Terdakwa Darmawan Suryaatmadja Jalani Sidang Pertama Di PN Bandung

images-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Terdakwa dugaan kasus pemalsuan akta autentik, Darmawan Suryaatmadja (70 Thn), akhirnya menjalani sidang pertama, Selasa siang, (22/8/2017), di Pengadilan Negeri (PN) Bandung jalan RE Martadinata.

Namun walaupun berkas perkara telah lengkap atau P21, terdakwa Darmawan Suryaatmadja tidak ditahan dengan alasan sakit.

Dakwaan yang dikenakan terhadap Darmawan Suryaatmadja yaitu terdakwa menyuruh pejabat pembuat akta dalam hal ini Notaris Lydia Martasuta SH supaya memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik yaitu Akta Perjanjian Kerjasama Nomor: 02 tanggal 18 Februari 2015.

Terdakwa dugaan kasus pemalsuan akta autentik, Darmawan Suryaatmadja akan menjalani kembali sidang kedua, Selasa, (29/8/2017), di PN Bandung.

Kronologi:

Jon Bernard Pasaribu, SH., MH., dari Jon Bernard & Associates, Advocates and Counsellors at Law adalah pelapor dalam kasus dugaan pemalsuan akta autentik, yang dilakukan Darmawan Suryaatmadja.

Jon Bernard Pasaribu dalam hal ini mewakili kliennya Arif Muhamad Lutfi selaku Developer.

Kasus ini diawali Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Arif Muhamad Lutfi dengan Darmawan Suryaatmadja, Arif Muhamad Lutfi adalah Developer, sedangkan Darmawan Suryaatmadja mengaku sebagai pemilik tanah.

Darmawan-Suryaatmadja-1

Di kemudian hari ternyata pengakuan Darmawan Suryaatmadja sebagai pemilik tanah tidak benar, akhirnya Jon Bernard Pasaribu melaporkan Darmawan Suryaatmadja ke Polda Jawa Barat terkait pasal 266 KUHP, yaitu tentang pemalsuan akta autentik.

Arif Muhamad Lutfi sendiri selaku Developer telah mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk pengurugan tanah, dan telah memberikan uang tunggu kepada Darmawan Suryaatmadja sebesar 500 juta rupiah.

Luas tanah yang diakui milik Darmawan Suryaatmadja seluas 8.250 M2, rencananya tanah tersebut akan dibangun rumah sebanyak 80 unit oleh Arif Muhamad Lutfi selaku Developer.

Namun ketika Arif Muhamad Lutfi selaku Developer meminta sertifikat tanah tersebut untuk diperlihatkan kepada pihak Bank, Darmawan Suryaatmadja selalu menghindar dengan alasan sertifikat sedang displitsing di Kantor Pertanahan Kota Bandung

Akhirnya Arif Muhamad Lutfi selaku Developer mengetahui sertifikat tersebut ternyata tidak displitsing, maka Jon Bernard Pasaribu selaku pengacara Arif melaporkan Darmawan Suryaatmadja ke pihak berwajib karena menipu.

Karena kasus penipuan ini Arif Muhamad Lutfi selaku Developer mengalami kerugian materi lebih dari Rp.3 miliar, karena ketika sedang melakukan pembangunan perumahan, pihak Distarcip kota Bandung melakukan penyegelan dengan alasan tidak memiliki surat Ijin Mendirikan Bangunan.

Objek tanah yang dipermasalahkan terletak di Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. (BRH)

Comments are closed.