Rombongan Wisatawan KAA Kunjungi Indo Wisata Permata (IWP)

IWP 1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Rombongan wisatawan peserta Konperensi Asia Afrika (KAA) yang terdiri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung, wisatawan Thailand, Junior Chamber International (JCI) dan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) mengunjungi Indo Wisata Permata (IWP), Minggu, (14/5/2017), di jalan Citra Green Dago Blok N 1-10 Bandung,

Turut hadir Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Aswin Sulaeman, dan Public Relation Indo Wisata Permata (IWP) & Skylight Cafe Resto & Lounge Dian Permatasari

“Kami sangat bangga IWP akhirnya dijadikan destinasi wisata dan didukung Disbudpar Kota Bandung,” kata Public Relation Indo Wisata Permata (IWP) & Skylight Cafe Resto & Lounge Dian Permatasari¬† di awal paparannya, “Kami senang IWP dikenalkan dan dipromosikan oleh Disbudpar Kota Bandung,” ujarnya.

“Kami tidak menyangka Peserta konperensi Asia Afrika (IWP) dibawa berkunjung ke IWP oleh ¬†oleh Disbudpar Kota Bandung,” kata Dian, “IWP berharap kerjasama dengan Disbudpar Kota Bandung, JCI dan Kompepar terus berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut Dian mengatakan, IWP ingin terus dikenal tidak hanya oleh masyarakat kota Bandung, “IWP ingin dikenal oleh masyarakat dan wisatawan dari ASEAN, Asia, Eropa, hingga wisatawa di seluruh penjuru dunia,” tegasnya.

“Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke IWP tidak dikenakan biaya, dan kita tidak memaksa pengunjung untuk membeli permata,” pungkas Dian.

IWP 2

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung Aswin Sulaeman mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan IWP kepada masyarakat banyak, “Karena itu kami membawa peserta KAA dari Thailand, JCI, dan Kompepar,” kata Aswin, “Mereka ingin mengetahui ada wisata apa saja di kota Bandung,” ujarnya.

“Saya Kabid Pemasaran Disbudpar Kota Bandung, jadi walaupun kunjungan wisatawan ke IWP ini di luar rangkaian KAA, tetap harus saya sambungkan dan tidak dapat dilepaskan,” kata Aswin.

Aswin mengungkapkan, selama ini wisatawan yang datang ke Bandung hanya berbelanja di Pasar Baru, dan ke Factory Outlet, “Dengan adanya kunjungan ke Indo Wisata Permata (IWP), para wisatawan lokal dan mancanegara bisa mengetahui ada tempat seperti IWP,” tegas Aswin.

“Selain itu di bawah IWP ada Curug Dago, ke bawah lagi ada Cika-Cika, di atas lagi ada tempat wisata yang lain, tinggal dari kitanya, mau diapakan tempat wisata ini,” kata Aswin, “Nantinya tempat wisata di sekitar IWP akan dijadikan satu paket wisata, yang dinamakan Kampung Tanggulan Dago,” ungka Aswin.

Lebih lanjut Aswin mengungkapkan, rencananya dalam waktu dekat Kampung Tanggulan Dago akan segera digulirkan oleh Disbudpar Kota Bandung, “Program ini tidak menggunakan sama sekali APBD Pemerintah Kota Bandung, semuanya mandiri dari masyarakat,” tegas Aswin.

“Bila menggunakan dana APBD, maka yang ada hanya orang-orang yang meminta-minta dan menunggu dana APBD,” kata Aswin, “Jadi dalam kegiatan ini, masyarakat yang muncul di permukaan, yang mengelola dan yang menjaga,” tegasnya.

IWP 3

“Bandung saat ini menjadi Basecamp orang-orang untuk menginap, selanjutnya mereka baru berwisata ke Lembang, ke Bandung Selatan, Timur, dan Barat,” ungkap Aswin.

“Pesan Pak Walikota adalah, buat kota Bandung menarik bagi siapapun, dan bermartabat,” kata Aswin, “Maka kita akan meminimalisir hal-hal negatif di dunia pariwisata kota Bandung,” tegasnya.

Aswin mengungkapkan Disbudpar kota Bandung sudah membuat Kalender wisata hingga akhir tahun 2017, “Tinggal masyarakat kota Bandung yang bergerak,” ujarnya.

“September 2017 merupakan bulan seni dan budaya kota Bandung, dan sepanjang tahun 2017 masih ada 10 project lagi yang akan dibuat Walikota Bandung,” ungkapnya.

“Sebagai contoh, nantinya di jalan Kelenteng Bandung akan ada proyek China Town, namun satu-satunya yang berkonsep makanan halal,” kata Aswin.

Aswin mengatakan Disbudpar kota Bandung masih mengejar wisatawan asal China, Vietnam, Thailand, dan Timur Tengah, “Orang Timur Tengah yang berkunjung ke Jawa Barat tahunya hanya Cipanas saja,” ungkapnya.

Di akhir paparannya Aswin mengatakan Disbudpar kota Bandung akan membuat inovasi websitenya, “Kami akan membuat Website Disbudpar kota Bandung versi Android,” pungkas Aswin. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.