Giring Nidji Bincang Politik Bersama Anak-Anak Muda Bandung

gARCOM.CO.ID ,Bandung. Vokalis Band Nidji yang juga Calon Legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha atau biasa disapa Giring Nidji menyempatkan diri datang ke kota Bandung, Selasa, (31/10/2017), di Cafe The Panas Dalam jalan Ambon untuk menemui anak-anak muda yang ingin menambah wawasan di bidang politik.

Giring Nidji datang sebagai pembicara di acara Ngumpul Asik Sebari Denger Politik (Ngusik Sedetik) bertajuk, “Ngegiring Yang Dulu Tak Bergeming Untuk Yang Terkini Generasi Bergengsi”.

Turut hadir di acara ini, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jawa Barat Reza Arfah, Co-Founder Peace Generation Indonesia Irfan Amalee, Manajer Marketing Banget Media Irvan Septian Nugraha, Aktivis Sosial Kota Bandung Erwin Moron, Bakal Calon Walikota Bandung Arfi Rafnialdi, Bakal Calon Walikota Bandung Rizky Mediantoro, dan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bandung Heri Mos.

“Sudah saatnya anak-anak muda masuk ke ranah politik, karena memang hanya mereka yang paham kemauan mereka sendiri,” kata Giring Nidji di awal paparannya, “Pengalaman memang dibutuhkan bagi anak-anak muda yang ingin terjun ke ranah politik, namun yang paling penting adalah jam terbang,” ujarnya.

Lebih lanjut Giring Nidji mengakui, sebelum masuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dirinya tidak mengerti tentang Partai Politik, “Seiring berjalannya waktu saya mulai mengerti Partai Politik, bahkan kalau saya kumpul dengan anggota PSI, rasanya seperti ‘nongkrong dengan teman-teman sendiri,” ujarnya.

Giring Nidji mengungkapkan, anak-anak muda memegang peranan penting dalam semua lini kehidupan di Indonesia, “Kaskus didirikan oleh Andrew Darwis ketika muda, Buka Lapak didirikan Achmad Zaky ketika muda, dan Gojek didirikan Nadiem Makarim ketika muda,” tegasnya.

Di akhir paparannya Giring Nidji mengungkapkan dirinya saat ini telah diangkat menjadi Duta Sahabat Anak oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), ”Tugas saya adalah menjaga anak-anak Indonesia dari predator-predator internet,” ungkapnya, “Saat ini sudah banyak kelompok pedofil yang masuk ke dalam games yang dimainkan oleh anak-anak, maka kita harus memantau games apa saja yang sedang dimainkan oleh anak-anak kita,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.