Bekraf Gelar Business Matching di The Trans Luxury Hotel Bandung

Bekraf 2ARCOM.CO.ID ,Bandung. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar “Sharia Banking for Creative Business Matching”, Jumat, (22/9/2017), di The Trans Convention Centre-The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

Turut hadir di acara ini, Direktur Akses Perbankan Bekraf Restog Krisna Kusuma, Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, Direktur Grup Pengaturan Perijinan Penelitian dan Pengembangan Perbankan Syariah OJK Deden Firmansyah Hendarsyah, dan perwakilan BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, dan Bank Panin Dubai Syariah.

“Acara Sharia Banking for Creative Business Matching di Bandung kali ini diikuti 200 orang pelaku kreatif,” kata Direktur Akses Perbankan Bekraf Restog Krisna Kusuma, “Semoga kebutuhan permodalan para pelaku kreatif yang hadir terpenuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut Restog mengungkapkan, Business Matching kali ini menghadirkan skema wakaf oleh BNI yang dapat digunakan untuk mendukung salah satu film Indonesia yaitu “IQRO 2″, “Skema wakaf untuk film baru pertama kali terjadi,” pungkasnya.

Bekraf 1Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan, pembiayaan perbankan syariah yang diakses pelaku ekonomi kreatif bisa digunakan untuk mengembangkan usaha mereka, “Maka di acara ini Bekraf mempertemukan langsung perbankan syariah sebagai sumber pembiayaan dengan pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.

“Bekraf berharap peluang pelaku ekonomi kreatif dalam mengakses pembiayaan perbankan syariah dapat lebih besar,” tegasnya.

Lebih lanjut Fadjar mengatakan, saat ini portofolio kredit perbankan untuk sektor ekonomi kreatif masih kecil, “Menurut data Bank Indonesia, kucuran dana perbankan ke sektor ekonomi kreatif ┬ábaru 9 persen, sedangkan ke sektor UKM 20 persen,” ujarnya.

“Hal Inilah yang menjadi amanah bagi Deputi Permodalan Bekraf, bagaimana meningkatkan portofolio keuangan ekonomi kreatif agar meningkat,” kata Fadjar.

Bekraf 3“Saat ini Bekraf sedang melakukan prioritas dalam memberikan bantuan kepada pelaku ekonomi kreatif,” kata Fadjar, “Salah satunya film, karena film merupakan sub sektor prioritas,” ujarnya, “Ke depannya tidak hanya sektor film saja, tetapi sektor Startup akan kita bantu juga,” pungkasnya.

Dalam acara “Sharia Banking for Creative Business Matching”, Bekraf memberikan pemahaman tentang prinsip pembiayaan syariah dan persyaratan yang perlu dipenuhi pelaku ekonomi kreatif untuk mengakses pembiayaan.

Bekraf dan OJK di acara ini memberikan akses pelaku ekonomi kreatif untuk mengajukan proposal secara langsung kepada perbankan syariah.

Acara ini di akhiri dengan informasi skema wakaf oleh BNI yang bisa digunakan untuk mendukung film IQRO 2. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.