Saira Nisar: Perputaran Uang Trademark Market Di Bandung Capai Sembilan Digit

Saira 1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktur / Founder Trademark Market Saira Nisar mengungkapkan, di setiap penyelenggaraan The Trademark Market di kota Bandung, perputaran uang di perayaan tahunan fashion, bisnis, dan industri kreatif ini dipastikan selalu mencapai angka miliaran rupiah atau sembilan digit.

Hal ini diungkapkan Saira di sela-sela pembukaan The Trademark Market: The 9th Sequel “Movie All Era”, Kamis, (4/5/2017), di The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung, turut hadir Promotion and Media Relations Trademark Market Geranuma Taswin.

“Kita tidak ikut campur dengan omset di setiap Tenant The Trademark Market,” kata Saira di awal wawancara, “Kita tidak pernah meminta bagi hasil dan meminta pungutan tambahan kepada mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut Saira mengatakan, biasanya satu Tenant di setiap penyelenggaraan The Trademark Market omset dalam satu hari mampu mencapai Rp.25 juta, “Selama empat hari penyelengaraan The Trademark Market, Tenant tersebut omsetnya  mampu mencapai Rp.100 juta, sementara Tenant yang ada di Trademark Market mencapai 100 lebih,” ungkapnya.

“Walaupun Tenant-Tenant tersebut memiliki omset hingga Rp.100 juta, kita tidak memungut biaya lagi, karena kita sudah merasa bangga dan senang Tenant tersebut bisa berkembang,” kata Saira, “Bahkan ada beberapa Tenant yang ikut Trademark Market mampu memiliki toko sendiri, sehingga kita merasa bangga bisa ikut membantu mereka,” ujarnya, “Tahun lalu target para Tenent tercapai, sehingga mereka ikut kembali di The Trademark Market: The 9th Sequel di tahun 2017,” kata Saira.

Saira 2

Mengenai tema The Trademark Market: The 9th Sequel di The Trans Luxury Hotel Bandung, Saira mengungkapkan, pihaknya kali ini mengangkat tema Movie (Film), “Karena  dalam setiap Movie selalu ada efek serta Fashion, dan Movie sangat berpengaruh kepada Fashion,” kata Saira, “Karena Trademark Market adalah event Fashion, maka kita ambil tema movie,” ungkapnya.

Saira mengatakan, di acara Trademark Market kali ini, banyak Brand-Brand baru yang belum pernah ikut Trademark Market sebelumnya, “Lokasi penyelenggaraan Trademark kali ini sama dengan tahun lalu yaitu di The Trans Luxury Hotel, namun Tenant yang ikut lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ungkap Saira.

Mengenai awal mula Trademark Market, Saira menjelaskan, Trademark Market berawal dari ketidaksengajaan, “Ketika itu saya melihat di tahun 2011 tidak banyak Brand lokal dari Kota Bandung yang berkembang,” kata Saira, “Mereka susah sekali untuk menpromosikan dan memasarkan barang-barang mereka,” ujarnya.

“Singkatnya, ketika saya ketika sedang jalan-jalan di Jakarta, saya melihat banyak Brand dari Kota Bandung yang terkenal, sedangkan di Kota Bandung sendiri banyak tempat produksi produk fashion lokal yang tidak dikenal,” ungkapnya.

“Saat itu saya sedih, mengapa lokal desainer dari Kota Bandung tidak terkenal di kota sendiri, dan dari situlah dimulainya Trademark Market 2011,” kata Saira, “Tujuan Trademark Market  sendiri adalah membantu para Kreatif Entrepreneur yang belum mempunya toko, dan baru menjual Brand mereka secara Online,” ungkapnya.

Saira 3

Saira mengungkapkan, semua Brand yang ikut di Trademark Market dipastikan 80 persen berasal dari Bandung, “Bagi yang ingin ikut Trademark Market biasanya saya kurasi dulu, kemudian dipilih Brand-Brand lokal, dan yang pasti  harus Brand lokal yang kreatif,” kata Saira, “Jadi semua Brand yang ingin ikut Trademark Market harus ikut seleksi terlebih dahulu,” ujarnya, “Trademark Market: The 9th Sequel di tahun 2017 diikuti lebih dari 100 brand,” ungkapnya.

Mengenai Campaign (kampanye) di Trademark Market: The 9th Sequel, Saira mengungkapkan, sudah lima tahun Trademark Market mengadakan T-shirt Campaign Supportlocal, “T-shirt Campaign Supportlocal sudah banyak dipakai oleh para artis dan para blogger,” ungkapnya.

“Tujuan menjual T-shirt Campaign tanpa profit ini adalah agar masyarakat bangga menggunakan produk lokal,” kata Saira, “T-shirt Campaign ini sendiri sudah menjadi ciri dari Trademark Market, dan Trademark Market merupakan satu-satunya even yang mempunyai Campaign non profit Supportlocal,” ujarnya.

“Non profit disini artinya semua artis ataupun blogger yang ikut dalam Campaign ini tidak meminta bayaran, dan kita tidak membayar siapapun untuk melakukan Campaign ini, jadi semua orang yang memakai T-shirt Campaign sukarela karena merasa bangga dengan produk lokal,” pungkas Saira.

The Trademark Market: The 9th Sequel diselenggarakan, (4-7/5/2017), di The Trans Luxury Hotel Bandung, perayaan tahunan Fashion  yang menargetkan dikunjungi 70.000 orang menyuguhkan lebih dari 100 Fashion Tenants, dan Food Beverages yang berhasil lolos melalui kurasi ketat dari tim Trademark Market.

Di balik kesuksesan Trademark Market setiap tahunnya tidak lepas dari peran Saira Nisar beserta timnya, berlatar belakang pendidikan Fashion di Lasalle College International Jakarta, Saira Nisa selaku Founder Trademark Market senang bereksperimen dengan idenya untuk menginspirasi anak-anak muda dalam memajukan Fashion dan Creative Design. Trademark Market sendiri merupakan Emporium Fashion terbesar di Kota Bandung sebagai usaha sang Founder Saira Nisar memajukan bisnis merk lokal. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.