Lomba Foto Difabel di Cinnamon Hotel Raih Rekor MURI

20170817_112424-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung meraih Rekor Dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), untuk kategori Lomba Fotografi oleh Penyandang Disabilitas Terbanyak.

Lomba Foto Khusus Difabel bertajuk, “Difabel Bisa Berkarya”, berlangsung, Kamis, (17/8/2017), di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung jalan Dr.Setiabudhi No.300 Bandung.

“Setelah kami hitung Lomba Foto Khusus Difabel di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung diikuti 110 peserta penyandang difabel,” kata Direktur Eksekutif MURI Osmar Semesta Susilo di awal paparannya.

“Setelah kami riset di database MURI dan di database rekor dunia, belum pernah tercatat rekor lomba fotografi oleh peserta Difabel terbanyak,” tegas Osmar, “Jika nantinya ada lomba yang sama, jumlahnya harus lebih dari 110 peserta,” ujarnya.

“Biasanya MURI memberikan penghargaan kepada penyandang Disabel untuk kategori jalan sehat dengan peserta terbanyak, pemberian kaki palsu terbanyak, dan beberapa kategori lainnya,” ungkap Osmar.

Lebih lanjut Osmar mengatakan, keunikan dari Lomba Foto Khusus Difabel di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung adalah semua pesertanya Difabel, “MURI saja merasa terharu dengan adanya Lomba Foto Khusus Difabel ini,” ungkapnya.

20170817_131404

“Kami sempat berbincang dengan ketua pelaksana Lomba Foto Khusus Difabel, dan memang ternyata di Indonesia perhatian terhadap penyandang Difabel masih kurang,” tegasnya.

“Maka dengan adanya Lomba Foto Khusus Difabel, para peserta Difabel dapat belajar teknik fotografi dan dapat menjadi fotografer freelance,” pungkas Osmar.

CEO Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung Iman Rahman mengatakan, Lomba Foto Khusus Difabel di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-72, “Maka kami mengajak teman-teman penyandang Difabel untuk ikut lomba foto ini agar terus dapat berkarya,” ujarnya.

“Saya melihat kesempatan kerja bagi penyandang difabel sangat sedikit,” ungkap Iman, “Walaupun pemerintah telah menargetkan 2 persen bagi setiap Corporate untuk mempekerjakan mereka sebagai karyawan, tapi kenyataannya tidak demikian,” tegasnya.

“Seharusnya Jasa Marga bisa mempekerjakan teman-teman difabel di pintu masuk atau keluar tol, karena hanya memberikan tiket tol dan menerima uang,” kata Iman, “Selain itu penyandang difabel dapat dipekerjakan di Mini Market, sebagai kasir karena pekerjaannya tidak sulit,” tegasnya, “Dan hingga saat ini pada kenyataannya penyandang Difabel sulit mendapatkan pekerjaan seperti itu,” ujarnya.

“Mungkin dengan Lomba Foto Khusus Difabel ini mereka bisa memiliki keahlian fotografi, sehingga mereka bisa memiliki kemandirian, bisa berkarya, dan mendapatkan pekerjaan,” kata Iman.

20170817_102828

Lebih lanjut Iman mengatakan, peserta Lomba Foto Khusus Difabel di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung berasal dari Bandung, Garut, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Banyuwangi, dan beberapa daerah lainnya.

“Mudah-mudahan Lomba Foto Khusus Difabel ke depannya bisa lebih besar lagi, dan rencananya lomba foto ini akan menjadi kegiatan tahunan,” pungkas Iman.

Lomba Foto Khusus Difabel di Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung dihadiri Photographer Senior Darwis Triadi, Photographer Busana Muslim Ripsa Santoso, dan Photographer Tuli Christianto Harsadi.

Peserta Lomba Foto Khusus Difabel terdiri dari 62,8 persen tuli, 18,2 persen Tuna Daksa, dan 10 persen Tuna Netra, Tuna Grahita, Autis, ADHD, dan Celebral Palsy.

Lomba Foto Khusus Difabel dimeriahkan 40 anak-anak dan remaja Difabel dari Sanggar Seni Disabilitas GSwara yang mengenakan baju daerah dari 33 Provinsi.

Sebelum lomba dimulai, semua peserta Difabel melaksanakan Upacara Bendera di lantai atas Cinnamon Hotel Boutique Syariah Bandung. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.