Sudah Saatnya Gubernur Jabar Dari Kalangan Pengusaha

IMG-20170622-WA0010

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal Sutrisno menegaskan, sudah saatnya Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur yang berasal dari kalangan pengusaha.

Hal ini ditegaskan Agung Suryamal di acara buka puasa bersama awak media kota Bandung, Rabu, (21/6/2017), di RM Sari Rasa Sambel Hejo jalan Sukabumi Bandung.

Agung Suryamal yang didampingi sang isteri Laila, mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sudah pernah dijabat oleh tentara, birokrat, dan bintang film, “Sudah saatnya Jawa Barat dipimpin pengusaha,” tegas Agung Suryamal.

Lebih lanjut pria berkacamata kelahiran 6 April 1965 mengatakan, ajang Pilgub Jabar 2018 suasananya masih cair, “Semua Partai Politik saat ini sedang mencari figur,” ungkap Agung Suryamal, “Saya sendiri sudah berkomunikasi dengan Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat,” tegasnya.

“Saya beberapa waktu yang lalu sempat bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo,” ungkap Agung Suryamal, “Prabowo saat itu menanyakan ayah saya, dikarenakan hubungan ayah saya dengan Prabowo cukup dekat, selain itu keluarga besar saya memang aktif memberdayakan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

“Prabowo mengatakan kepada saya, Partai Gerindra memang sedang mencari figur yang tepat untuk Calon Gubernur Jawa Barat,” kata Agung Suryamal.

Lebih lanjut Agung Suryamal menginginkan Jawa Barat lebih baik lagi, “Jawa barat mempunyai banyak potensi, bahkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegasnya, “Karena di Jawa Barat sumber daya alamnya sangat strategis,” ujarnya.

“Latar belakang saya yang pernah menjadi Ketua HIPMI Jabar dua periode dan saat ini menjadi Ketua Kadin Jabar dua periode, membuat saya paham tentang perekonomian di Jawa Barat,” tegas Agung Suryamal.

“Pemimpin adalah seorang Leader sekaligus dirigen yang tugasnya meramu,” ungkap Agung Suryamal, “Bila saya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, banyak permasalahan di Jawa Barat yang harus dikelola, salah satunya masalah pengangguran,” tegasnya.

“Dalam pembangunan pasti perlu banyak dana dan biaya, namun investasi dapat membuka banyak lapangan pekerjaan,” tegas Agung Suryamal, “Investor asing jangan terus lari ke Jakarta saja, tetapi harus masuk ke Jawa Barat,” ujarnya.

Agung mengatakan, saat ini yang harus terjadi adalah keseimbangan pendapatan, “Masyarakat di kawasan industri yang ada di Jawa Barat harus sejahtera,” tegas Agung Suryamal, “Buruh adalah mitra, pengusaha, maka bila pengusaha mendapat untung jangan bilang rugi,” ujarnya.

Mengenai wacana biaya SMA dan SMK di Jawa Barat digratiskan, Agung Suryamal mendukung hal tersebut, “Ada ribuan industri di Jawa Barat, dan pasti Ada CSR yang dapat disalurkan ke dunia pendidikan,” ungkapnya.

“Saya pribadi punya mimpi membuat dana abadi untuk masyarakat miskin, dan dari dana abadi tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk biaya pendidikan masyarakat di Jawa Barat,” kata Agung Suryamal.

Agung Suryamal menegaskan, apabila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, dirinya akan memprioritaskan inventarisasi kemiskinan di Jawa Barat, “Masyarakat yang belum menikmati pendidikan menimbulkan kebodohan, dan rentan melakukan kejahatan,” ungkapnya, “Kejahatan teroris adalah akibat dari kebodohan,” tegasnya.

Mengenai Pabrik Kahatex yang selalu menimbulkan kemacetan dan banjir, Agung Suryamal menegaskan, polemik Kahatex yang dimiliki warga Taiwan sudah masuk wilayah nasional.

“Pemerintah telah memberikan ijin kepada Kahatex untuk beroperasi, jadi tidak elok bila ijin pemerintah digugat oleh pemerintah,” ungkapnya,

“Pemerintah sekarang dalam menyikapi Kahatex harus akurat, karena di pabrik Kahatex ada 68 ribu karyawan, memang harus ada solusi, tetapi industri juga harus tetap jalan,” tegasnya.

Agung Suryamal mengungkapkan dirinya sudah pernah datang langsung ke Pabrik Kahatex di kawasan Rancaekek Bandung untuk menjembatani, “Saya mengatakan kepada pihak Kahatex agar jangan terus membuat masalah, diantaranya adalah masalah banjir dan limbah,” tegasnya, “Yang pasti harus dilakukan adalah audit IPAL Pabrik Kahatex,” ujarnya.

Mengenai permasalahan sungai Citarum yang merupakan sungai terkotor di dunia, Agung Suryamal mengatakan, harus ada Treatment dari hulu sampai ke hilir Citarum, “Karena baik hulu maupun hilir Sungai Citarum berbeda permasalahannya,” ujarnya, “Saya mempunyai mimpi sungai Citarum ke depannya seperti sungai-sungai yang ada di Eropa, untuk mewujudkannya harus ada keterlibatan pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Mengenai bonus demografi di Jawa Barat, Agung Suryamal menegaskan hal tersebut merupakan potensi, peluang, dan tantangan, “Pemuda-pemudi harus produktif, dan jangan hanya melamun saja,” ujarnya.

Sedangkan di sektor pariwisata, Agung Suryamal mengatakan, Jawa Barat memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, “Namun 60 persen infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat belum dibangun dengan baik,” tegasnya.

“Bila infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat sudah baik, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata,” kata Agung Suryamal, “Jawa Barat harus berani membangun pariwisata kelas dunia,” pungkasnya.

Laila Agung Suryamal ketika diminta pendapatnya jika sang suami menjadi Gubernur Jawa Barat mengatakan, dirinya sebagai isteri Agung Suryamal mendukung langkah suaminya, “Walaupun resikonya berat, saya siap, karena saya berusaha meminta petunjuk kepada yang Di Atas,” ungkapnya, “Pastinya yang harus selalu dihindari adalah korupsi,” pungkas Laila Agung Suryamal. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.