Unpad Gelar Anugerah Otto Soemarwoto di Observatorium Bosscha

unpad 1ARCOM.CO.ID ,Bandung. Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menggelar acara Anugerah Otto Soemarwoto, Sabtu, (7/10/2017), di Observatorium Bosscha Lembang, mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore, acara penghargaan bagi akademisi dunia yang berdedikasi bagi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan ini dilaksanakan bersamaan dengan Konferensi Internasional Lingkungan “International (Outdoor) Seminar on Eco-Development”.

Untuk mensosialisasikan Anugerah Otto Soemarwoto, pihak Unpad menggelar Jumpa Pers, Senin, (2/10/2017), di Ruang Executive Lounge Unpad jalan Dipati Ukur Bandung, turut hadir Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Unpad, Parikesit, PhD, Perwakilan Panitia Anugerah Otto Soemarwoto, Chay Asdak, M.Sc., PhD, dan Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik / Kepala Kantor Internasional Unpad Ade Kadarisman, S.Sos., M.T., M.Sc.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad saat sesi wawancara mengatakan, isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan saat ini masih sangat relevan, “Permasalahan lingkungan hidup saat ini sangat luar biasa,” ujarnya, “Dari sisi hukum masih bergulat di situ-situ saja sedangkan berbicara lingkungan hidup masih banyak yang tidak mempunyai konsep yang kuat,” tegasnya.

“Unpad ingin memperkokoh isu lingkungan hidup bukan hanya dari aspek ilmiahnya saja, tetap dalam hal ini posisi Perguruan Tinggi harus lebih kuat lagi,” tegas Rektor, “Caranya, selain dengan kegiatan akademik yang kita jalankan, Unpad memunculkan Penghargaan Otto Soemarwoto dan Mochtar Koesoemaatmadja,” ungkapnya.

“Anugerah Otto Soemarwoto diadakan karena Otto Soemarwoto punya kontribusi kuat pada masyarakat, selain itu isu lingkungan hidup saat ini sangat luar biasa,” kata Rektor, “Yang akan mendapat Award ini adalah tokoh dunia dan levelnya internasional, namun tokoh dunia itu tidak harus orang dari luar Indonesia, orang Indonesia bisa saja masuk dalam level kelas dunia,” tegasnya. “Saya yakin Otto Soemarwoto dan Mochtar Koesoemaatmadja sudah menjadi tokoh dunia,”  ujarnya.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, Unpad mengadakan Anugerah Otto Soemarwoto dan  Mochtar Koesoemaatmadja karena ingin memberikan apresiasi kepada kedua tokoh Unpad tersebut, “Dengan pola seperti ini, Unpad ingin menyampaikan  kepada dunia dan memperkuat keyakinan seluruh warga Unpad untuk fokus terhadap lingkungan hidup, karena dengan isu lingkungan maka semua aspek terkena ,” tegasnya.

“Penyelesaian lingkungan hidup tidak bisa sektoral, sebagai contoh, bila Sungai Citarum hancur lebur, maka yang terkena dampaknya bukan hanya orang Jawa Barat, namun seluruh dunia bisa terkena dampaknya,” tegas Rektor, “Lingkungan di suatu tempat mempengaruhi banyak hal,” ungkapnya.

unpad 2Rektor mengungkapkan, Anugerah Otto Soemarwoto diadakan dalam rangka Dies Natalis Unpad ke-60, dan akan diadakan dua tahun sekali oleh pihak Unpad, “Anugerah Otto Soemarwoto akan diberikan kepada Akademisi dengan reputasi internasional,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Rektor mengatakan, sosok Otto Soemarwoto adalah tokoh yang mempunyai komitmen dan konsisten, “Otto Soemarwoto selain memiliki kekuatan akademik, juga konsisten, artinya terlepas dari pengaruh apapun dan konsisten meperjuangkan bagaimana keberlangsungan lingkungan,” tegasnya.

“Otto Soemarwoto merupakan tokoh yang egaliter, karena orang akademik memang harus egaliter,” tegas Rektor, “Hingga saat ini saya belum melihat tokoh di Indonesia yang seperti Otto Soemarwoto,” pungkasnya.

Perwakilan Panitia Anugerah Otto Soemarwoto, Chay Asdak, M.Sc., PhD, mengatakan Anugerah Otto Soemarwoto merupakan tonggak sejarah penataan lingkungan, “Acara ini akan diikuti empat negara diantaranya dari Filipina,” ungkapnya

“Anugerah Otto Soemarwoto di Observatorium Bosscha akan diisi sambutan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Chay Asdak, “Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti direncanakan hadir, namun tidak bisa karena sedang berada di luar negeri,” ujarnya, “Namun mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim direncanakan hadir,” pungkasnya.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Unpad, Parikesit, PhD mengatakan, untuk nominasi Anugerah Otto Soemarwoto, pihaknya  telah menghubungi institusi maupun perseorangan, “Kandidat masuk dari mereka, kemudian nama yang masuk akan dibahas oleh para juri,” kata Parikesit.

Kiprah perjuangan Prof. Otto Soemarwoto tidak hanya diakui secara nasional, namun internasional, tercatat Prof. Otto pernah menerima penghargaan Global 500 dari United Nation of Environment Programme di tahun 1982, serta penghargaan Order of the Golden Ark dari pemerintah Belanda di tahun 1985. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.