Wakil Bupati Bandung Barat Botram Bersama 260 Santri Ponpes Al Furqon

Wabup KBBARCOM.CO.ID ,Bandung Barat. Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra menggelar Botram (Makan Bersama) dengan 260 santri Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Al Furqon, Sabtu, (21/10/2017), di Kampung Panyandaan Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan Botram merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati Minggu (22/10/2017), selain Botram, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra yang datang bersama sang istri Dwina Candra Asih melakukan panen sayuran kembang kol dan brokoli di lahan pertanian sekitar Pesantren.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kerja saya ke Pesantren yang kebetulan bertepatan dengan akan tibanya Hari Santri Nasional,” kata Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra di awal paparannya.

Wakil Bupati Bandung Barat  mengatakan, di Kabupaten Bandung Barat tercatat ada sekitar 600 pesantren, “Momentum Hari Santri harus dijadikan ajang meningkatkan kualitas para santri,” ujarnya, “Sejarah membuktikan tidak akan ada Hari Pahlawan 10 November jika tidak ada komitmen jihad para santri di tanggal 22 Oktober saat perang kemerdekaan dulu,” tegasnya.

Mengenai makan bersama atau biasa disebut Botram, Wakil Bupati Bandung Barat mengaku dirinya baru pertama kali merasakan suasana seperti ini, “Saya merasa terharu bisa berkumpul dan makan bersama anak yatim piatu dan dhuafa dalam satu hamparan, namun tanpa membeda-bedakan strata sosial,” ungkapnya, “Makanan di kegiatan Botram juga sangat nikmat, terutama jengkolnya,” ujarnya.

Pendiri Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Al Furqon Selamet Rido mengatakan, tradisi makan besar nasi liwet bersama-sama diadakan sebagai salah satu bentuk menyambut kedatangan tamu.

“Tercatat di Pasantren kami ada 260 santri yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta 30 guru pengajar,”  kata Selamet Rido, “Semua santri merupakan anak yatim piatu dan dhuafa yang tinggal di asrama, mereka semua belajar secara gratis,” ujarnya, “Kami menggratiskan pendidikan para santri karena operasional pesantren didukung  para donatur dan alumni pesantren yang sudah sukses,” pungkasnya. (Saifal)

Comments are closed.