Sinergi Foundation Luncurkan ZakatApp

20170615_173304

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sinergi Foundation (SF) di penghujung Ramadhan 1438 H / 2017 meluncurkan aplikasi “ZakatApp”, Kamis, (15/6/2017), di RM Ampera Pasteur Bandung.

Peluncuran “ZakatApp” dihadiri, CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia, Deputi CEO Sinergi Foundation Asep Irawan, dan Strategic Marcomm Sinergi Foundation HB Sungkaryo.

“Aplikasi ‘ZakatApp’ diluncurkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan Zakat, Infak-Sedekah, dan dana Filantropi Islam lainnya,” kata CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia saat sesi Press Conference.

Lebih lanjut Ima mengatakan, aplikasi ‘ZakatApp’ yang sudah dapat diunduh di PlayStore memiliki fitur-fitur seperti, Program Sinergi Foundation (SF), kalkulator zakat, rekening zakat, klik donasi, dan info penyaluran donasi.

“Aplikasi ZakatApp tidak hanya memudahkan masyarakat dalam berdonasi, namun aplikasi ini berupaya mengedukasi Muzakki, dan masyarakat agar mampu menghitung zakatnya sendiri,” kata Ima.

“Aplikasi ini sangat mudah karena, masyarakat tinggal mengunduh aplikasi ZakatApp, dan masyarakat dapat berbagi kapanpun dan di manapun,” kata Ima, “Selain itu masyarakat dapat merasa tenang karena uangnya disalurkan melalui pengelola yang terpercaya yaitu Sinergi Foundation,” ujarnya.

“Kehadiran ZakatApp sangat penting seiring bertumbuhnya minat ber-ziswaf masyarakat muslim dari kalangan Middle Class,” ungkap Ima, “Masyarakat saat ini membutuhkan wadah yang memudahkan mereka untuk berbagi pada sesama,” ujarnya.

Ima menegaskan, keberadaan ZakatApp diharapkan secara sustain menyokong keberlanjutan program-program sosial di Sinergi Foundation, “Seperti kita ketahui, beragam kreativitas program pemberdayaan inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan telah dilakukan Sinergi Foundation dengan menyentuh langsung masyarakat lapisan paling bawah di Indonesia,” ujarnya.

“Sinergi Foundation memiliki program-program antara lain, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lumbung Desa, Beasiswa Pemimpin Bangsa (Sinergi Scholarship), Firdaus Memorial Park (FMP), dan Sinergi Pelayanan Masyarakat.

Di akhir paparannya Ima menegaskan, inovasi Sinergi Foundation tidak akan berhenti hanya di ZakatApp, “Dengan sinergi antar segenap elemen peduli, Sinergi Foundation akan terus meningkatkan kreativitas, kapasitas, serta memperluas jangkauan pengabdian demi terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berkarakter,” pungkas Ima.

Deputi CEO Sinergi Foundation Asep Irawan mengatakan, aplikasi ZakatApp dibuat untuk mengedukasi masyarakat agar mau berbagi dan bersinergi.

“Saat ini jumlah penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, sedangakan jumlah pengguna Smartphone dua kali bahkan tiga kali lipat penduduk Indonesia,” ungkap Asep, “Selain itu pengguna internet semakin hari semakin pesat, maka Sinergi Foundation melalui ZakatApp memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk berderma,” ujarnya.

“Masyarakat yang melakukan Zakat, Infak-Sedekah, biasanya datang ke kantor Sinergi Foundation sebanyak 50 persen, sedangkan sisanya melalui transfer bank,” ungkap Asep, “Namun semakin hari peta semakin berubah, karena yang membayar melalui Online semakin banyak,” ujarnya, “Sinergi Foundation di tahun 2017 menargetkan zakat terkumpul sebesar Rp.7,3 miliar, dan saat ini sudah terkumpul 25 persen,” ungkapnya.

“Masyarakat tidak perlu bingung menggunakan aplikasi ZakatApp, karena mudah dan ada panduannya,” kata Asep, “Pengguna tinggal masukkan data pribadi dan mengikuti petunjuk yang ada di ZakatApp,” ujarnya.

“Aplikasi ZakatApp akan terus kita kembangkan, dan dalam waktu 3 bulan aplikasi ini akan ada di Apple Store atau IOS,” ungkap Asep.

Strategic Marcomm Sinergi Foundation HB Sungkaryo atau biasa disapa HB mengatakan, program-program sosial yang ada di Sinergi Foundation (SF) saat ini didonasikan oleh masyarakat, “Dari waktu ke waktu program yang ada di SF akan ada perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut HB mengatakan, dana-dana perorangan rentan untuk pindah ke lembaga di luar Sinergi Foundation, “Wakaf produktif lebih sustain, karena bisa diinvestasikan dan aman, contohnya untuk usaha yang rumah makan,” pungkas HB. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.