Kerjasama Pemprov Jabar Dengan Wartawan Sudah Baik

20170622_170702-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, hingga saat ini hubungan kerjasama antara Wartawan dengan Pemprov Jabar, Gubernur dan Wagub sudah berjalan dengan baik.

Hal ini ditegaskan Ahmad Heryawan di acara buka puasa bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat bersama Pokja Wartawan Gedung Sate, Kamis, (22/6/2017), di Menara Gedung Sate jalan Diponegoro Bandung, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

“Acara buka puasa bersama wartawan ini istimewa dari segi silaturahminya, karena mendekatkan satu sama lain secara utuh, dan bisa mengenal secara mendalam,” kata Ahmad Heryawan di awal paparannya, “Pertemuan Gubernur dengan wartawan adalah saat-saat yang mahal, karena terjadi di bulan Ramadhan,” ungkap Ahmad Heryawan.

“Saat ini religiusitas sedang dicari banyak orang karena mampu menyelesaikan dahaga kejiwaan, buktinya Masjid-Masjid dihuni banyak orang,” ungkap Ahmad Heryawan.

“Saya perhatikan sekarang banyak wartawan yang memakai Jubah Abaya Arab, padahal saya saja yang umrah berkali-kali tidak memakai Jubah Abaya Arab,” kata Ahmad Heryawan, “Sebenarnya tidak ada seragam Islam, yang ada adalah tata cara berbusana Islam dan kaidah berbusana secara Islam terpenuhi,” ujarnya, “Bisa saja nanti orang Eropa tertarik memakai sarung, dan orang Indonesia tertarik dengan Jubah Abaya Arab,” ujarnya.

“Saya memperhatikan di bulan Ramadhan banyak yang melakukan I’tikaf di Masjid-Masjid hingga penuh sesak, dan saya lihat banyak juga wartawan yang melakukan I’tikaf,” kata Ahmad Heryawan.

“Bila situasi bulan Ramadhan disistemkan secara nasional, saya rasa sangat baik, karena dapat membangun mental baru bangsa ini,” kata Ahmad Heryawan.

Lebih lanjut Ahmad Heryawan mengungkapkan, apabila dirinya sedang diwawancara dan terlihat muka berubah, mungkin dirinya sedang bingung, “Kegalauan terefleksikan lewat tingkah laku,” ungkapnya.

Ahmad Heryawan mengatakan, kedekatan satu sama lain harus terus dibangun agar saling percaya satu sama lain, dan kedekatan tidak cukup dibangun hanya beberapa tahun saja.

“Contohnya ada pasangan suami isteri yang telah menikah selama 20 tahun namun akhirnya bercerai, berarti pasangan tersebut belum mengenal satu sama lain, apalagi kita yang saling mengenal secara singkat,” ujar Ahmad Heryawan.

Terkait pemberitaan mengenai Pemprov Jabar maupun Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menegaskan, bila ada kabar burung harus segera di klarifikasi, “Ada media yang memberitakan seluruh jalan milik Provinsi Jabar tidak laik jalan, itu jalan provinsi yang mana,” tegasnya, “Padahal hanya satu ruas kecil jalan yang bolong-bolong, dan itupun jalan milik Kabupaten,” tegasnya, “Jangan-jangan wartawan yang menulis berita tersebut sedang galau,” kata Ahmad Heryawan.

“Bila komunikasi baik akan terjadi ketentraman dan hubungan yang harmonis, selain itu saya berharap wartawan mengemukakan prestasi Pemprov Jabar secara seimbang,” tegas Ahmad Heryawan, “Pemprov Jabar dan Gubernur senang diberitakan yang baik-baik, tapi terkadang harus juga dikritisi,” ujarnya.

Mengenai keberadaan Humas dan Protokol di Pemprov Jabar, Ahmad Heryawan menegaskan langkah-langkah yang dilakukan Humas dan Protokol harus baik, karena merefleksikan wajah Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, “Oleh karenanya Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar harus memilih orang-orang yang sangat setia dan baik, serta profesional karena mereka mewakili wajah Pimpinan Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Mengenai kinerja Pemprov Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan, hingga saat ini Jawa Barat telah 6 kali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), “Nusa Tenggara Barat (NTB) pernah juga meraih predikat yang sama, namun NTB dua kali Disclaimer, sehingga tetap Jawa Barat lebih unggul,” tegasnya, “Sedangkan untuk akreditasi, Jawa Barat meraih nilai A sama seperti Jawa Timur dan Jogjakarta,” ungkapnya.

“Untuk Tahun ini Pemprov Jawa Barat mempunyai program yaitu tidak ada lagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jabar yang buta huruf Al Quran,” tegas Ahmad Heryawan.

Di akhir paparannya Ahmad Heryawan mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada wartawan atas kerjasama selama ini.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menegaskan, tugas wartawan memang luar biasa berat, “Menjadi Wartawan diibaratkan sedang melipir di pinggiran neraka, karena tulisan wartawan dibaca banyak orang,” ungkap Deddy Mizwar, “Tulisan Wartawan yang tidak baik bisa menimbulkan saling memaki, sebaliknya bila tulisannya menimbulkan hal baik, maka Surga sudah kelihatan,” ujarnya.

Lebih lanjut Deddy Mizwar mengatakan, tidak semua yang dilakukan Pemprov Jabar dapat menyenangkan semua pihak, “Kami terbuka untuk dikritisi, tapi kritisilah dengan baik, etis, tanpa menyakiti dan melukai,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.