Mabes TNI Angkatan Pusterad Gelar Apel Danrem Dandim Terpusat di Secapa AD

20171127_090419-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Markas Besar TNI Angkatan Pusat Teritorial AD (Pusterad) menggelar Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017, Senin, (27/11/2017), di Sekolah Calon Perwira AD (Secapa AD) jalan Hegarmanah Bandung.

Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017 yang diikuti 403 orang turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, Komandan Korem (Danrem), Komandan Kodim (Dandim), dan para pejabat setingkat Paban/Dir/Ses (Bincab, Fung) yang terkait dengan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter)

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono saat wawancara dengan awak Media mengatakan, Apel Danrem Dandim Terpusat dilaksanakan terkait dengan tugas pokok TNI, dan terkait dengan perkembangan situasi atau hal-hal apa yang dimungkinkan ke depan akan terjadi hambatan bagi tugas-tugas Angkatan Darat.

“Pengarahan di kegiatan Apel Danrem Dandim Terpusat termasuk tentang Pilkada serentak, karena Pilkada merupakan pesta demokrasi bangsa kita yang harus kita jamin keamanan dan kelancarannya, maka dari itu TNI mengantisipasinya dengan memberikan informasi-informasi yang berkembang dan terkini kepada mereka semua, sehingga mereka betul-betul bisa mengawal situasi di daerah masing-masing,” tegas Kasad.

“Kita sudah berusaha berkomunikasi dengan semua komponen agar mampu menjaga kegiatan-kegiatan pemilu yang akan datang,” kata Kasad.

20171127_090446

“TNI tugasnya menjaga keamanan, sehingga tidak boleh terpengaruh dan terprovokasi oleh situasi, dan kita harus proporsional dan profesional,” tegas Kasad, “Bila TNI terpengaruh dan terprovokasi artinya sudah lari dari komitmen TNI untuk senantiasa netral dalam mengawal politik di Indonesia, ujarnya.

Lebih lanjut Kasad mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada para anggota TNI bahwa TNI posisinya netral, dan tidak bisa ditawar lagi, “Bila ada anggota TNI yang tidak netral, maka akan mendapatkan sanksi,” tegasnya.

Terkait adanya Bintang Tiga dari TNI yang akan mengikuti Pilkada, Kasad menegaskan, aturannya tetap sama, baik Bintang Tiga maupun Kolonel “Bila ada anggota TNI yang ingin mencalonkan di Pilkada, aturannya jelas, mereka harus berhenti atau pensiun dulu, baru terjun di kancah politik, tetapi selama masih tentara aktif ya tidak boleh ikut di Pilkada,” tegasnya.

Mengenai adanya mantan anggota TNI berprestasi yang terjun di politik, Kasad mengatakan TNI tidak khawatir kekurangan SDM, “TNI selalu melakukan regenerasi, dan selalu muncul anggota TNI yang hebat-hebat, bila kita melepaskan personel TNI yang dibutuhkan bangsa dan negara untuk beralih pada politik, maka di belakang kita masih banyak anggota TNI lain yang hebat-hebat,” ungkapnya.

Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017 dilaksanakan guna menghadapi berbagai tantangan global seperti berkurangnya sumber-sumber air, pangan, dan energi yang memunculkan persaingan antar negara bagian di dunia.

20171127_091204

Kegiatan Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017 diharapkan dapat meningkatkan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif dari aparat Komando Kewilayahan dalam melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah mereka, memperluas wawasan para Danrem dan Dandim tentang berbagai bentuk ancaman yang aktual baik nasional maupun internasional, serta meningkatkan kemampuan aparat Komando Kewilayahan dalam mendeteksi dan mencegah timbulnya suatu ancaman dengan pembinaan teritorial yang terkoordinasi.

Mengenai kondisi sungai Citarum yang sudah sangat parah, Kasad mengatakan, Sungai Citarum menurutnya memang kondisinya parah, “Saya sering terbang naik pesawat dari Bandung ke Jakarta dan melewati Sungai Citarum, dan saya lihat air Sungai Citarum sudah tidak sedap dipandang, warnanya tidak karuan dan terkesan tidak sehat, dan sepertinya aromanya juga tidak sehat, padahal sungai Citarum merupakan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat Jakarta,” tegasnya.

“Kita tidak mau masalah Sungai Citarum berlarut-larut, maka pemerintah saat ini membutuhkan kehadiran saya untuk membantu masalah Sungai Citarum, ya saya siap-siap saja, karena salah satu tugas saya adalah membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya sumber kesejahteraan masyarakat di Jakarta, Bandung dan sebagainya adalah Sungai Citarum, bila Citarum akan dilestarikan dan saya diminta untuk turun, ya saya akan siap membantu,” tegas Kasad.

Di akhir paparannya Kasad berkomentar tentang letusan Gunung Agung di Bali, “Anggota TNI sudah siap membantu masyarakat di sekitar Gunung Agung termasuk Pangdam Udayana,” pungkas Kasad. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.