Menteri Perdagangan RI: Universitas Pendidikan Indonesia Punya Peranan Strategis

UPI 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Perdagangan RI yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Enggartiasto Lukita menegaskan, UPI memiliki peranan strategis di Indonesia, hal ini dibuktikan lulusan UPI saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Kepala Staf Kepresidenan RI.

Hal ini ditegaskan Enggartiasto ketika membuka Kongres V Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia bertajuk, “Sinergi Alumni UPI dalam Membangun Pendidikan Nasional Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa”, Sabtu, (26/8/2017), di el Royale Hotel jalan Merdeka Bandung, turut hadir Rektor UPI Asep Kadarohman dan Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki.

“Universitas Pendidikan Indonesia merupakan satu-satunya Universitas yang mencantumkan Pendidikan,” kata Menteri Perdagangan RI yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Enggartiasto Lukita dalam sambutannya, “Selain itu UPI merupakan produsen guru-guru di Indonesia, perlu diingat perjalanan bangsa ditentukan oleh para guru,” ujarnya.

UPI 2Lebih lanjut Enggartiasto mengatakan, dirinya bersyukur karena telah ditempa di IKIP Bandung, (dahulu UPI bernama IKIP), “UPI saya akui mempunyai peranan strategis, karena pendidikan menentukan masa depan bangsa,” tegasnya.

Mengenai kondisi bangsa saat ini, Enggartiasto menegaskan, agar masyarakat Indonesia jangan menghabiskan waktu untuk meributkan perbedaan dan memunculkan kebencian, “Persaingan antar negara saat ini semakin meningkat, hal itu yang harus kita cermati,” pungkasnya.

Rektor UPI Asep Kadarohman mengatakan, diseganinya sebuah Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh kiprah para alumninya, serta dipengaruhi keajegan Perguruan Tinggi dalam mempertahankan keunikan dan jati dirinya, “UPI mendudukkan Alumni sebagai kekuatan,” tegas Rektor UPI.

UPI 3Lebih lanjut Rektor UPI mengatakan, UPI berdiri sejak tahun 1954, “Dahulu UPI bernama PTPD, FKIP, IKIP, dan akhirnya menjadi UPI,” ungkap Rektor, “Hingga saat ini UPI konsisten dalam bidang pendidikan,” tegasnya.

Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki yang juga Dewan Penasehat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, Alumni UPI saat ini meduduki jabatan sebagai Menteri Perdagangan dan Kepala Staf Kepresidenan, “Namun bagi UPI hal itu belum cukup, karena belum ada Menteri Pendidikan yang berasal dari UPI,” kata Teten yang disambut tawa para Alumni UPI.

Lebih lanjut Teten mengungkapkan, Presiden RI Joko Widodo mengatakan anggaran pendidikan saat ini besar, tetapi Presiden mempertanyakan perubahan signifikan apa yang terjadi, “Saya diberi tugas untuk menertibkan anggaran pendidikan di Indonesia,” tegas Teten.

“Kenapa di Indonesia tidak ada Perguruan Tinggi (PT) yang masuk 100 besar dunia dan baru dikisaran urutan ke-500,” kata Teten, “Padahal anggaran untuk pendidikan sangat besar,” tegasnya, “Singapura saja Perguruan Tingginya masuk urutan 10 besar dunia,” ungkap Teten, “Oleh karenanya Presiden Joko Widodo bertanya apakah subsidi untuk pendidikan di Indonesia sudah tepat atau belum,” pungkas Teten. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.