi bukan wartawannya, “Tetapi bila Media Online tidak terdaftar di Dewan Pers, maka Dewan Pers tidak akan membela,” kata Mirza.

Mirza mengungkapkan, masih ada yang rancu dalam perkembangan Media Online, karena masih ada Media Online yang menyatu dengan media cetak harian, “Dewan Pers menyarankan Media Cetak dan Media Online memiliki PT (Perseroan Terbatas) sendiri-sendiri, tapi SPSI tetap ngotot Media Online masuk ke PT Media cetak harian,” kata Mirza.

Mengenai SMSI, Mirza menjelaskan, anggota SMSI adalah perusahaan-perusahaan Media Online yang nantinya telah terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers, “SMSI sama halnya seperti SPSI yang anggotanya perusahaan surat kabar,” ujarnya.

“Nantinya SMSI bisa menjembatani Media Online yang ingin terdaftar dan terverifikasi oleh Dewan Pers,” ungkap Mirza, “Memang saat ini Media Online beda tipis dengan Media Sosial, namun bila Media Online tidak terdaftar, maka akan dianggap Media Sosial,” tegasnya.

Mirza menegaskan SMSI tidak di bawah PWI, “SMSI tidak PWI sentris,” tegas Mirza, “Hal ini bisa dilihat dari kepengurusan pusat SMSI yang diisi oleh nama-nama seperti, Chairul Tanjung (Dewan Penasehat), Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli, Ryaas Rasyid, dan Jaya Suprana,” pungkas Mirza.

Ketua PWI Bandung Hardiansyah yang akhirnya menjadi Ketua SMSI Jawa Barat mengatakan, dirinya diminta oleh Mirza Zulhadi selaku pengurus pusat SMSI untuk menjadi Ketua SMSI Jawa Barat, “Namun bila ada anggota SMSI Jabar yang siap menggantikan posisi saya, akan saya persilahkan,” ujarnya.

“Pengurus SMSI Jawa Barat yang nantinya terbentuk tetap semangatnya adalah membawa Media Online di Jawa Barat agar segera terdaftar di Dewan Pers,” kata Hardiansyah yang biasa disapa Andi.

“Saya menghimbau agar perusahaan Media Online di Jawa Barat memenuhi persyaratan verifikasi seperti kelengkapan berkas Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang Media, foto kantor, foto ruangan kerja, perjanjian kerja, berkas BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, dan slip gaji sesuai UMR,” tegas Andi, “Namun persyaratan tersebut bisa disampaikan secara bertahap,” pungkas Andi. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.