Dishub Jabar Redam Rencana Aksi Demo Tolak “Taksi Online” di Gedung Sate

dishub 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mencoba meredam rencana demo besar-besaran  menolak “Taksi Online” (Angkutan Sewa Khusus) yang akan dilakukan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat, demo tersebut rencananya dilaksanakan Rabu, (11/10/2017), di Gedung Sate  jalan Diponegoro Bandung.

Dishub Jabar menggelar Press Conference sekaligus Audiensi dengan WAAT terkait masalah tersebut, Senin, (9/10/2017), di Kantor Dishub Jabar jalan Sukabumi Bandung, turut hadir Kabid Angkutan Darat sekaligus Plt Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat  Andreas, Kepala Balai Pengelolaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Wilayah III Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Abduh Hamzah,  Ketua WAAT Jawa Barat Herman, dan Sekjen WAAT Tirtajaya.

“Aspirasi WAAT akan kami tampung, selambat-lambatnya hari Selasa, (10/10/2017), Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat akan melakukan tindakan yang sepatutnya yang harus kita lakukan terhadap Angkutan Sewa Khusus,” kata Kabid Angkutan Darat sekaligus Plt Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat  Andreas, “Kita akan memfasilitasi keinginan WAAT,” ujarnya.

Kepala Balai Pengelolaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Wilayah III Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Abduh Hamzah mengatakan, pihaknya berjanji akan melakukan penertiban Angkutan Sewa Khusus, “Kami akan mengkomunikasikan hal ini bersama pihak Pemprov Jabar, Kominfo dan pihak Kepolisian,” tegasnya.

dihub 2Ketua Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Herman menegaskan, bila Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat  tidak melakukan tindakan terhadap “Taksi Online” seperti Uber, Grab, dan Gojek pihaknya akan melakukan demo besar-besaran menolak Taksi Online di Gedung Sate pada Rabu, (11/10/2017), “Namun Demo akan ditangguhkan bila “Taksi Online” di jawa Barat benar-benar ditutup,” tegasnya.

Sekjen Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Tirtajaya mengatakan, pihaknya sudah jenuh dengan janji-janji, “Semoga Gubernur Jawa Barat memenuhi janjinya ketika membuat kesepakatan di Rumah Dinas Gubernur Jabar 6 Oktober 2017,” ujarnya.

“Pemerintah harus menutup” Taksi Online”, minimal ada tindakan nyata dari dinas terkait,” ungkap Tirtajaya, “Dishub Jabar harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sehingga menghasilkan sinergi demi terwujudnya kesepakatan tersebut,” tegasnya.

dishub 3“WAAT dalaam keadaan kondusif  bila kesepakatan tersebut direalisasikan,” kata Tirtajaya, “Bertindaklah sesegera mungkin jangan dinanti-nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Tirtajaya mengatakan,  pihaknya tetap ingin menjaga kondusifitas di Jawa Barat, “Kami dari Aliansi ingin Kantor “Taksi Online” di Jawa Barat ditutup, termasuk aplikasinya,” tegas Tirtajaya, “Bila tidak ditutup, kita akan demo dengan membawa massa sebanyak 15.000 orang ke Gedung Sate,” tegasnya.

“Hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak, maka kita ingin secara tertulis Kantor “Taksi Online” ditutup,” ujarnya, “Bila tidak ada kepastian, kami tidak bisa membendung aspirasi di bawah,” tegasnya.

Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) dalam audiensi di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Barat tetap pada tuntutan awal, yaitu Dishub Jabar dan pihak terkait segera mungkin menutup Kantor “Taksi Online” dan aplikasinya. (BRH)

Comments are closed.