Gedung Sate Festival Diwarnai Pemecahan Rekor Dunia RHR dan ORI

ori 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Gedung Sate Festival bertajuk, “Semarak Pesta Rakyat”, Sabtu malam, (30/9/2017), di Gedung Sate jalan Diponegoro Bandung diwarnai pemecahan rekor dunia Record Holders Republic (RHR), dan Original Rekor Indonesia (ORI) untuk kategori kolaborasi kolosal serba 72, pemecahan rekor dunia ini diberikan RHR dan ORI sebagai kado ulang tahun Jawa Barat yang ke-72.

Turut hadir dalam pemecahan rekor dunia ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan, Kadisparbud Jawa Barat Ida Hernida, dan Pimpinan Original Rekor Indonesia (ORI) Agung Elvianto.

Saat sesi wawancara, Pimpinan Original Rekor Indonesia (ORI) Agung Elvianto mengatakan, Rekor Dunia The Biggest Orkestradisi dan Oratorium Kolosal diikuti 879 orang yang membawakan 72 seni budaya Jawa Barat selama 72 menit, “Semua yang dihadirkan merupakan budaya yang ada di Jawa Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut Agung Elvianto mengatakan, penghargaan rekor dunia ini diserahkan langsung oleh Bapak Komunitas Seni dan Budaya Jawa Barat yaitu Deddy Mizwar yang juga merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat.

ori 2“Sejak pagi hari, Original Rekor Indonesia (ORI) telah memberikan dua pemecahan rekor dunia, yaitu rekor pembagian martabak sebanyak 7200 potong dan kolaborasi kolosal serba 72,” kata Agung Elvianto.

“Mudah mudahan dengan di angkatnya seni budaya Jawa Barat di acara Gedung Sate Festival akan mengangkat seni budaya Sunda, dan bisa terus ditingkatkan hingga kelas dunia,” kata Agung Elvianto, “Kami berharap seni budaya Sunda akan terus diminati oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Salah satu pengisi acara monolog Hidayat Fritz mengatakan, setelah puluhan tahun, dirinya dan kebanyakan para pegiat seni Sunda baru pertama kali bisa tampil dan mengikuti acara Gedung Sate Festival, “Terima kasih kepada Pemerintah Jawa Barat yang telah memberi kesempatan kepada kami membawakan budaya Jawa Barat,” ungkapnya.

Rekor Dunia The Biggest Orkestradisi dan Oratorium Kolosal di Gedung Sate diisi dengan penampilan 72 menit Tari batik, Silat, Kaulinan Baheula, Paduan Suara, Tari Dangiang Sunda, Angklung, Percussion, Batu Kujang, Musik Uang Logam Kuno, Musik Alat Kesehatan, Karinding, Teater Grebek Sampah, Kata Monolog Budaya, Warna Lukis Energi Kanvas, Photo Wajah Orang Jawa Barat, 7 Pria dan 2 Wanita Goong Tiup, dan 7 Pria dan 2 Wanita Celempung, bertindak selaku unsur penilaian adalah Adjudicator of  Record Holders Republic (RHR) Lia Mutisari. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.