Nusantara Hospitality Insani Gagas Lembaga HELIC

IMG-20170923-WA0027

ARCOM.CO.ID , Bandung. PT Nusantara Hospitality Insani (NHI) menggagas terbentuknya lembaga Hotel Executive Learning Centre (HELIC) yang fokus pada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia profesional untuk posisi General Manager, Executives, dan Departement Head bidang perhotelan di Indonesia melalui program training.

Hal ini terungkap saat Grand Launching Hotel Executive Learning Centre (HELIC), Sabtu, (23/9/2017), di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Ciremai Building lantai 6 jalan Dr. Setiabudi Bandung.

Selain Grand Launching Hotel Executive Learning Centre (HELIC), kegiatan ini menghadirkan Talkshow dengan tema, “Kompetensi Adalah Mantra untuk Memenangkan Persaingan”, dengan pembicara, Rachmat Solahuddin (IMI Luzern-Switzerland), Mr George Ubbelohde (ICBET Hong Kong), Anang Sutono (STP NHI), I Gede Putu Laksaguna (LEPPI) Herman Muchtar (PHRI Jabar).

Selain Talkshow, terdapat acara penandatanganan MoU antara HELIC dan ICBET serta IHGMA Parahyangan, dan Bank Mandiri.

Saat ini banyak bermunculan Hotel berbintang di Indonesia, namun munculnya hotel menimbulkan masalah tersendiri, seperti masih minimnya Sumber Daya manusia di posisi General Manager.

Untuk mengatasi masalah ini, Helic menawarkan dua program, yaitu Certified Hotel Manager (CHM), dan Executive Development Program (EDP).

Subyek Program CHM, diantaranya GM & Function, Asset Management, Risk Management, Operational Excellence untuk Room, Operational Excellence unruk Food & Beverages, Financial Management, Maintenance Management, e-Commerce Digital Marketing, Marketing Strategy, Revenue & Distribution, Strategic Thinking & Decision Making, HR Compliance, HR Leadership, serta Hospitality Law.

Sedangkan Program EDP fokus pada Room Division Management, F&B Management, HR Management, dan Sales & Marketing.

Setelah mengikuti program ini, nantinya peserta diharapkan dapat menjawab berbagai isu terkait manajerial hotel.

Dalam pelaksanaannya, Helic berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Learning Resources dari International Management Institute (IMI) Switzerland, WILEY, AHLEI, Routledge dan Pearson.

IMG-20170924-WA0007

Presiden Direktur PT NHI Rully Zulkarnain mengatakan, gagasan dibentuknya lembaga HELIC berawal dari keinginan sharing pengalaman para senior di bidang perhotelan pada generasi dibawahnya.

“Di tahun 2005, banyak hotel-hotel kecil berdiri di Indonesia, dan di hotel kecil tersebut banyak yang tadinya menjabat di level Departement Head langsung dipromosikan menjadi General Manager,” ungkap Presiden Direktur PT NHI Rully Zulkarnain.

“Dengan adanya proses tersebut, maka kualitas pelayana dari hotel tersebut tidak sebaik yang diharapkan,” tegas Rully Zulkarnain.

“Akhirnya para alumni NHI mencoba membuat semacam wadah yang kita sebut HELIC Centre yang tujuannya mendidik General Manager agar cepat memahami dan memanage hotel dengan baik,” ungkap Rully Zulkarnain, “HELIC Center ini akan difasilitasi para senior yang telah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut Rully Zulkarnain mengatakan, biasanya Hotel internasional promosi jabatan General Manager berdasarkan pengalaman dan kompetensi yang dinilai para operator, “Saat ini kita sedang melakukan sertifikasi yang ke depannya kita ajukan pada Kementerian Pariwisata RI,” ungkapnya.

“Untuk menjadi General Manager, seseorang harus melewati proses sertifikasi, saat ini memang belum ada, namun idealnya ke depan harus ada sertifikasi,” tegas Rully Zulkarnain, ” Maka kita menciptakan program Hotel Administration, Certified Hotel Manager dan Certified Hotel Executive, dan semuanya dikeluarkan oleh lembaga semodel HELIC,” ujarnya.

Rully Zulkarnain berharap, dengan program yang telah disusun, mampu membuka wawasan bagaimana sertifikasi para General Manager atau Departemen Head, “Hal ini penting untuk bekerja guna memajukan pariwisata Indonesia ke depannya, apalagi dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ungkapnya.

“Alangkah baiknya jika para General Manager bisa ter-certified dengan baik, sehingga saat mereka melamar bekerja ke luar negeri, sertifikasi dapat dijadikan referensi yang diakui,” pungkasnya.

Program HELIC melibatkan beberapa fasilitator berpengalaman, diantaranya, Anang Sutono, Martino Tanor, Dina Sandri Fani, Violetta Simatupang, Susanto Sukarto, Wishnu Handoko, Herry Defrizal, Wientor Rah Mada, Tommy Saroso, Christy Megawati, Julius Slamet, Ade Noerwenda, Nila Krisnawati, Agus Badrudin, Eduard Rudolf Pangkerego dan Hana Hoed.

PT Nusantara Hospitality Insani (NHI) dikelola oleh Rully Zulkarnain sebagai Presiden Direktur, dibantu empat orang Direktur yaitu, Bambang Katjaswara, Reza Sunardi, Anti Roesfian dan Irmansjah Madewa.

Direncanakan Batch pertama HELIC mulai digulirkan 9 Oktober 2017 di Kota Bandung. (Lucky Ronaldi)

Comments are closed.