Diskusi Unpad: Komisi Penyiaran Indonesia Tegur Iklan Partai Perindo

20170619_174028-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya menegur iklan Partai Perindo karena secara masif menyiarkan Mars Perindo di jaringan televisi MNC Group.

Hal ini terungkap di acara Diskusi Universitas Padjadjaran (Unpad) bertajuk, “Literasi Informasi di Era Digital”, Senin, (19/6/2017), di Ruang Executive Lounge Unpad jalan Dipati Ukur Bandung.

Turut hadir sebagai pembicara, Dekan Fakultas Psikologi Unpad Dr. Hj. Hendriati Agustiani, M.Si., Staf KPI Maulida Al Munawaroh, Wartawan HU Pikiran Rakyat Eriyanti Nurmala Dewi, dan sebagai moderator, Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik / Kantor Internasional Unpad Ade Kadarisman, S.Sos.,M.T.,M.Sc.

“Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah mengamati iklan Partai Perindo di televisi harus memberi teguran, karena anak-anak kecil akhirnya lebih hafal Mars Perindo daripada lagu-lagu nasional,” kata Staf KPI Maulida Al Munawaroh.

Lebih lanjut Maulida mengungkapkan di akhir tahun 2016 banyak media televisi yang habis masa ijinnya, “Pada saat mereka melakukan perpanjangan ijin, kami dari KPI membuat 10 komitmen dengan pihak media televisi,” ungkapnya.

“Salah satu komitmennya adalah media televisi menayangkan penerjemah untuk para penyandang disabilitas untuk konten berita,” kata Maulida, “Namun pada kenyataannya baru TVRI yang menyediakan penerjemah, sedangkan media televisi lainnya belum melakukan komitmen tersebut,” tegasnya.

“KPI juga telah melakukan survei di 12 kampus di 12 daerah mengenai survei indeks kualitas media televisi,” ungkap Maulida, “Hasilnya dari penelitian lapangan dan 1200 responden, ternyata yang banyak ditonton adalah tontonan yang tidak bagus dan tidak berkualitas,” tegasnya.

“Akhirnya KPI melakukan pembinaan dengan mengundang lembaga-lembaga penyiaran, karena KPI memiliki sekolah P3SPS untuk mereka yang ingin belajar pakem-pakem di lembaga penyiaran,” kata Maulida.

“Sebagai contoh, bila media televisi ingin menayangkan Iklan rokok harus di atas jam 22.00 WIB,” tegas Maulida, “Bila menayangkan iklan rokok di bawah jam 22.00 WIB masyarakat bisa mengadukan ke KPI karena hal itu melanggar,” ujarnya.

Mengenai kegiatan KPI, Maulida mengungkapkan KPI pernah melakukan literasi langsung kepada para Talent, “Kami pernah datang ke Indosiar dan memberikan pembinaan langsung kepada para Talent,” ujarnya.

“Selain itu KPI pernah mengumpulkan Production House di Jakarta untuk memberikan batasan-batasan penyiaran,” kata Maulida, “Harapan KPI ketika mereka semua sudah terliterasi, maka tayangannya akan baik juga,” ujarnya, “Bahkan pemilik Trans Corp Chairul Tanjung (CT) dan pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) pernah KPI tegur, dan kami perlihatkan tayangan media televisi mereka yang tidak sesuai dengan aturan KPI,” pungkas Maulida.

Terkait literasi, Dekan Fakultas Psikologi Unpad Dr. Hj. Hendriati Agustiani, M.Si., mengatakan, patut dicermati sebuah informasi itu seimbang atau tidak, dan secara objektif seimbang atau tidak, “Bila informasi tidak seimbang harus di Clear-kan agar ketika bertindak, tindakannya objektif,” tegas Hendriati.

“Anak-anak juga dalam menerima informasi harus ada bimbingan dari orang tua, karena anak-anak masih butuh pendampingan, dikarenakan anak-anak dalam berpikir masih konkrit,” ungkap Hendriati.

“Sangat berbahaya bila ada orang dewasa memberikan informasi kepada anak tetapi tidak sesuai dengan tahapan usianya,” pungkas Hendriati.

Mengenai mulai tutupnya media cetak besar di Indonesia, Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik / Kantor Internasional Unpad Ade Kadarisman, S.Sos.,M.T.,M.Sc. mengungkapkan, para Dosen dan Guru Besar sudah mulai mau menulis di media Online, “Ada tanggung jawab akademik ketika Dosen dan Guru Besar menulis di media, baik itu media cetak maupun online, yang terpenting tulisannya dibaca oleh masyarakat, jadi menulis bukan hanya mengejar nilai,” pungkas Ade. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.