Industri Televisi Gagal Penuhi Hak Warga Indonesia

Rapor 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Saat ini kebanyakan industri televisi (TV) gagal memenuhi hak warga untuk mendapatkan tayangan TV sebagai media yg sehat, benar, dan bermanfaat terutama bagi anak-anak, maka orang tua harus ekstra hati-hati dan menyaring tayangan televisi yang kebablasan seperti penayangan kekerasan, rokok, dan pelecehan seksual.

Hal ini terungkap di acara Seminar Rapor Merah Televisi bertajuk, “Minimnya Tayangan Ramah Anak”,  Sabtu, (16/9/2017), di Institut Francais Indonesia (IFI) jalan Purnawarman Bandung.

Turut hadir, Komisioner Bidang Isi Siar KPI Pusat Mayong Suryo Laksono, Dosen dan Direktur Remotivi Muhamad Heychael, dan Psikolog Anak Anggit Sukmawati.

Rapor 3“Anak-anak seharusnya mendapatkan tayangan televisi yang sesuai dengan porsi-nya, namun tayangan yang ada saat ini sudah kebablasan, karena banyak menyiarkan tayangan dengan muatan kekerasan, menjadikan perempuan obyek seks, hingga kabar perceraian,” kata Psikolog Anak Anggit Sukmawati, “Semua itu tidak lepas dari perubahan jaman dan teknologi informasi yang semakin maju dan kompleks,” ujarnya.

Lebih lanjut Anggit Sukmawati mengatakan, sebenarnya saat ini sudah ada lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bertugas mengawasi industri penyiaran, namun sayangnya selain kurang dikenal dan dimanfaatkan publik, kinerja KPI belum maksimal,” pungkasnya.

“Kami mengakui KPI sebagai lembaga yang mengawasi penyiaran kinerjanya  belum maksimal, dikarenakan banyak industri TV yang walaupun telah diberi  peringatan tentang penayangan yang tidak relevan masih tetap melanggar,” ungkap Komisioner Bidang Isi Siar KPI Pusat Mayong Suryo Laksono.

Rapor 2“KPI menerima banyak aduan dari warga masyarakat mengenai tayangan TV yang tidak perlu dan menyimpang , tindak lanjut KPI adalah mengawasi dan menindak, namun tetap saja masih ada yang melanggar,” pungkas Mayong.

Direktur Remotivi Muhamad Heychael mengatakan, untuk membantu KPI dalam hal pengaduan dan tindak lanjut yang diajukan ke KPI, maka Remotivi sebagai lembaga studi dan pemantauan media khususnya televisi di indonesia mengeluarkan aplikasi Rapotivi, “Rapotivi adalah aplikasi android untuk adukan tayangan tv yang tidak sehat,” ujarnya, “Rapotivi hadir untuk menjembatani publik dengn KPI agar lembaga ini bekerja lebih cepat, responsif, dan progresif,” tegasnya.

“Setiap aduan yang masuk, setelah diverifikasi, akan diteruskan ke KPI,” ungkap Muhamad Heychael, “Tim Rapotivi akan secara berkala melaporkan status aduan yang disampaikan oleh warga dengan mengawal proses yang ada di KPI,” ujarnya, “Dengan adanya Rapotivi, diharapkan penayangan pertelevisian kita semakin sehat dan sesuai dengan kebutuhan warga,” pungkas Muhamad Heychael. (Lucky Ronaldi)

Comments are closed.