Gitaris Handy Hadiwikarta Butuh Dukungan Agar Bisa Tampil di Australia

20170825_001351-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Handy Hadiwikarta (31 thn) yang menekuni instrumental solo gitar rencananya akan berangkat ke Sydney Australia pada 30 September 2017 bersama manajernya Arien Hendriani untuk perform di Scorcher Fest.

Namun untuk menuju Scorcher Fest di Sydney Australia, Handy Hadiwikarta membutuhkan biaya 37 juta rupiah, akhirnya Handy harus bekerja keras tampil dari satu panggung ke panggung lainnya demi memuluskan karir bermusiknya sekaligus mengharumkan kota Bandung dan Indonesia di Australia.

Rencananya Handy Hadiwikarta dan Arien Hendriani akan tinggal di Australia selama satu minggu, dan mereka berharap uang yang dikumpulkan dari tampil di panggung dan penjualan kaos dan CD akan cukup membiayai mereka untuk berangkat ke Sydney Australia.

Saat ditemui di salah satu Cafe di jalan Naripan, Kamis malam, (24/8/2017), Handy Hadiwikarta mengatakan, dirinya sudah mencoba membuat proposal ke beberapa calon sponsor, namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban.

“Saya mengakui untuk tampil di Scorcher Fest di Sydney Australia saya masih terkendala dana,” kata Handy, “Secara formal saya sudah membuat proposal ke instansi dan organisasi, namun belum mendapatkan jawaban,” ujarnya.

Lebih lanjut Handy yang telah bermain gitar sejak Sekolah Dasar mengatakan, tujuan tampil di Australia adalah untuk membuktikan orang Indonesia mampu membawa musik Indonesia di Scorcher Fest. di Sydney Australia.

20170825_001411-1

“Pengamat musik Bens Leo juga menyarankan saya untuk tampil di Australia, namun saya sudah sejak lama memang ingin tampil bermain gitar di Australia,” ujar Handy yang memiliki lagu andalan Tranquility.

“Rencananya bila jadi perform di Australia, saya akan membawakan lima lagu solo gitar instrumental,” ungkap Handy yang sudah memiliki album berjudul Mechanics of The Soul.

Handy yang mengidolakan gitaris Joe Satriani, Steve Vai, dan John Petrucci bertekad terus mencari dana agar dapat berangkat ke Australia pada 30 September 2017, “Bila jadi berangkat ke Australia, saya akan perform pada 1 dan 2 Oktober 2017 di Valpe Bar Avenue George St 871 Sydney pukul 20.30 malam,” pungkas Handy yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan simulator di Maribaya.

Arien Hendriani selaku manager Handy mengakui, di Indonesia musik instrumental belum dapat diakui sebagai musik, “Bisa dilihat gitaris solo instrumental di Indonesia sangat sedikit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arien mengungkapkan drummer Jelly Tobing pernah melihat permainan gitar Handy Hadiwikarta, “Jelly Tobing sangat mengapresiasi penampilan Handy,” kata Arien, “Bahkan pengamat musik Bens Leo pernah berkata, Handy sudah pantas main di Australia, sedangkan pemain bas God Bless Donny Fatah mengatakan permainan gitar Handy nilainya 8 plus,” ujar Arien.

Di akhir wawancara Handy Hadiwikarta dan sang manajer Arien Hendriani bergegas menuju Troys Cafe di jalan Tamblong Bandung untuk tampil sekaligus menjual kaos dan CD yang keuntungannya dikumpulkan untuk biaya berangkat ke Scorcher Fest di Sydney Australia.

Semoga saja sebelum tanggal 30 September 2017 ada donatur atau sponsor yang berkenan membiayai keberangkatan sang gitaris berbakat Handy Hadiwikarta. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.