Pengelola SMAK Dago Minta Majelis Hakim Tolak Gugatan PLK

20170815_152653

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) selaku pengelola SMAK Dago yang terletak di jalan Ir.H.Juanda berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memutuskan untuk tidak menerima (N.O / tidak dapat diterima) atas gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK).

Hal ini ditegaskan kuasa hukum Yayasan BPSMKJB Benny Wulur, S.H. M.H.Kes, Selasa, (15/8/2017), di Upnormal Cafe jalan RE Martadinata Bandung.

“Gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) tidak memiliki landasan, dikarenakan Surat Kuasa yang digunakan diduga cacat hukum dan tidak sah,” kata Benny Wulur dihadapan para wartawan baik cetak, elektronik, maupun Online.

Lebih lanjut Benny Wulur menegaskan, Pemberi kuasa yang tercantum di dalam Surat Kuasa bukan orang yang berwenang dan tidak tercantum dalam akta kepengurusan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), “Kami juga mengajukan protes mengapa Surat Kuasa tersebut tidak pernah diperlihatkan di dalam Sidang,” ujarnya.

“Dasar gugatan adalah Surat Kuasa, tetapi kami menilai Surat Kuasa tidak sah, karena yang memberi kuasa haruslah orang yang berwenang,” ungkap Benny Wulur, “Pada kenyataannya pemberi kuasa adalah orang yang tak tercantum di dalam akta kepengurusan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), jadi secara otomatis Surat Kuasa tersebut cacat,” tegasnya.

Benny Wulur mengungkapkan, pihaknya telah meminta Majelis Hakim untuk memperlihatkan Surat Kuasa tersebut, “Walaupun kami sudah memohon sebanyak tiga kali pada Majelis Hakim, tetap saja permintaan kami tak dikabulkan dan ditolak,” ungkapnya, “Apabila terbukti kuasa cacat, maka secara perdata perekara tidak dapat diterima atau selesai,” ungkapnya.

Hingga saat ini kasus masih terus berjalan, dan berkas yang ada di kejaksaan sudah memasuki tahap P21, “Akta tersebut masih digunakan, padahal diduga telah terjadi tindak pidana,” kata Benny Wulur, “Seharusnya gugatan perdata terhadap Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) selaku pengelola SMAK Dago tidak dapat diterima,” tegas Benny Wulur.

“Kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), karena apabila gugatan dikabulkan akan menjadi preseden buruk bagi Pengadilan,” tegas Benny Wulur.

“Kami akan langsung mengajukan banding apabila putusan Majelis Hakim pada sidang Minggu depan tidak sesuai harapan kami,” tegas Benny Wulur.

Benny Wulur mengungkapkan, saat persidangan sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, (4/7/2017), pihaknya menghadirkan tiga orang saksi ahli “Salah satunya yaitu Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun,” ungkapnya.

“Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun dalam kesaksian di persidangan menyinggung tentang nasionalisasi aset,” kata Benny Wulur, “Menurut Refly Harun organisasi tidak bisa mewariskan asetnya kepada organisasi baru,” ungkapnya.

“Dalam kesaksiannya, Refly menegaskan, ketika sebuah aset sudah dinasionalisasi, maka aset tersebut telah berpindah dan menjadi milik negara,” kata Benny Wulur, “Menurut Refly, sebuah organisasi dapat dikatakan sebagai warisan dari organisasi sebelumnya, namun hanya dari sifatnya, visi, dan misinya, tetapi tidak untuk asetnya,” tegas Benny Wulur.

“Selain itu Refly Harun dalam kesaksiannya mengatakan, sebuah organisasi tidak dapat mengklaim sepihak sebagai penerus organisasi sebelumnya,” ungkap Benny Wulur, “Menurut Refly Harun, organisasi tidak beranak, jadi misal ada organisasi baru yang dikatakan penerus, maka dari sisi hukum hal itu adalah sebuah entitas yang berbeda,” ujar Benny Wulur.

“Kami berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung bisa melihat perkara ini dengan seadil-adilnya,” kata Benny Wulur.

“Perkara ini sudah berjalan bertahun-tahun dan tidak selesai-selesai, walaupun sidang pernah kami menangkan di tahun 2000-an” ungkap Benny Wulur, “Kami meminta kepada Majelis Hakim agar fokus pada Surat Kuasa,” tegasnya.

“Perlu dicatat, uang yang kami bayar kepada negara tidak pernah dikembalikan, dan negara tidak pernah digugat,” pungkas Benny Wulur. (BRH)