Liga Santri Nusantara 2017 Dari Pesantren untuk NKRI

20171023_195731

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ratusan Kaum Sarungan siap mengikuti pertandingan laga final Liga Santri Nasional (LSN) 2017 yang diselenggarakan di Bandung selama satu minggu mulai 23 Oktober hingga 29 Oktober 2017.

Hal ini terungkap saat Press Conference Liga Santri Nasional (LSN) 2017, Senin, (23/10/2017), di GOR Pajajaran jalan Pajajaran Bandung.

Turut hadir Ketua LSN 2017 sekaligus Pengurus Pusat Rabtihah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU), Abdul Ghofarrozin, Direktur Kompetisi LSN 2017 Mohamad Kusnaeni, Pemain timnas U-19 Rafli Muslim, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Sebanyak 32 tim sepak bola santri yang mengikuti pertandingan laga final Liga Santri Nasional 2017 adalah perwakilan dari 32 Provinsi di Indonesia, setelah sebelumnya melakukan seleksi di masing-masing region,” kata Ketua LSN Abdul Ghofarrozin di awal paparannya.

Lebih lanjut Abdul Ghofarrozin mengatakan, dalam laga final LSN terdapat 36 pertandingan yang akan diselenggarakan di Stadion Siliwangi, Brigif, Pussenif, dan Lapangan Sepakbola Arcamanik, “Laga Final akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api,” ujarnya.

“LSN telah diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya sejak Hari Santri Nasional ditetapkan,” ungkap Abdul Ghofarrozin, “LSN adalah ajang mencari bibit atlet sepakbola nasional dari kalangan kaum sarungan,” ujarnya, “Oleh karenanya dalam LSN 2017 kami memakai Tagline ‘Dari Pesantren untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tegasnya.

Di akhir paparannya Abdul Ghofarrozin mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren mencapai 9.265 buah, “LSN 2017 terdapat 32 Region se-Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 1.048 pondok pesantren dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

“Kami memilih kota Bandung sebagai laga final LSN 2017 karena selain kota Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat, juga untuk memantik atmosfer olahraga dalam dunia pesantren,” pungkasnya.

Direktur Kompetisi LSN 2017 Mohamad Kusnaeni mengatakan, walaupun LSN baru memasuki tahun ketiga, namun di daerah-daerah banyak santri yang ikut mewakili ajang seperti Popnas, dan Piala suratin, “Saat ini keringat santri mampu menghasilkan prestasi,” ujarnya.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, dirinya bahagia LSN 2017 diselenggarakan di kota Bandung, “Hal ini menunjukan santri tidak hanya belajar agama saja,” ujarnya.

“LSN merupakan momentum kebangkitan, dan mudah-mudahan Presiden RI Joko Widodo bisa hadir di acara penutupan LSN 2017,” kata Walikota Bandung.

Lebih lanjut Walikota Bandung mengungkapkan,dirinya merupakan cucu dari seorang Kyai yang mempunyai enam pesantren, “Saya juga dulu kapten sepak bola jaman SMA,” ujarnya.

Di akhir paparannya Walikota Bandung senang pelatih sepakbola Timnas U-19 Indra Sjafri datang ke Bandung, “Saya senang Indra Sjafri datang untuk memantau para atlet LSN 2017,” pungkasnya.

LSN 2017 diharapkan mampu memantik pesantren untuk serius membina santri dalam bidang olah raga khususnya sepak bola.

Pada dasarnya pesantren dan sepak bola tidak dapat dipisahkan, karena sepak bola menjadi bagian kultural pesantren itu sendiri.

Dengan adanya LSN 2017, citra pesantren akan semakin baik, apalagi mampu menyumbangkan potensi santri dalam dunia sepak bola seperti Pemain timnas U-19 Rafli Muslim.

Pertandingan sepak bola di LSN 2017 menjadi unik, karena di setiap laga akan ada tradisi mencium tangan wasit oleh para pemain, dan laga final LSN 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan diawali sholat magrib berjamaah. (RLS / BRH)

Comments are closed.