Eka Santosa dan Uu Ruzhanul Peringati Hari Lahir Bung Karno

20170606_164507

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, dan para penggiat lingkungan hidup berkesempatan memperingati Hari Lahirnya Pancasila (1 Juni 1945) dan Hari Lahirnya Bung Karno (6 Juni 1901), Selasa, (6/6/2017), di Bale Gede Julang Ngapak Kawasan Ekowisata Alam Santosa Pasir Impun Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Pancasila bisa dikaitkan dengan lingkungan, karena ada relevansinya,” kata Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa di awal paparannya.

Lebih lanjut Eka Santosa yang akan maju menjadi bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, Nilai Pancasila bisa diterapkan sebagai solusi menghadapi degradasi sosial dan lingkungan hidup.

“Acara memperingati Hari Lahirnya Pancasila adalah untuk mengingatkan 1 Juni 1945 adalah hari lahir Pancasila, walaupun sempat di Orde Baru penafsirannya berbeda-beda,” kata Eka Santosa, “Pemerintahan sekarang sudah ada keberanian menegaskan Pancasila lahir 1 Juni 1945,” ujarnya.

“Pancasila lahir sebelum Indonesia Merdeka, karena para pencetus Pancasila dahulu berfikir setiap Bangsa yang merdeka harus punya dasar negara,” ungkap Eka Santosa.

Eka Santosa menyayangkan, saat ini banyak perilaku sosial yang bergeser dari nilai Pancasila, “Lihat saja sungai Citarum yang kotor akibat perilaku manusia itu sendiri,” kata Eka Santosa, “Terkait sungai Citarum, negara harus hadir, oleh karenanya diperlukan kepemimpinan dari orang tegas,” ujarnya.

20170606_170703

Mengenai bila Eka Santosa terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, Eka mengatakan, dirinya akan mengonsep dan membuat satu juta hektar pohon bambu di Jawa Barat.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, Pancasila memberi keleluasaan terhadap umat Islam, “Umat Islam kala itu sangat menghargai umat minoritas, sehingga lahirlah Pancasila,” ungkapnya.

“Presiden Soekarno dulu pernah mengatakan, bila umat Islam ingin menguasai Pancasila maka kuasailah parlemen,” kata Uu Ruzhanul yang juga mencalonkan diri menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat, “Maka bagi saya Pancasila sudah final dan tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.

Mengenai kondisi di Tasikmalaya, Uu Ruzhanul mengatakan, saat ini jargon Tasikmalaya adalah “Tasik Siap”, “Tasikmalaya siap menghadapi persaingan ekonomi baik di Indonesia maupun Masyarakat Ekonomi ASEAN,” tegasnya.

“Jargon “Gerbang Desa” kala itu dirasa sudah cukup, terbukti berkat Gerbang Desa, Tasikmalaya mendapat penghargaan dari Presiden,” ungkap Uu Ruzhanul, “Yang pasti konsep Gerbang Desa identik dengan Pancasila,” tegasnya.

Di akhir paparannya,
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, saat ini persentase infrastruktur jalan di Tasikmalaya sudah melebihi persentase infrastruktur jalan Provinsi Jawa Barat, “Sebanyak 80 persen jalan di Tasikmalaya sudah konstruksi hotmix,” ujarnya.

Apabila Uu Ruzhanul terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, dirinya bertekad akan mengembangkan pendidikan untuk mensejahterakan masyarakat Jawa Barat, “Yang pasti saya juga akan memperhatikan pertanian, dan wisata rohani di Tasikmalaya,” pungkas Uu Ruzhanul. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.