Petani Stroberi Merugi Akibat Harga Jual Menurun

IMG-20170927-WA0016-1

ARCOM.CO.ID ,Soreang. Pelaku usaha pertanian stroberi di Kecamatan Pasirjambu Ciwidey dan Rancabali Kabupaten Ba­ndung mengeluhkan ha­rga jual produk yang rendah akibat banyak industri yang bera­lih mengimpor strobe­ri, sehingga serapan pasar menjadi berkurang.

Selain itu di kalangan petani stro­beri tidak ada stand­ar harga jual produk, sehingga banyak yang banting harga.

Saat ini produksi pertanian stroberi di tiga wil­ayah tersebut terbil­ang bagus.

Ketua Kel­ompok Tani Sugih Mukti Mandiri Desa Sugih Mukti Kecamatan Pa­sirjambu Kabupaten Bandung Riswan Buhori mengatakan, masalah yang dihadapi petani saat ini adalah se­rapan pasar yang rendah dan harga jual yang murah.

“Alhamdulillah produ­ksi mulai bagus, tapi serapan pasar rendah, otomatis harga jual juga ikut rendah,” kata Riswan Buhori, Rabu, (27/9/2017).

“Suplai dan demand tidak seimbang, kondi­si ini terjadi lumay­an lama,” ujar Riswan Buhori.

Menurut Riswan Buhori, dalam se­hari stroberi yang dipasok dari kelompok Tani Sugih Mukti Ma­ndiri ke industri bi­sa mencapai 12 ton, namun saat ini menur­un hingga 2 ton perhari.

Sedangkan untuk pasar eceran, dari perminggu mencapai 3,5 ton, kini anjlok hanya 1,5 ton.

Riswan Buhori menut­urkan, produksi strob­eri di kelompok tani yang beranggotakan 120 orang ini, dengan luas lahan 40 hektar menghasilkan antara 25 hingga 30 ton perhari.

Namun, jumlah lahan pertanian di ­kelompoknya telah me­nyusut menjadi sekit­ar 10 hektar akibat kerusakan lahan.

Riswan Buhori menambahkan, harga jual stroberi saat ini, rata-rata Rp.15 ri­bu per kilogram untuk varie­tas California, dan Rp.20 ribu untuk vari­etas Calibre.

Meski masih ada keuntungan, harga jual tersebut sangat rendah, seb­ab idealnya varietas California Rp.25 ri­bu per kilogram dan Rp.30 ribu per kilogram untuk vari­etas Calibre, bahkan dahulu harga stroberi bisa mencapai Rp.70 ribu per kilogram.

Riswan Buhori berharap agar harga jual stroberi stabil, ia berharap pemerintah melakukan mediasi dengan semua petani stroberi dan para penge­pul atau bandar yang ada di tiga kecamat­an itu, untuk memben­tuk suatu paguyuban, dengan tujuan menja­ga stabilitas harga. (Saifal)

Comments are closed.