Ahmad Heryawan: Klarifikasi Media Akhiri Berita Hoax

20170623_190458

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menanggapi berita hoax yang memberitakan Mantan Gubernur Jawa Barat Solihin G.P. meninggal dunia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak agar masyarakat tidak terjebak berita hoax.

Hal ini ditegaskan Ahmad Heryawan di sela-sela acara Buka Puasa Gubernur Jabar Bersama Pemimpin Redaksi dan Wartawan, Jumat, (23/6/2017), di Ballroom The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

“Ternyata berita meninggalnya Solihin G.P. hoax, untung saja segera diklarifikasi oleh Media,” ujar Ahmad Heryawan, “Memang berita meninggal dunia adalah kejadian sehari-hari, sehingga orang tidak segera mengklarifikasi berita tersebut, namun ketika sampai ke orang-orang terdekat dan keluarga Solihin G.P., maka segera diklarifikasi, dan ternyata Solihin G.P. masih segar bugar,” tegasnya.

“Kita berharap ketika ada berita hoax yang telah beredar di masyarakat, media baik cetak, elektronik, maupun Online tampil untuk mengklarifikasi, karena titik akhir berita hoax adalah klarifikasi dari Media,” tegas Ahmad Heryawan.

Lebih lanjut Ahmad Heryawan mengatakan, Media diharapkan menghadirkan berita yang baik, mendidik, dan informatif, “Dengan cara seperti itu Media dapat menepis berita-berita hoax yang sekarang leluasa menyebar di masyarakat,” ujarnya.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak terjebak berita hoax,” tegas Ahmad Heryawan, “Bila ada yang menyebar berita-berita yang belum jelas di Media Sosial, kita jangan langsung percaya, baca dulu dengan baik, dan bila ada yang janggal jangan disebarkan,” ujarnya,

“Tetapi Jangan setelah menyebarkan berita hoax baru meminta konfirmasi,” kata Ahmad Heryawan, “Kita boleh menyebarkan berita yang benar-benar sudah jelas dan bersumber dari media, dan bukan berita hoax,” tegasnya.

Mengenai isu larangan Takbir Keliling, Ahmad Heryawan menegaskan, Takbir memang disunahkan, “Karena temanya ibadah, seharusnya Takbir dilakukan secara khusyu dan khidmat,” ujarnya, “Mari kita melakukan takbir dengan kekhusuan dan keseriusan di tempat-tempat yang memungkinkan melakukan takbir secara khusyu,” ungkapnya.

“Tanpa mengomentari boleh atau tidak boleh melakukan Takbir keliling, tetap yang paling afdol adalah melakukan Takbir di Masjid-Masjid,” tegasnya.

Mengenai kerjasama wartawan dengan Pemprov Jabar dan Gubernur, Ahmad Heryawan menegaskan, bila ingin konfirmasi berita, wartawan akan selalu dipermudah, “Wartawan bisa menghubungi Sekpri, Ajudan, Humas, atau bisa langsung ke saya,” ujarnya, “Pada prinsipnya kami akan tampil apa adanya tanpa dilebih-lebihkan dan dikurang kurangkan,” kata Ahmad Heryawan.

“Pemprov Jabar akan mengungkapkan informasi apa adanya, karena bila dilebih-lebihkan namanya takabur, dan bila dikurangkan namanya rendah diri, maka kami Tawadhu saja,” tegasnya, “Mari bangun informasi apa adanya, karena akan muncul kepuasan dan ketulusan,” ujarnya, “Media harus menampilkan informasi sesuai fakta media dan bukan fakta hukum,” tegasnya.

Di akhir paparannya Ahmad Heryawan mengungkapkan, dirinya beserta keluarga di hari pertama Lebaran akan menggelar Open House di Rumah Dinasnya di Pakuan hingga Maghrib, “Hari kedua saya dan keluarga akan menggelar Open House di Sukabumi, dan di hari ketiga Open House di rumah Ibu Mertua, setelah itu saya keliling ke tempat lain,” pungkas Ahmad Heryawan, (Bagoes Rinthoadi)