Kelas Musik Rock II Hadirkan Pentolan Pure Saturday dan Cherry Bombshell

IMG-20170918-WA0011-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Atap Promotions menghadirkan pentolan band “Pure Saturday” Suar Nasution dan pentolan band “Cherry Bombshell” Agung Pecunk di acara “Kelas Musik Rock II 90s Roots Rock Rebels”, Senin, (18/9/2017), di Atap Promotions Office jalan Simponi II No.63 Bandung.

Pentolan band “Pure Saturday” Suar Nasution dalam bincang-bincang santai ini menceritakan awal berdirinya Pure Saturday di tahun 1994, “Pure Saturday terbentuk karena iseng saat para personelnya menunggu hasil UMPTN,” kata Suar, “Kita biasa berlatih di gudang bekas pabrik gitar,” ujarnya.

Lebih lanjut Suar mengatakan, Pure Saturday awalnya bernama “Tambal Ban”, “Karena kurang enak didengar akhirnya kita rubah menjadi “Pure Saturday” karena kita biasa berlatih di hari Sabtu,” ungkapnya.

“Di tahun 1994 Pure Saturday ikut Festival Musik Unplugged se-Jawa dan DKI Jakarta, dan kita mendapat juara pertama kategori umum, dan seiring berjalannya waktu Pure Saturday akhirnya semakin dikenal,” ungkap Suar.

Pentolan band “Cherry Bombshell” Agung Pecunk yang memiliki nama asli Agung Pramudya Wijaya mengatakan, Cherry Bombshell didirikan 15 Juni 1995, “Cherry Bombshell” diambil dari jenis cat rambut di majalah Seventeen,” ungkapnya.

“Personel awal Cherry Bombshell waktu itu adalah, saya sebagai pemain bas, Harry Hidayatullah (gitar), Ismail Rahaji (gitar), dan Mochammad Febry Syarif (drum),” ungkap Agung, “Alexandra atau Alex akhirnya masuk manjadi vokalis Cherry Bombshell, namun karena meneruskan pendidikan ke Hongkong maka Alex digantikan oleh Widyastuti Ariani (Widy), dan saat ini vokalis utama Cherry Bombshell adalah Esti” ungkapnya.

“Cherry Bombshell biasa membawakan lagu dari Lush, Pale Saint, Revolver, dan Velocity Girl,” ujar Agung, “Akhirnya kita merilis album pertama berjudul ‘Waktu Hijau Dulu”,” ungkapnya.

Dalam acara “Kelas Musik Rock II 90s Roots Rock Rebels”, terungkap baik Pure Saturday maupun Cherry Bombshell tetap ‘keukeuh’ dengan idealis bermusik mereka, kedua band kebanggaan kota Bandung tersebut sering beradu argumen dengan produser rekaman yang menginginkan mereka bermain musik lebih komersil, namun Pure Saturday dan Cherry Bombshell tetap kukuh dengan sikapnya yaitu bermusik dengan gaya mereka sendiri.

Acara “Kelas Musik Rock II 90s Roots Rock Rebels”, ditutup dengan penampilan Agung Pecunk yang memainkan alat musik gesek dari limbah botol kaca bekas, alat musik ini memerlukan riset selama dua tahun, beberapa alat musik buatan Agung dinamakan Karintol singkatan dari Karinding Botol, Gestol atau gesek botol, dan Klintol atau kliningan botol. (Lucky Ronaldi)

Comments are closed.