Film Pengabdi Setan Segera Tayang di Kota Bandung

20170921_204111-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Film “Pengabdi Setan” arahan sutradara Joko Anwar akan segera tayang di kota Bandung mulai Kamis, (28/9/2017), di seluruh bioskop yang ada di kota Bandung.

Hal ini terungkap saat Press Conference Film “Pengabdi Setan”, Kamis, (21/9/2017), di Skyview Rooftop Pool & Bar Mercure Bandung City Center jalan Lengkong Besar Bandung.

Turut hadir, Sutradara Joko Anwar, dan para pemain film “Pengabdi Setan” seperti, Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, dan Nasar Anuz.

“Film Pengabdi Setan yang pernah dibuat di tahun 1980 oleh sutradara Sisworo Gautama Putra merupakan film Indonesia yang membuat saya ingin menjadi Film Maker,” kata Joko Anwar.

“Maka untuk membuat ulang film “Pengabdi Setan” pemain filmnya harus luar biasa, dan filmnya harus lebih seram dari aslinya,” tegas Joko Anwar, “Sebagai contoh Tara Basro saat Casting film “Pengabdi Setan” berhasil menyisihkan 40 orang,” ungkapnya, “Walaupun saya sering bekerjasama dan bertetangga dengan Tara Basro, namun Tara benar-benar ikut casting,” tegasnya.

20170921_195849-1

Lebih lanjut Joko Anwar mengungkapkan, dirinya beserta kru mencoba mencari lokasi film “Pengabdi Setan” selama tiga bulan, “Akhirnya kita menemukan rumah di Pangalengan yang dari segi layout dan skrip sangat cocok,” ujarnya, “Namun karena kondisi rumah tersebut buruk, maka harus direnovasi dulu,” ujarnya.

Mengenai tokoh Bapak di film “Pengabdi Setan”, Joko Anwar mengungkapkan dirinya kesulitan mencari tokoh yang mampu memerankan karakter Bapak, “Di film ini Bapak divisualkan berusia 55 tahun, saya mencari pemain untuk karakter Bapak hingga ke Malaysia, dan Singapura namun tetap tidak ketemu,” ujarnya, “Akhirnya saya meminta Bront Palarae untuk mencari tokoh Bapak hingga 50 orang, namun akhirnya saya memutuskan Bront Palarae sendiri yang memerankan karakter Bapak dan transformasinya luar biasa,” kata Joko Anwar.

“Film “Pengabdi Setan” terdahulu kental religinya, maka di film ini unsur religi tidak kita tinggalkan,” kata Joko Anwar, “Sensibilitas film “Pengabdi Setan” adalah regional asia, maka kita buat film ini untuk kultur South East Asia,” ujarnya.

“Film “Pengabdi Setan” yang saya buat mirip aslinya, karena saya tetap pertahankan keaslian film ini, namun untuk melihat bedanya silahkan nonton di bioskop,” ungkap Joko Anwar, “Pastinya film ini tidak ada Jump Scare,” ujarnya, “Saya mendapat laporan ketika pre screening film “Pengabdi Setan” di Trans Studio Mall XXI Bandung, setelah film selesai para penonton tidak beranjak dari tempat duduknya, entah kenapa,” pungkasnya.

Pemain film “Pengabdi Setan” Tara Basro mengatakan, dirinya telah bekerjasama dengan Joko Anwar sebanyak lima kali, “Ketika Joko mengajak main film horor ini, saya sempat takut tapi tetap harus dicoba, dan akhirnya cocok,” ungkapnya, “Sebelumnya saya sudah mendengar ide Joko Anwar yang akan membuat film horor, dan hasilnya memang bagus,” pungkasnya.

20170921_195805-1

Dimas Aditya menambahkan, dirinya bersama para pemain film “Pengabdi Setan” melakukan proses syuting selama 18 hari, “16 hari syuting di Pangalengan, dan 2 hari syuting di Jakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dimas Aditya mengungkapkan, dirinya mendapat kabar dari temannya yang menonton pre screening film “Pengabdi Setan” bahwa para penonton melakukan Standing Ovation di dalam bioskop, “Teman saya bercerita, di dalam bioskop, para penonton seperti tersihir dan tidak langsung keluar bioskop, dan kebanyakan penonton laki-laki yang ketakutan,” pungkasnya.

Film “Pengabdi Setan” yang berdurasi 105 menit diproduksi oleh PT Rapi Films, para pemeran film ini diantaranya, M. Adhiyat, Ayu Laksmi, Elly Luthan, Egy Fedly, dan Arswendy Bening Swara.

Film “Pengabdi Setan” bercerita tentang seorang ibu yang mengalami sakit aneh selama tiga tahun dan akhirnya meninggal dunia, sang Bapak kemudian memutuskan untuk bekerja di luar kota dan meninggalkan anak-anaknya.

Namun anak-anaknya merasa walaupun ibunya telah meninggal dunia, namun seperti masih berada di rumah.

Situasi semakin menyeramkan ketika sang anak mengetahui ibunya datang ke rumah tidak hanya sekedar menjenguk, namun untuk menjemput mereka semua. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.