ASPRUMNAS Concern Bangun Perumahan Bersubsidi

Asprumnas 1

ARCOM.CO.ID ,Sumedang. Ketua DPD Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) Kabupaten Sumedang Riki Fazri Sujana mengatakan, dari sisi keanggotaan, setengah dari anggota ASPRUMNAS Concern (memberi perhatian) membangun perumahan bersubsidi.

Hal ini dikatakan Riki di sela-sela Pelantikan DPD ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, Sabtu, (20/5/2017), di Gedung Negara jalan Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Turut hadir Sekda Sumedang Zaenal Alimin, Direktur Bina Sistem Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Rifaid M. Nur, Ketua DPP ASPRUMNAS Arif Sarya Handoko, dan Ketua DPW ASPRUMNAS Jawa Barat Herman Rudy Atmoko.

“Hingga Januari 2017, DPD ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang  sudah berprogres, bahkan teman-teman sudah membangun sekitar 200 rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR,” kata Ketua DPD ASPRUMNAS Kab Sumedang Riki Fazri Sujana dalam paparannya.

Lebih lanjut Riki mengatakan, dari sisi pembangunan rumah, ada yang dinamakan perumahan komersil dan perumahan bersubsidi, “Yang terjadi segmentasi perumahan bersubsidi di Kabupaten Sumedang sangat besar, hal ini dikarenakan karena cicilannya yang murah, dan DP yang rendah,” ungkap Riki.

Riki mengatakan, kendala teknis dalam pembangunan rumah bersubsidi biasanya proses di Perbankan, “Namun kami memahami karena belum tersosialisasinya pola kemitraan dengan Bank yang menyediakan KPR untuk rumah bersubsidi,” ungkapnya, “Kebanyakan anggota ASPRUMNAS hanya tahu Bank BTN, padahal masih banyak Bank lain yang menyalurkan Rumah Subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” tegas Riki.

Mengenai perijinan Pembangunan rumah bersubsidi, Riki mengungkapkan, untuk lamanya perijinan, ASPRUMNAS menyesuaikan dengan instansi yang bersangkutan, “Dari 14 hari kerja ada level-level servis, contohnya dari BPN untuk mengurus sertifikat, dan balik nama,” ungkapnya, “Namun untuk instansi, Pemda sudah menetapkan rata-rata tidak lebih dari 14 hari kerja untuk pengajuan perijinan,” pungkas Riki.

Asprumnas3

Direktur Bina Sistem Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Rifaid M. Nur mengatakan, hinga Mei 2017 proyek pembangunan 1 juta rumah pembangunannya masih rendah, bahkan belum mencapai 50 persen, “Kementerian PUPR akan mendorong terus untuk segera dilakukan pembangunan, sehingga kita harap di akhir tahun 2017 proyek 1 juta rumah bisa tercapai,” tegasnya.

Lebih lanjut Rifaid mengatakan, dalam tiga bulan ke depan pihaknya akan memberikan bantuan lahan, dan bantuan keringanan suku bunga, “Suku bunga perumahan  biasanya rata-rata 12 persen, dengan  bantuan dari kami, masyarakat cukup membayar suku bunga hanya 5 persen,” tegas Rifaid, “Kami bekerjasama dengan semua Bank yang mau kerjasama dengan Kementerian PUPR, dan pihak-pihak yang mau melaksanakan program pemerintah 1 juta rumah,” ujarnya.

“Keringanan yang diberikan pemerintah untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) adalah mengurangi suku bunga, bantuan uang muka yang nominalnya Rp.4 juta per rumah tangga untuk MBR, dan bantuan uang muka untuk PNS khusus besarnya Rp.4 juta, ditambah pinjaman uang muka bagi PNS yang besarannya tergantung kebutuhan,” kata Rifaid.

Rifaid mengungkapkan, anggaran dari pemerintah untuk menurunkan suku bunga di tahun 2017 adalah Rp.12 triliun, “Anggaran ini untuk seluruh Indonesia, dan kami tidak membaginya per Kabupaten/Kota, tetapi siapa cepat dia dapat,” pungkas Rifaid.

Ketua DPP ASPRUMNAS Arif Sarya Handoko mengatakan, ASPRUMNAS merupakan organisasi profesi yang unik, karena anggotanya terdiri dari Pengembang dan Pemasar, “Properti daerah maju, otomatis perekonomian daerah ikut maju,” tegasnya.

Arif mengatakan, program 1 juta rumah merupakan program yang luar biasa, “Saat ini banyak yang belum tersentuh oleh pengembang, maka dengan adanya ASPRUMNAS dapat mendongkrak harga jual rumah,” tegasnya.

“Yang belum tersentuh ASPRUMNAS dalah perumahan untuk TNI/Polri,” kata Arif, “Biasanya anggota TNI/Polri memberikan uang muka sebesar Rp.25 juta per orang, hal ini terjadi karena kesadaran membuat rumah yang luar biasa,” ungkapnya, “Peluang membuat perumahan untuk Polisi bagi ASPRUMNAS sangat besar, belum lagi membuat perumahan untuk PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Arif.

Asprumnas 2

Ketua DPW ASPRUMNAS Jawa Barat Herman Rudy Atmoko dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berharap DPD ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang segera bermitra dengan DPW ASPRUMNAS Jabar, “Semoga visi dan misi ASPRUMNAS yang kami canangkan yaitu menyediakan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa dilaksanakan,” kata Herman, “DPD ASPRUMNAS yang akan menyusul selanjutnya adalah DPD Kabupaten Purwakarta,” ungkapnya.

Herman mengatakan, tantangan bagi ASPRUMNAS adalah lahan yang makin sempit, “Contohnya di Bandung dan Kab Bandung, tanah semakin sempit dan harga tanahnya mahal,” ungkapnya, “Maka DPD ASPRUMNAS adalah ujung tombak untuk memecahkan masalah tersebut,” pungkasnya.

Sekda Sumedang Zaenal Alimin mengatakan , perumahan merupakan kebutuhan dasar bagi mayarakat, “Binatang saja membutuhkan rumah, apalagi manusia,” kata Zaenal.

Lebih lanjut Zaenal mengatakan, di Kabupaten Sumedang banyak perumahan yang dibangun negara dan pengembang hancur karena perencanaannya yang kurang akurat, “Sering komplek rumah dibangun tanpa memperhatikan air, fasos dan fasum,” tegasnya.

“Perumahan yang baik adalah dekat dengan sekolah dan rumah sakit,” kata Zaenal, “Pengembang kebanyakan membuat komplek perumahan namun harus mampu juga membuat rumah secara individu,” pungkas Zaenal.

ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang anggotanya terdiri dari 54 Pengembang dan Pemasar, dan tidak tertutup kemungkinan calon Pengembang, para anggotanya bersepakat untuk membangun Sumedang.

Pelantikan DPD ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat sebagai upaya mensosialisasikan mengurus perijinan tidak One Man Show, tetapi secara organisasi.

Visi dan Misi DPD ASPRUMNAS Kabupaten Sumedang adalah, pemasar yang handal, berkualitas, benar, etis, dan bertanggung jawab, membangun rumah vertikal dan horizontal, serta turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.