Harga Hunian Di Sydney Akhir 2017 Lebih Tinggi 11 Hingga 16 Persen

Prisca EdwardsARCOM.CO.ID ,Jakarta. Populasi di Sydney Australia hingga saat ini tumbuh 90.000 jiwa per tahun, sementara pasokan hunian masih gagal dalam memenuhi permintaan yang ada, maka analis menilai harga hunian di Sydney di akhir tahun 2017 akan lebih tinggi sekitar 11% hingga 16%.

Hal ini terungkap saat pengembang properti hunian dan Mixed-Use terkemuka di Sydney Crown Group, Selasa, (4/7/2017),  di Jakarta mengumumkan informasi terbaru tentang prediksi analis mengenai harga residensial Sydney pada 2017.

Managing Director SQM Louis Christopher menilai, harga residensial di Sydney pada akhir tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya akan naik sekitar 11% – 16% lebih tinggi, dan dengan populasi Sydney yang tumbuh sekitar 90.000 per tahun, menyebabkan pasokan hunian masih belum berhasil  memenuhi jumlah permintaan.

SQM Research Pty Ltd sendiri adalah rumah penelitian investasi Australia yang sangat dihormati, dan mengkhususkan diri dalam memberikan penilaian serta data di semua kelas aset utama, perusahaan ini didirikan dan dijalankan oleh salah satu analis properti yang paling dikenal dan dihormati di Australia yaitu Louis Christopher yang dikenal dengan  tujuan, pendekatan ​​dan pendapat jujurnya terhadap pasar real estat, dan hal ini sebagai salah satu dasar SQM Research dibangun.

Christopher juga memperingatkan, harga didorong oleh pergerakan relatif – jumlah hunian yang dijual, apakah naik atau turun sedikit tetap dapat dirasakan, namun skala kekurangan hunian berarti dasar fundamental pasar tidak akan cukup berubah.

Sydney sebagai kota berpenduduk lima juta orang termasuk Central Coast dan Blue Mountains memiliki lebih sedikit rumah untuk dijual dibandingkan Brisbane sebuah kota yang kurang dari setengah ukurannya, Sydney sendiri berukuran dua setengah kali ukuran Perth, namun jumlah properti yang dijual di dua kota tersebut tidak jauh berbeda.

Head of Global Capital Crown Group Prisca Edwards menyatakan, situasi Backlog yang dihadapi Sydney selama beberapa dekade terakhir adalah salah satu alasan utama mengapa pasar properti di Sydney sebagai salah satu yang paling menarik di kawasan Asia, pada dasarnya kecepatan pengembang menciptakan tempat tinggal baru tidak dapat mengikuti permintaan tambahan setiap tahun.

“Jika kita tidak cukup banyak membangun untuk meningkatkan jumlah properti baru, bagaimana kita bisa mengatasi permintaan hunian di Sydney,” kata Prisca Edwards, “Bahkan, saya tidak berpikir rencana biaya tambahan pajak hunian akan banyak mempengaruhi permintaan dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

“Jika anda seorang investor asing dan mau memasuki pasar properti mewah di Asia, maka Sydney merupakan opsi terbaik hingga saat ini,” tegas Prisca Edwards

Pemerintah Negara bagian New South Wales pekan lalu telah mengumumkan investor asing yang membeli properti di NSW akan dikenai biaya tambahan yang akan mulai berlaku mulai 1 Juli 2017, biaya tambahan bagi investor asing akan meningkat dari 4% menjadi 8% mulai 1 Juli 2017, ini merupakan tambahan dari biaya pajak hingga 7%, sementara biaya pajak bumi tahunan untuk pembeli asing akan naik dari 0,75% – 2% per tahun menurut laporan The Daily Telegraph.

Langkah tersebut diperkirakan akan menghasilkan hampir sekitar Rp. 20 triliun selama empat tahun ke depan untuk membantu para calon pembeli rumah pertama.

Menurut data investasi properti terbaru menunjukkan, satu dari sepuluh pembeli di NSW adalah orang asing, dan sejak diperkenalkan pada Anggaran 2016-2017, FIS telah berhasil mengumpulkan Rp. 1,5 Triliun dari 3000 pembeli asing.

Crown Group baru-baru telah berhasil meluncurkan produk terbarunya yaitu Waterfall by Crown Group secara global, Waterfall by Crown Group telah berhasil menorehkan tonggak sejarah baru bagi pengembang properti yang berbasis di Sydney ini dengan menghasilkan nilai transaksi terbaru.

Proyek pengembangan 331 unit yang menakjubkan ini telah berhasil terjual secara global lebih dari Rp. 3 triliun, dan hal ini mengulang kesuksesan Infinity by Crown Group di tahun 2015.

“Waterfall by Crown Group berhasil membuat pernyataan kuat di industri properti Australia tentang konsistensi Crown Group dalam menghasilkan hunian vertikal bergaya resor, “ pungkas Prisca Edwards. (Rls / BRH)

Comments are closed.