Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Gelar Pelatihan Bagi Petani Kopi

kopi 3ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pelatihan kewirausahaan bagi puluhan petani kopi selama dua hari di kota Bandung, hari pertama berlangsung, Jumat, (13/10/2017), di Preanger Point Coffee Shop jalan Trunojoyo No.58 Bandung.

Turut hadir di acara yang bertemakan, “Menumbuhkan Kewirausahaan di Kalangan Petani Kopi”, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan KLHK Dr. Ir. Hadi Daryanto DEA, Kepala Sub Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat KLHK Sri Wahyuni,  Pembina Asosiasi Coffee Specialty Indonesia Setra Yuhana, dan para petani kopi dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa Barat.

“Selama ini para petani kopi belum mendapat fasilitas dari negara, maka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat pelatihan agar taraf  hidup para petani kopi meningkat,” kata Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan KLHK Hadi Daryanto saat Press Conference di Preanger Point Coffee Shop, “Sangat disayangkan apabila mereka menjadi petani gurem terus, harus ada peningkatan menjadi wirausaha kopi,” tegasnya.

Lebih lanjut Hadi Daryanto mengatakan, KLHK concern terhadap kopi, dikarenakan seperti diketahui akar pohon kopi menghujam ke dalam tanah lebih dari tiga meter, sehingga dapat mencegah erosi, “Pohon kopi  menyerap CO2 dan menghasilkan O2, sehingga sangat baik untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” tegasnya.

kopi 1“Kopi saat ini sedang booming dan sudah menjadi gaya hidup, banyak orang kota yang suka nongkrong di kedai kopi, hal ini menjadi peluang bagi para petani kopi untuk naik kelas,” kata Hadi Daryanto, “Tidak hanya menjual kopi, menjual cangkir kopi di area ekowisata juga sedang booming,” ungkapnya.

Mengenai pelatihan kopi, Hadi Daryanto mengatakan, agar terampil meracik kopi para petani dilatih menjadi barista profesional, “Memang di kampung para barista mengolah kopinya alami dan belum ada standar, maka untuk naik kelas menjadi entrepreneur, KLHK melatih cara meracik kopi sesuai karakteristik kopi,”  tegasnya.

“KLHK dalam pelatihan kopi ini berkolaborasi dengan SCAI, karena mereka punya jaringan, pasar, dan keahlian melatih orang menjadi wirausaha,” ungkap Hadi Daryanto, “KLHK bekerja sama sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk penguatan kapasitas petani,” pungkasnya.

Kepala Sub Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat KLHK Sri Wahyuni mengatakan, KLHK akan memberikan sertifikat kepada para peserta dan kepada barista pemula, “Dengan keahlian baru yang dimiliki sebagai barista, mereka diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya di desa dan bersama-sama membangun desa wisata kopi,” ujarnya.

kopi 4Pembina Asosiasi Coffee Specialty Indonesia Setra Yuhana mengatakan, saat ini di Indonesia terdapat jenis kopi asal Indonesia yang harganya mencapai Rp.60 juta per kilogram, “Kopi tersebut adalah Kopi Luwak Hutan Bercinta asal Bali, sekarang harganya bisa lebih mahal lagi,” ungkapnya.

“Namun jenis kopi termahal di dunia masih dipegang kopi asal Brazil,” ungkap Setra Yuhana yang  juga President Director Preanger Point Coffee, “Indonesia masih di peringkat ketiga dunia sebagai produsen kopi,” ujarnya, “Harga jual kopi asal Indonesia masih terbilang murah karena Indonesia masih pemain baru di dunia kopi,” ungkapnya.

Para petani kopi di acara ini diajarkan Agro Forestry yaitu menanam kopi namun tidak merusak hutan, dan diajarkan meracik kopi hingga membangun desa wisata kopi, petani yang tergabung dalam LMDH adalah mereka yang tinggal di sekitar lahan Perhutani dan menanam kopi diantara pohon keras milik Perhutani.

KLHK menggandeng SCAI  (Specialty Coffee Association of Indonesia), SCAI merupakan jaringan global “Specialty Coffee Association” yang concern pada pendidikan terkait pasar global, kopi spesialti, standarisasi, sertifikasi, mengatasi persoalan mata rantai pasokan, menjadi wadah jaringan kerja dari para pelaku industri serta,  dan meningkatkan kesadaran hukum dalam kegiatan usaha kopi spesialti. (RLS / BRH)

Comments are closed.