TPJBF 2017 Konsep Baru, Nutrisi Pecinta Musik Jazz

20171003_143433

ARCOM.CO.ID ,Bandung. The Papandayan Jazz Bandung Festival (TPJBF) 2017 kini hadir dengan konsep baru, biasanya rangkaian TPJBF diadakan 6 hari berturut-turut kini diadakan satu bulan penuh selama Oktober 2017.

Hal ini terungkap saat Press Conference TPJBF 2017, Selasa, (3/10/2017), di TP Stage The Papandayan jalan Gatot Subroto Bandung.

Turut hadir, General Manager The Papandayan Bobby Renaldi, Kurator TPJBF 2017 Hari Pochang, Gitaris Venche Manuhutu, Saxophonist internasional Chad Lefkowitz, dan Marketing Communication The Papandayan Tyagita R. Hermawan.

“The Papandayan Jazz Bandung Festival (TPJBF) diselenggarakan sejak 2015 oleh The Papandayan, awalnya pertunjukan musik Jazzdiadakan setiap dua kali seminggu dengan menampilkan musisi tanah air dan musisi internasional,” kata General Manager The Papandayan Bobby Renaldi di awal paparannya.

Lebih lanjut Bobby Renaldi mengatakan, TPJBF akhirnya terus bergulir hingga tahun 2017, “TPJBF menjadi ajang reuni dan pesta kecil-kecilan musisi dan pecinta musik Jazz,” ujarnya.

“TPJBF sempat diadakan enam hari berturut-turut dikarenakan saking banyaknya musisi Jazz tanah air dan musisi internasional yang ingin bermain di TPJBF,” ungkap Bobby Renaldi.

“Namun untuk TPJBF 2017 tidak lagi diselenggarakan 6 hari berturut-turut, karena tidak mungkin pecinta musik Jazz hadir 6 hari berturut-turut di The Papandayan, akhirnya TPJBF 2017 diadakan satu bulan penuh selama bulan Oktober 2017,” kata Bobby Renaldi, “Pastinya TPJBF 2017 merupakan nutrisi bagi pecinta musik Jazz,” pungkasnya.

Kurator TPJBF 2017 Hari Pochang mengatakan TPJBF 2017 menjadi istimewa dengan kehadiran musisi sekaligus Saxophonist internasional Chad Lefkowitz, “Chad Lefkowitz seperti sudah ditakdirkan untuk hadir di TPJBF 2017, jadi kesempatan ini sayang untuk dilewatkan pecinta musik Jazz,” ujarnya.

20171003_143649

Saxophonist Chad Lefkowitz mengatakan, dirinya baru pertama kali datang ke Indonesia, “Penampilan saya nanti merupakan proyek pertama dengan para musisi Jazz Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Chad Lefkowitz mengatakan, musik Jazz mempunya potensi di mana saja, bahkan bagi orang-orang yang tidak mengerti musik Jazz, “Yang terpenting bagaimana kita mendengar dan mengapresiasi musik Jazz,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Chad Lefkowitz mengakui saat ini dirinya masih sibuk melakukan tour, “Musik Jazz bisa menyatukan perbedaan,” pungkasnya.

Rangkaian TPJBF 2017 dibuka 3 Oktober 2017 pukul 4 sore di TP Stage The Papandayan Hotel Bandung, diawali workshop dari Chad Lefkowitz pada sore hari, dilanjutkan malam harinya dengan kolaborasi musisi asal Bali Yuri Mahatma, David Manuhutu, Kevin Yosua, Dave Rimba dengan Chad Lefkowitz.

TPJBF 2017 akan hadir setiap hari Jumat selama bulan Oktober 2017, pada 6 Oktober 2017 akan hadir Mery Kasiman, 13 Oktober 2017 akan hadir Idang Rasiji, dan 20 Oktober 2017 akan hadir Dhira Bong.

Puncak TPJBF 2017 akan berlangsung 22 Oktober 2017, pada pukul 10 pagi akan hadir PSCM Home Concert di TP Stage, dilanjutkan pukul 11 siang dengan penampilan Ruang Putih di Tropical Garden, dilanjutkan Jazz Clinic dari Amrus Ramadhan dan Nesia Ardi di TP Stage.

Tidak ketinggalan penampilan New Blood, Nissan Foltz & The James Band di HB Grill Garden, acara puncak TPJBF 2017 akan berlangsung di Suagi Ballroom dengan menampilkan Grace Sahertian dan Tohpati Bertiga (gitaris Tohpati, basis Halmahera Indro Hardjodikoro, dan drumer Gugun Blues Shelter Bowo).

Rangkaian TPJBF 2017 akan ditutup pada 27 Oktober 2017 pukul 8 malam di TP Stage, dengan menampilkan NewB, Natania Jualim, Eca Sumantri, Wesley Geraldo, dan Bobby Limijaya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.