Pelaku IKM di Kabupaten Bandung Barat Kesulitan Bahan Baku

ikmARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung Barat. Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang bergerak di Industri Kecil Menengah (IKM) pada bidang konveksi keluhkan sulitnya memperoleh bahan baku kain dari toko maupun dari produsen lainnya, hal tersebut terjadi sejak tiga bulan terakhir ini, hal tersebut berdampak pada menurunnya produktivitas perusahaan.

“Keluhan sekarang ini barang yang laku dipasaran sudah tiga bulan terakhir susah dicari,” ungkap pelaku IKM konveksi kerudung Agus Suherman saat berdialog dengan Deputi V Kantor Staf  Presiden Jaleswari Pramodhawardani, Selasa, (7/11/2017), di Pusat Logistik Berikat PT Agility Internasional Batujajar.

Selama ini Agus Suherman mengaku memperoleh bahan baku kain di toko-toko yang ada di Pasar Baru Kota Bandung, namun saat ini kelangkaan bahan baku kain tengah terjadi, Agus Suherman menambahkan, masyarakat Jakarta juga mencari bahan baku kain ke Kota Bandung.

Menurut Agus Suherman, sulitnya mendapatkan bahan baku kain saat ini tidak terlalu berdampak kepada usaha miliknya, sebab saat ini pasar belum terlalu ramai, namun, tiga bulan menjelang bulan puasa dipastikankan mulai ramai permintaan produk-produk kepadanya.

Agus Suherman menuturkan, dirinya bersama rekan-rekan pelaku IKM bisa mendapatkan bahan baku, dan tidak sulit lagi memperolehnya, ia berharap keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang didorong pemerintah dapat menyuplai bahan baku kepada pelaku IKM, “Semoga Pusat Logistik Berikat dapat terealiasi,” ujarnya.

Agus Suherman yang memiliki pekerja sekitar 60 orang berharap PLB bisa menyuplai bahan baku kain tanpa adanya kelangkaan, serta harga jual yang terjangkau bagi pelaku IKM, “Sekarang pusing cari bahan, pegawai jadi nganggur,” kata Agus kepada Deputi V Kantor Staf Kepresidenan, Agus yang sudah bergelut di dunia konveksi sekitar 15 tahun mengaku banyak menjual produk kerudungnya ke Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat.

Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menunggu peraturan menteri perdagangan (Permendag) yang mengatur tentang petunjuk teknis PLB yang bisa melayani IKM dalam hal pasokan bahan baku, diharapkan peraturan tersebut bisa segera terealisasi agar pelaku IKM bisa mengakses PLB.

“Dengan adanya PLB, ke depan bisa membantu IKM dengan kebutuhan yang tidak terlalu besar, kita saat ini masih menunggu Permendag, bentuk teknisnya agar bisa segera diimplementasikan,” tegas Jaleswari Pramodhawardani.

Diketahui, Pusat Logistik Berikat merupakan gudang logistik multifungsi untuk menimbun barang impor dan lokal, kemudahan lainnya adalah adanya fasilitas perpajakan berupa penundaan pembayaran bea masuk dan tidak dipungut pajak pertambahan nilai atau pajak penjualan atas barang mewah.

Selain itu PLB memiliki fleksibilitas operasional, seperti masa timbun barang hingga tiga tahun ke depan, fleksibilitas kepemilikan barang, kecepatan layanan berbasis IT dan Warehouse Management System. (Saifal)

Comments are closed.