Sehari Bersama Papua Hadirkan Slank dan Black Brothers

20170812_105819

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Slank dan Black Brothers akan memeriahkan acara Festival Seni Budaya & Pentas Musik Papua bertajuk, “Sehari Bersama Papua 2017″, Sabtu, (12/8/2017), di Lap. Pussenif TNI AD jalan WR Supratman Bandung.

Acara yang digagas Pemerintah Papua juga menghadirkan, Frans Sisir, Edo Kondologit, Cun Funky Papua, Bob Rasta, Steven Jam, dan HIMA SEPA (Sebagai Perwakilan Mahasiswa Papua dari Kota Bandung).

Saat sesi Press Conference di salah satu Cafe di jalan Sulanjana, Ketua Panitia “Sehari Bersama Papua 2017″ Rafli mengatakan, festival budaya ini mengusung tema, Gerbangmas Hasrat Papua (Gerakan Bangkit Mandiri & Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat Papua).

“Sehari Bersama Papua 2017 diadakan di kota Bandung sebagai langkah awal dari “Tour Festival Budaya Papua” yang nantinya akan diadakan di beberapa kota besar di Indonesia,” kata Rafli

Lebih lanjut Rafli mengatakan, Festival Budaya Papua merupakan festival besar yang pertama kali diadakan di luar Papua, “Semoga festival ini dapat mengangkat seni budaya dan pariwisata Papua,” ujarnya.

“Bila acara ini sukses, kami akan menggelar tour di Provinsi lain,” ujar Rafli, “Mengapa kami memilih kota Bandung sebagai kota pertama, karena Bandung lebih menerima keberadaan warga Papua,” ujarnya, “Saat ini terdapat 300 orang Papua yang tersebar di Bandung, Cimahi, dan Sumedang,” ujarnya.

20170812_105301

“Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal diharapkan ditonton oleh 10.000 orang,” tegas Rafli, “Terima kasih kepada semua orang Papua yang ada di kota Bandung,” pungkas Refi.

Vokalis Slank, Kaka mengatakan, beberapa lagu-lagu Slank terinspirasi dari tanah Papua, “Salah satunya Lagu ‘Good Morning Papua,” ungkap Kaka.

“Slank di acara “Sehari Bersama Papua 2017″ akan membawa 21 lagu,” kata Kaka, “Pastinya kami akan membawa pesan tentang persatuan NKRI,” pungkasnya.

Drummer Slank, Bimbim mengatakan, Papua yang merupakan provinsi paling ujung di Indonesia selalu menginspirasi Slank, “Kami akan berkolaborasi dengan Black Brothers di lagu terakhir,” ungkap Bimbim.

“Saya sejak kecil memang nge-fans dengan Band Black Brothers,” kata Bimbim, “Saat Black Brothers pergi ke Belanda karena sesuatu alasan, saya merasa sedih,” ungkapnya, “Namun ada suatu kebanggaan karena ada musisi yang berani bersikap pada masa itu,” ujarnya.

Pemain Keyboard Black Brothers Yochie Pattipeuluhu mengatakan, Band Black Brothers telah berdiri sejak tahun 1975, “Base Camp kami di Jayapura,” ujarnya.

20170812_105508

Lebih lanjut Yochie mengatakan, Black Brothers yang biasa membawakan musik Funky, Reggae, keroncong, bahkan dangdut pernah bermain di Bandung di tahun 1977, “Kami main di Gelora Saparua,” ungkapnya, “Saat ini kami memiliki lagu baru yaitu ‘Mama Papua,” ungkapnya.

Yochie mengatakan, di acara “Sehari Bersama Papua 2017″ Black Brothers akan membawakan 20 lagu diantaranya lagu ‘Hari Kiamat’ dan ‘Lonceng Kematian’, “Kami ingin membangun semangat seni Papua agar bisa bangkit di nasional dan internasional,” tegasnya.

Yochie mengungkapkan, Black Brothers yang beranggotakan 9 pemain dan 1 Soundman dan telah menelurkan 6 album mempunyai cita-cita memiliki sekolah musik di Papua, “Perlu diingat, yang mempopulerkan kata-kata mutiara hitam adalah Black Brothers,” pungkasnya.

“Sehari Bersama Papua 2017″ di Lap. Pussenif TNI AD jalan WR Supratman Bandung akan dijaga oleh 150 anggota tentara, 50 anggota Kepolisian, dan 250 orang Keamanan dari Papua.

“Sehari Bersama Papua 2017″ mempunyai misi memperkenalkan kebudayaan Papua di tanah Pasundan, karena Papua memiliki ratusan Suku. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.