Fiki Satari Bakal Calon Walikota Bandung Melalui Konvensi Partai Demokrat

FikiARCOM.CO.ID ,Bandung. Tokoh Pemuda Kota Bandung Tb. Fiki C. Satari, S.E., M.M., akhirnya siap menjadi Bakal Calon Walikota Bandung melalui konvensi Partai Demokrat, hal ini terungkap saat Fiki ditemani isteri dan rekannya mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Kamis, (6/7/2017), di jalan Terusan Jakarta Bandung.

“Momen ini sangat bersejarah bagi saya, saya hadir dengan tekad bulat dan siap mengikuti mekanisme Partai Demokrat,” kata Fiki, “Melalui konvensi Partai Demokrat diharapkan ada ruang untuk menguji sekaligus berbagi ide serta gagasan,” ujarnya.

Lebih lanjut Fiki mengatakan, dirinya yakin dengan potensi yang dimilikinya dapat membawa kota Bandung mencapai titik terbaik, “Saya memiliki potensi membawa kota Bandung ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

“Hingga saat ini sudah banyak inisiatif  kota Bandung yang berjalan dengan baik,” ungkap Fiki, “Namun solusi yang hadir dapat lebih bervariasi lagi bila dilanjutkan dengan orkestrasi yang tepat, dan ditunjang seluruh energi positif warga Bandung,” tegasnya.

Fiki mengungkapkan, salah satu alasan dirinya ikut konvensi Partai Demokrat karena ajakan Ketua Tim Penjaringan Partai Demokrat Aan Andipurnama, “Beberapa waktu yang lalu saya di hubungi Andi Andipurnama yang juga Ketua Tim penjaringan Bakal Calon Walikota Bandung dari Partai Demokrat untuk mengikuti tahapan konvensi Partai Demokrat,” ungkapnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Partai Demokrat yang telah mengundang saya dalam Konvensi Bakal Calon Wali Kota Bandung padahal saya adalah non kader,” kata Fiki, Saya sebagai non kader memandang konvensi ini adalah ruang berbagi ide, gagasan, dan program tentang apa saja yang telah dilakukan selama ini untuk kota Bandung,” ujarnya.

“Saya yakin dengan segala potensi yang dimiliki, di masa mendatang Kota Bandung akan mampu mencapai ke titik terbaik, melalui kata-kata kunci pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, aktivasi ekonomi kerakyatan dengan kreativitas, dan pemberdayaan untuk mendorong kesejahteraan, dengan menjunjung tinggi kearifan lokal melalui seni budaya dan inovasi sosial warganya,” pungkas Fiki.

Hal ini bukanlah yang pertama kali bagi Fiki, karena di tahun 2008 Fiki pernah mengikuti proses suatu insiasi kelompok masyarakat untuk menjadi Walikota Bandung melalui jalur independen.

Fiki Satari yang lahir di Bandung pada 3 Februari 1976, merupakan anak kedua dari Dr.Ir. H. Tubagus Lily Satari, M.Sc. seorang pensiunan TNI-AU, dan PT Dirgantara Indonesia, hingga saat ini Tubagus Lily Satari masih aktif menjadi dosen di Universitas Pasundan.

Sedangkan ibu Fiki Satari adalah Dra. Hj. Endah S. Satari seorang dosen sastra Jepang di beberapa kampus di Kota Bandung.

Sejak lahir, Fiki menempuh pendidikan di Kota Bandung, setelah lulus dari SMAN 2 pada tahun 1994, ia mengambil gelar Sarjana Ekonomi di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Manajemen di kampus yang sama.

Selama ini Fiki aktif berkegiatan dan berorganisasi di kalangan komunitas dan masyarakat, terutama dalam hal yang terkait dengan minat dan kapasitasnya, seperti wirausaha dan industri kreatif.

Sebagai pendiri dan pemilik AirplaneSystm, salah satu brand clothing & apparel yang menjadi pelopor distro di Bandung, Fiki juga menginisiasi terbentuknya KICK (Kreative Independent Clothing Kommunity) yang terdiri dari berbagai brand distro di Bandung, yang diketuainya antara tahun 2006-2009.

Kecintaannya pada dunia musik telah memotivasinya untuk mendalami bidang audio engineering & bisnis musik di Studio 21 Jakarta pada tahun 1999-2000, serta mendirikan M4AI Records sebuah perusahaan rekaman independen di tahun 2002.

Pengalaman dan kesungguhannya untuk berkontribusi dalam bidang bisnis dan wirausaha selama ini telah membawanya menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Bandung (2017-2019).

Ilmu dan pengalamannya terkait bidang ekonomi, manajemen, bisnis, dan wirausaha disalurkannya melalui perannya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD serta sebagai mentor di program Creative & Cultural Entrepreneurship (CCE), MBA ITB.

Pada tahun 2008, bersama dengan lebih dari 40 individu dan komunitas kreatif dari berbagai bidang di kota Bandung, Fiki turut mendirikan Bandung Creative City Forum (BCCF), di mana pada periode kepengurusan pertamanya (2008-2012) ia menjabat sebagai wakil ketua sekaligus direktur program yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya seluruh program dan kegiatan BCCF, mulai dari kolaborasi dengan para pihak pemangku kepentingan kota, sampai dengan berjejaring dengan berbagai organisasi hingga tingkat internasional.

Di periode kedua (2013-2017), Fiki dipercaya sebagai Ketua BCCF, yang membawa organisasi ini untuk terus aktif berkontribusi bagi pembangunan dan reputasi Kota Bandung sebagai Kota Kreatif.

Sebagai ketua tim manajemen dossier Bandung untuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sejak tahun 2012, Fiki telah berhasil membawa Bandung secara resmi menjadi anggota UCCN sebagai UNESCO City of Designpada tahun 2015.

Dalam Kelompok Kerja Ekonomi Kreatif Rumah Transisi Jokowi-JK (2014), Fiki juga telah berperan penting dalam menyusun lembar kerja & konsep ekonomi kreatif bagi pemerintah pusat.

Kiprahnya dalam bidang sosial tampak dalam kegiatannya sebagai Ketua Karang Taruna Kota Bandung (2014-2019), dengan upaya menghilangkan stigma Karang Taruna, sekaligus secara optimal memberdayakan organisasi kepemudaan ini, melalui rebranding Karang Taruna “Cita Rasa Baru” dan berbagai program progresif yang telah mulai dirintis sejak awal masa kepemimpinannya.

Semangat Fiki untuk terus berbagi dalam segala hal tercermin dari kegiatannya sebagai penyiar di Radio PRFM dalam acara bincang santai bertajuk Muda Bandung dan Gagas Mudayang mengangkat semangat dan inisiatif komunitas dan warga Kota Bandung.

Dalam hal kreativitas, komunitas/ kota kreatif, dan potensi kreatif sebagai penggerak roda ekonomi, lingkup jejaring Fiki telah meluas.

Di tingkat nasional, bersama dengan BCCF dan rekan-rekan komunitas di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia dengan semangat yang sama, Fiki menginisiasi terbentuknya Indonesia Creative Cities Network(ICCN) pada tahun 2015, kemudian menjadi tim formatur dan pengarah dalam organisasi tersebut.

Di tingkat regional, melalui BCCF sebagai perwakilan Bandung, mendirikan SouthEast Asian Creative Cities Network (SEACCN), bersama dengan second cities lain di Asia Tenggara, yaitu Penang, Chiang Mai, dan Cebu, dengan program-program seperti workshop, konferensi, dan pameran bersama, tentunya dalam bidang industri kreatif.

Di tingkat internasional, Fiki membawa BCCF untuk masuk dalam jejaring City Builders yang memberikan kesempatan bagi Bandung untuk tampil di sesi City Changer di World Urban Forum di Medellin, Kolombia (2014), sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

Pengalamannya sebagai pembicara atau narasumber di berbagai forum internasional menambahkan referensinya terhadap hal-hal yang berkenaan dengan pengembangan komunitas, pembangunan kota dan infrastruktur dari berbagai sisi, eksperimen dan inovasi sosial, kreativitas sebagai penggerak roda ekonomi. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.