Calon Walikota Bandung Terharu Lihat Perjuangan Gitaris Handy Hadiwikarta

20170917_174334-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung yang juga Calon Walikota Bandung Priana Wirasaputra terlihat terharu dan berlinang air mata saat diwawancara awak media ketika diminta komentarnya tentang perjuangan gitaris Handy Hadiwikarta yang harus mengamen di jalanan kota Bandung demi mengharumkan Indonesia di Scorcher Fest Australia.

Peristiwa haru ini terjadi di acara “A Sunday Coffee Afternoon”, Minggu, (17/9/2017), di Graha Tirta Siliwangi jalan Lombok Bandung, kegiatan ini merupakan penggalangan dana bagi gitaris Handy Hadiwikarta yang akan tampil di Scorcher Fest Australia di bulan Oktober 2017.

“Saya sudah mengenal gitaris Handy Hadiwikarta beberapa bulan ke belakang, dan telah beberapa kali bertemu,” kata Priana Wirasaputra di awal paparannya, “Seperti kita ketahui, Handy merupakan seorang seniman yang memainkan gitar, dan kita sudah melihat bagaimana kehebatan Handy bermain gitar secara solo di acara ini,” ujarnya.

“Handy ternyata mendapat atensi dari dunia dengan diundang perform di Australia, tapi ternyata untuk menuju ke Australia Handy masih membutuhkan bantuan dana,” ungkap Priana Wirasaputra.

Lebih lanjut Priana Wirasaputra mengatakan, seniman atau pemusik seperti Handy perlu panggung, “Memang gitaris solo seperti Handy di kota Bandung dan Indonesia relatif jarang, namun Handy berani mengambil pilihan menjadi pemain gitar solo,” ujarnya.

20170917_172355

“Saya melihat keinginan kuat dan luar biasa dari diri Handy dan teman-temannya agar Handy bisa berangkat ke Australia memenuhi undangan manggung di sana,” kata Priana Wirasaputra, “Saya bahkan sangat terharu melihat tayangan perjuangan Handy sampai mengamen di jalan Asia Afrika demi berangkat ke Australia,” ujarnya.

“Dengan kejadian ini saya akan merancang beberapa kegiatan agar Handy bisa perform di beberapa tempat di kota Bandung, demi menambah dana untuk berangkat ke Australia,” ungkap Priana Wirasaputra, “Saya inginnya malam minggu membawa Handy perform di teras Cihampelas, dan saya sendiri yang akan mendampingi Handy,” tegasnya.

Lebih lanjut Priana Wirasaputra mengatakan, masyarakat punya persepsi sendiri terhadap kegiatan Handy, “Ada yang suka dan ada yang tidak suka terhadap suatu karya seni, maka kita tidak bisa memaksakan masyarakat untuk bersikap, tetapi potensi Handy harus dipublikasikan agar muncul ke permukaan dan diapresiasi oleh masyarakat,” ujarnya.

Mengenai seniman dan pemusik di masa tua, Priana Wirasaputra mengatakan, inilah persoalan di kegiatan berkesenian, “Kita banyak menyaksikan nasib penggiat seni di hari tuanya, ini pekerjaan rumah bagi kita bagaimana agar seniman nasibnya menjadi baik di masa tuanya,” ujarnya, “Kondisi seniman susah di masa tuanya adalah suatu kondisi yang tidak sehat,” pungkasnya.

Di acara “A Sunday Coffee Afternoon”, yang merupakan penggalangan dana bagi gitaris Handy Hadiwikarta yang akan tampil di Scorcher Fest Australia di bulan Oktober 2017, Priana Wirasaputra dan istrinya terlihat turut menyumbang sejumlah uang untuk Handy Hadiwikarta. (BRH)

Comments are closed.