Matianak Meneror Masyarakat Kota Bandung

IMG-20170620-WA0030

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Mahluk Halus Matianak dipastikan akan meneror dan menakut-nakuti masyarakat kota Bandung pada, Minggu, (25/6/2017), di bioskop-bioskop yang ada di kota Bandung.

Hal ini terungkap saat Premiere film “Jailangkung”, Selasa, (20/6/2017), di XXI Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung, turut hadir pemain film Jailangkung, Amanda Rawles dan Jefri Nichol, namun pemain lainnya seperti Hannah Al Rasyid, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Augie Fantinus, dan Butet Kertaradjasa tidak dapat hadir di kota Bandung.

Film Jailangkung besutan sutradara Jose Purnomo dan Rizal Mantovani sebelumnya pernah tayang di tahun 2001 atau 16 tahun yang lalu, namun di tahun 2017 film Jailangkung hadir dengan cerita yang lebih kekinian, dan berbeda dengan film Jailangkung sebelumnya.

Pada saat sesi Press Conference, Amanda Rawles mengatakan, film Jailangkung yang ia bintangi bercerita tentang konflik keluarga, “Seperti kita tahu Jailangkung merupakan film Urban Legend,” ujarnya.

Amanda mengungkapkan, dirinya belum pernah menonton film Jailangkung yang pernah menjadi Box Office di Indonesia di tahun 2001, “Film Jailangkung yang saya bintangi ceritanya baru dan berbeda dengan film Jailangkung sebelumnya,” ungkapnya.

“Kalau film Jailangkung sebelumnya mantranya, ‘Datang Tak Dijemput Pulang Tak Diantar’ sekarang mantranya, ‘Datang Gendong Pulang Bopong,” ungkap Amanda.

Mengenai pengalamannya membintangi film Jailangkung, Amanda mengungkapkan tidak ada yang aneh saat proses syuting, “Namun ada kru film yang tertimpa besi sling, apakah kejadian ini Human Error atau ada hubungannya dengan Jailangkung, saya tidak tahu,” ungkapnya, “Selain itu, ketika kru melakukan Selfie di lokasi syuting, muncul gambar aneh di Smartphone-nya,” ujarnya.

Sedangkan pemain Jailangkung lainnya, Jefri Nichol mengatakan, dirinya dengan Amanda tidak perlu lagi membangun Chemistry, karena dirinya sudah terbiasa syuting bersama Amanda salah satunya di film Dear Nathan, “Saya, Amanda, dan pemain lainnya melakukan syuting Jailangkung kurang lebih satu setengah bulan,” kata Jefri.

Di akhir wawancara, Jefri yang sempat dikejar-kejar dan dikerubuti penggemarnya memberikan apresiasi kepada penonton yang mau menonton film horor Jailangkung, “Terima kasih sudah mau mendukung film anak bangsa,” pungkasnya.

Bagi penggemar film horor, harus sabar ketika menonton film Jailangkung, karena alur ceritanya di awal cukup lambat, ketegangan baru muncul di tengah-tengah film ketika adegan Bella dikejar Matianak di rumah sakit.

“Namun dari pantauan Premiere Jailangkung di XXI Ciwalk, para penonton cukup histeris dengan diselingi teriakan dan lengkingan suara ketakutan, namun setelah menjerit, penonton tertawa keras untuk menghilangkan ketakutannya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.